Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
berkunjung ke panti.


__ADS_3

Hari -hari kita jalani tanpa ada halangan yang berarti. Richard pergi ke kantor dan aku pergi ke kampus tak terasa hari pun sudah bertemu week end lagi. dan Richard berjanji akan menemani ku untuk pergi ke panti.


Perasaan sangat merindukan Ade -ade di panti, bagaimana yah kabar mereka. sudah setahun ini aku tidak pernah mengunjungi mereka.


Sheila pun masih terus datang bersama mama, mungkin jika orang melihat kedekatan Sheila dan mama seperti mertua dan menantu, hal itu membuat ku iri. untung nya perhatian dari Richard membuat ku tidak terlalu memikirkan hal itu. aku lebih banyak berinteraksi dengan kakek sementara papa beliau sering sekali berada di luar.


sementara Ferdi. semenjak Richard meminta ku untuk menjauhinya. aku sudah tidak berhubungan lagi dengan nya. dan juga sekarang Ferdi tidak mengetahui tempat tinggal ku yang sekarang. sehingga hubungan ku dengan Richard semakin membaik.


" sayang.. sudah siap belum?" Richard berteriak dari dalam mobil. menunggu ku yang masih sibuk memasukkan makanan untuk anak-anak panti.


" iya.. ini sudah selesai " jawab ku. sambil berjalan ke luar.


" lama yah!!, maaf ya. "


" hehehe.. gak apa-apa sayang " Richard senyum menyeringai pada ku. akupun masuk ke dalam mobil.


" sudah siap.. ayo berangkat " ucap Richard. seperti nya Richard sangat antusias sekali berkunjung ke panti.


selama berkendara selama setengah jam, akhirnya kami pun sampai di depan panti. teringat begitu banyak aku mempunyai kenangan di rumah kecil ini. meskipun kecil tetapi di huni banyak anak-anak.


aku berdiri di samping mobil dan mengeluarkan makanan yang tadi aku buat di bantu oleh Richard. aku membuka pintu gerbang cukup hanya mendorong nya pintu gerbang itu langsung terbuka karena memang tidak pernah di kunci.


" assalamualaikum ... " teriak ku di iringi langkah Richard dari belakang.


" waalaikumsalam.. " jawab anak-anak yang menengok ke luar mencari tahu siapa yang datang.

__ADS_1


" kak Dewi... " teriak anak-anak saat melihat yang datang adalah aku. mereka berlari dan memeluk ku.


" hei apa kabar anak-anak." ucap ku dengan meletakkan makanan yang aku bawa.


aku pun membagi makanan yang aku bawa, karena pasti mereka sudah tidak sabar untuk memakan nya.


" kakak, dia siapa ?" Tanya seorang anak yang menunjukkan pada Richard. memang saat aku menikah dengan Richard aku tidak mengundang anak panti. dan hanya mengundang umi.


" dia ini kak Richard suami kakak, " Richard melambaikan tangan nya say hello . kepada anak panti. Oia umi mana " Tanya ku, karena sedari tadi aku tidak melihat keberadaan umi.


" oh umi sedang keluar membeli bahan makanan kak" jawab seorang anak sambil melahap makanan.


Richard berdiri dan melihat-lihat bangunan panti mengamatinya. sementara aku asyik bermain dengan anak-anak melepaskan kerinduan ku pada mereka.


***


Richard berjalan- jalan melihat sekeliling pantai tanpa sengaja Richard melihat ibu Safiya yang baru datang dari arah jalan. Richard pun menyalami umi Safiya.


Richard mengajak umi mengobrol di depan. Richard banyak memberi pertanyaan kepada umi tentang asal mula Dewi berada di panti. umi pun menjelaskan sesuai yang dia ketahui. Richard menelisik dalam pikirannya, ia ingin mencari keberadaan orang tua Dewi sekarang.


Umi dan Richard akhirnya masuk ke dalam bergabung dengan Dewi dan anak-anak yang lain.


***


Dewi POV

__ADS_1


Aku langsung memeluk Umi saat mata ku menyaksikan kedatangan Umi.


" umii .." kata ku memeluk umi dengan erat melepaskan kerinduan kepada orang yang telah membesarkan ku itu.aku berpelukan cukup lama. sampai suara berisik anak-anak menyadarkan ku.


" bagaimana kabar kamu Dewi "


" Alhamdulillah aku sehat umi, umi sendiri bagaimana kabar nya ?"


" Umi juga Alhamdulillah baik, seperti yang kamu lihat sekarang"


setelah cukup lama berada di panti, menjelang sore aku pamit kepada Umi dan anak-anak. Richard membuka kan pintu mobil untuk ku, lalu menyusul Richard pun masuk ke dalam mobil. Richard segera memegang kemudi nya lalu mobil sudah berada di tengah jalanan yang padat. di dalam mobil aku dan Richard sama-sama terdiam seperti sibuk dengan pikiran kita masing-masing.


" mas ... "


" Hem.. "


" kapan-kapan kita kesini lagi ya "


" iya, " jawab nya singkat.


Akhirnya kami pun sampai di rumah. Aku masuk ke dalam. aku lihat Sheila sedang duduk bersama Mama di ruang keluarga.


" kenapa Mama suka sekali membawa Sheila ke sini." ucap ku dalam hati dan aku pun langsung menghampiri mereka, aku menyalami Mama sendirian karena Richard masih di luar. seperti biasa Mama menepis tangan ku tapi kali ini, Mama melakukan nya di depan Sheila. membuat ku sangat malu dan sedih saat aku lihat Sheila tersenyum getir seperti sedang merendahkan ku.


Memang selama ini mama selalu memperlakukan ku dengan tidak baik, tetapi saat Mama melakukan itu di depan Sheila membuat ku sakit hati.

__ADS_1


Aku berlari ke kamar, menyembunyikan wajah ku yang sedih. " sampai kapan Mama terus membenci ku ?, seperti nya aku harus cepat memiliki momongan, siapa tahu dengan melihat cucu nya hati nya berubah "


Aku pun segera menyeka air mata ku dan segera beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuh ku, karena setelah ini aku ingin menyiapkan makan malam.


__ADS_2