Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
menikmati.


__ADS_3

Pagi hari Richard bangun terlebih dahulu, ia berjalan ke arah kamar mandi sambil tersenyum senang, seperti begitu menikmati kenangan indah semalam, merasakan kemolekan tubuh Dewi.


Tetapi lihatlah, Dewi masih terkulai lemas, tubuh nya serasa lemah bekas pergulatan nya semalam tanpa persiapan apapun. Dewi hendak bangun pun tubuhnya serasa sakit semua. " bagaimana aku berjalan ke kamar mandi , badan ku serasa lengket semua. " gumam nya.


sementara Richard telah selesai mandi, ia sedang menyisir rambut nya yang basah menatap cermin sambil bertelanjang dada. pagi ini tidak seperti biasanya Richard tidak berteriak memanggil nama Dewi. bahkan ia membiarkan Dewi lebih lama di atas ranjang kamar nya.


" uh , sakit " saat Dewi mengangkat tubuh nya.


" kenapa " Richard bertanya berlari menghampiri Dewi memegang dan membantu nya berjalan.


" lepaskan " Dewi menyautinya dengan kemarahan menghempaskan sentuhan Richard yang hendak membantu nya.


" kamu puas sekarang " timpa Dewi melotot kan mata nya ke arah Richard.


" silahkan , kalau kamu bisa jalan sendiri " Richard mendorong tubuh Dewi di atas ranjang.


"au " Dewi kesakitan. saat tubuh nya kembali lagi merasakan sentuhan dari selimut - selimut menggulung.

__ADS_1


" jangan lupa batasan mu , jangan hanya karena kamu sudah melayani ku semalam, sifat mu berubah menjadi kurang ajar, lagian memang sudah kewajiban seorang istri seperti itu." Richard mengomel panjang lebar.


"tetapi aku belum siap, bukan nya di antara kita belum ada cinta, aku ingin melakukan nya saat aku sudah bisa mencintai mu " gumam Dewi dalam hati. jelas saja Dewi berbicara itu dalam hati. jika ia benar-benar mengeluarkan ucapan nya itu dari mulutnya pasti Richard akan semakin lebih marah.


" cepat kamu bersihkan tubuh mu, dan buat kan aku sarapan " ucap Richard yang kini sudah berdiri di depan lemari, mengambil pakaian kerja nya.


Dewi berjalan ke arah kamar mandi dengan tertatih merasa kesakitan di daerah sensitif nya, menggulungi badan nya dengan selimut karena baju nya yang ia kenakan semalam, sudah berserakan dimana-mana. sementara Richard memintanya segera membuat kan sarapan.


" aku harus mandi dengan cepat, sebelum dia marah-marah. apa ini " Dewi terkaget saat menatap wajah nya di cermin yang berada di kamar mandi, melihat lehernya memerah.


" kanapa dengan leherku" Dewi masih keheranan meskipun ia telah selesai mandi.


" tuan " suara Dewi dari bilik pintu, yang terbuka sedikit.


" ada apa " ucap Richard acuh.


"bisakah aku pinjam handuk ku " ucap Dewi ragu.

__ADS_1


" ini pakailah, ceroboh sekali mandi tidak membawa handuk " Richard melempar handuk itu ke arah Dewi.


"suruh siapa dia meminta nya dadakan semalam" gerutu Dewi saat masuk kembali kedalam kamar mandi hendak memakai handuk yang di berikan Richard.


Dewi pun berjalan keluar kamar mandi terburu-buru hanya menutupi setengah tubuhnya dengan handuk milik Richard menuju ke kamar nya yang jaraknya jauh dengan kamar Richard. Richard yang menyaksikan itu hanya menggeleng kan kepalanya. " kenapa dia tidak menyuruh ku saja mengambil kan ia baju yang di kamar nya.


"gara-gara tuan muda yang sombong itu aku mesti kesusahan seperti ini" Dewi mengomel sendiri di kamar sambil mengenakan baju nya setelah selesai lalu menuju ke arah dapur, membuat kan Richard sarapan.


Dewi membuat kan sarapan hanya sebuah roti potong sendwich dengan segelas white coffe. di letakkan nya di atas meja. tidak seperti biasanya setelah sarapan telah siap Dewi memanggil nama Richard, kali ini Dewi enggan memanggil nama itu, membiarkan Richard menghampiri nya sendiri.


setelah selesai menyiapkan barang yang akan ia bawa ke kantor, Richard menuju ke meja makan menyaksikan sarapan nya telah siap.


dan seperti biasa Dewi pun telah berdiri di samping meja makan.


tanpa banyak bicara, Richard menyantap sarapan yang telah di sajikan Dewi, Richard pun berjalan terburu-buru ke luar hendak pergi ke kantor.


saat di rasa Richard sudah menghilang dari pandangan nya, tertutup pintu apartemen. Dewi pergi ke kamar nya. merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


" uch , nyaman sekali. hari ini aku ingin bermalas-malasan saja, tubuh ku serasa sakit semua ''


__ADS_2