
sebelum anggota keluarga bangun. aku sudah berada di dapur menyiapkan sarapan sambil di bantu bi Narti. tak terasa matahari pun sudah terbit. satu persatu penghuni rumah sudah bangun dan beraktivitas dari mandi dan yang lainnya. aku yang telah selesai menyiapkan sarapan kembali ke kamar ku untuk menyiapkan baju untuk suamiku.
tapi yang kulihat Richard masih tertidur. " mas bangun sudah siang " ucap ku sambil menggoyang kan tubuh nya dengan pelan.
" mas ... " ucap ku tapi Richard masih tertidur seperti tidak mendengarkan ucapan ku. aku hendak beranjak dari tempat tidur tiba-tiba sepasang tangan kekar menyergap ku dengan cepat. aku sedikit terkaget karena sentuhan itu.
" mau kemana ?" ucap Richard saat tubuh ku sudah berada di atas nya.
" mas. lepaskan. ini sudah siang. kamu cepat mandi sudah di tunggu di meja makan " ucap ku berusaha menghindar dari Richard tapi ternyata tangan nya semakin mendekap ku dengan erat.
" sebentar sayang. beri aku Kiss pagi agar aku semakin bersemangat" goda Richard.
" ih .. apaain sih mas. mandi dulu sana " aku menjauhkan wajahnya yang semakin mendekat.
" aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu memberi ku Kiss " karena kakek dan yang lainnya sudah menunggu di meja makan. aku pun tidak ingin berdebat lama dengan Richard. aku pun memberikan apa yang dia inginkan. setelah itu aku segera berlari karena takut Richard meminta lebih.
" hei ... jangan pergi " aku yang sudah berada tepat di depan pintu melihat Richard menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
aku ikut bergabung di meja makan. dan semua sudah berkumpul termasuk Sheila. kami pun tinggal menunggu Richard sesekali kakek terus mengajak ku mengobrol.
Richard datang kami saling bertatapan, senyuman yang sedikit di tahan aku lihat saat dia menatap ku. aku pun membalasi senyuman nya yang penuh tanda tanya itu.
" ehem ... " suara dari mulut Mama membuat ekspresi wajah kami kembali serius. Richard duduk tepat di samping ku. " kamu masih punya hutang dengan ku " bisik nya tepat di telinga ku.
" Richard. kamu antar Sheila pulang yah " suara Mama bersaut saat kami sedang menyantap makanan.
__ADS_1
" dia kan datang sendiri kesini. ngapain aku antar dia mah "
" Richard. kamu tidak boleh berbicara seperti itu kepada tamu" sambung kakek.
" baiklah, nanti aku pikirkan lagi" Richard masuk ke dalam kamar di ikuti langkah ku.
" Dewi. hari ini ada kuliah?" Tanya Richard.
" ada mas."
" sayang sekali berarti hari ini kamu tidak bisa ikut aku ke kantor"
" yasudah, kamu aku antar kamu ke kampus yah, setelah itu aku antar Sheila pulang. kamu tidak keberatan kan kalau aku mengantar nya pulang?"
" tidak mas, memang nya kenapa? Sheila kan anak teman Mama". kami pun membawa perlengkapan masing-masing setelah itu kami jalan bersama keluar menuju ke mobil. Richard terus menggandeng ku, membuat siapapun yang melihatnya pasti iri.
" Hem, kamu juga hati- hati nanti pulang aku jemput"
" baik mas " setelah itu aku melambaikan tangan ku. sampai aku lihat mobil Richard tak terlihat lagi, aku pun masuk ke dalam kampus dan di sambut Anita.
***
setelah selesai. aku menunggu Richard tepat di depan kampus. sudah beberapa menit berlalu tetapi Richard tak kunjung datang, aku menelpon ke nomor nya tapi nomernya sedang tidak aktif. aku lelah menunggu dengan perasaan cemas. akhirnya aku telpon kakek dan meminta nomer kantor Richard.
tuut .... tuut ... bunyi telpon kantor Richard saat aku menghubungi nomer tersebut.
__ADS_1
setelah itu terdengar suara perempuan mengangkat telpon nya.
" selamat siang, bisa saya bantu."
"pak Richard nya ada? " ucap ku.
"ini dengan siapa"
"saya istrinya, saya perlu berbicara dengan nya"
"oh maaf, pak Richard baru saja keluar"
"keluar dengan siapa"
"tadi pak Richard keluar dengan seorang wanita. "
"oh baiklah terimakasih. "
aku menutup telpon nya dengan rasa penasaran dengan siapa Richard keluar, atau mungkin rekan bisnis nya, aku tidak mau berfikir macam-macam dan akhirnya aku memesan taksi online. setelah beberapa menit taksi yang ku pesan datang juga, aku pun masuk ke dalam mobil. untuk pulang ke rumah.
" selamat sore kek" aku menyapa kakek yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton acara berita.
" kamu sudah pulang Dewi" ucap kakek, aku mencium tangan nya di balas dengan sentuhan kakek di rambut ku. aku merasa kakek sangat menyayangi ku.
" papa sama Mama mana kek?" tanya ku.
__ADS_1
" mereka sedang keluar" jawab kakek. aku pun pamit masuk ke dalam kamar, dan membaringkan tubuhku di tempat tidur sambil memainkan handphone ku, karena aku merasa lelah pulang dari kampus, lama kelamaan mata ku terasa berat aku pun terlelap dengan nyenyak.