
Di sebuah gedung mewah terlihat alunan musik terdengar sangat keras di sana, para tamu undangan pun telah berdatangan. Andrew teman dari Richard yang sedang mengadakan perayaan pembukaan perusahaan terbaru.
Andrew dan keluarganya menyambut satu persatu para tamu undangan. Richard datang bersama Dewi membuat para tamu undangan terfokus pada mereka berdua.
" hai bro, selamat datang" sapa Andrew dengan ramah karena Richard adalah teman masa kecil nya, hingga sampai saat ini pun persahabatan di antara mereka terus berjalan.
" perkenalkan ini istri ku" Richard menunjukkan kearah Dewi.
" salam " Dewi mengangkat kedua tangan nya memberi hormat.
" wah , bro sopan sekali istri kamu" bisik Andrew dengan menyeret Richard ke belakang meninggalkan Dewi sendirian dalam pesta itu.
Dewi mencoba menikmati nya meskipun ini adalah pertama kalinya Dewi di perkenalkan dengan teman Richard. Dewi melihat- lihat sekeliling dengan canggung. betapa kagetnya saat Dewi melihat ibu mertua nya Sarah juga berada di dalam pesta itu.
Dewi menghampiri Sarah. " mah" sapa nya.
" Richard mana?" tanya Sarah .
" lagi mengobrol bersama teman- teman nya, mah" jawab Dewi.
" tetap lah di sini jangan sampai kamu membuat kekacauan. Mama akan mencari Richard" perintah sarah.
Dewi menuruti perintah Sarah dia terus berdiri di tempat semula.
Dewi merasa ada seseorang pria yang terus mengawasi nya dari jauh. pergerakan Dewi semakin tidak bebas, rasa nya ia ingin sekali meninggalkan acara tersebut. tetapi Richard dan Mama nya pasti akan memarahi nya.
" Dewi.... kamu Dewi kan " ucap seseorang dari belakang Dewi. Dewi menoleh ke belakang memastikan siapa yang sedang menyapa nya.
" kak Ferdi" ucap nya dengan terheran.
__ADS_1
" benar kamu Dewi " ucap Ferdi merasa lega orang yang sedang ia awasi karena wajah nya sangat familier ternyata itu memang benar- benar Dewi.
" aku sempat tidak mengenali mu karena kamu tidak memakai hijab" ucapan Ferdi membuat Dewi merasa malu.
" kamu bersama siapa kemari? apakah bersama suami mu?." Dewi pun mengangguk kan kepalanya dengan pelan.
aku tidak akan pergi sebelum suami Dewi datang. gumam Ferdi.
" suami mu kemana?" Ferdi terus menghujami Dewi beberapa pertanyaan karena sedari tadi Dewi hanya terdiam.
" tadi dia mengobrol bersama teman nya di belakang" jawab Dewi.
" apakah kamu sudah mengambil makanan" Tanya Ferdi. Dewi pun menggeleng kan kepalanya.
" ayo... ikutlah denganku" ajak Ferdi.
" sudah ayolah" Ferdi menarik tangan Dewi. kemudian mengambil kan makanan yang berjejer. setelah mengambil makanan Dewi meminta untuk kembali lagi ketempat semula karena Dewi takut Richard akan mencari nya.
Ferdi dan Dewi pun menyantap makanan, terlihat Ferdi sangat menyukai sekali suasana malam itu bersama Ferdi. setelah beberapa jam Richard pun menghampiri Dewi yang terlihat sedang berbincang dengan seorang pria. Richard hanya bisa melihat punggung pria yang berbincang dengan Dewi karena posisi Richard di belakang pria tersebut.
baru kutinggal sebentar saja sudah kegenitan. gumam Richard.
" hei siapa kamu, berani nya berduaan bersama istri ku" Richard memegang pundak Ferdi dari belakang seperti hendak memberikan serangan tetapi Ferdi menangkis nya dengan tepat waktu. " santai bro" ucap Ferdi.
" Ferdi?? " suara Richard terheran.
" Richard ??" Ferdi balik terkaget.
" kamu suaminya Dewi" ucap Ferdi ingin segera mengetahui kebenaran nya.
__ADS_1
" aku memang suaminya" jawab Richard langsung menarik tangan Dewi dan ingin segera membawa nya pulang.
" tunggu Richard" Ferdi menahan kepergian Richard. tetapi Richard tidak memperdulikan panggilan Ferdi. dan terus berjalan dengan menarik tangan Dewi. Richard bmenghempaskan tubuh Dewi masuk ke dalam mobil. Richard kemudian menyusul masuk ke dalam. dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Dewi merasa tidak nyaman. Dewi berpegangan menggunakan kedua tangan nya. pada gagang di dekat pintu.
Richard sampai di apartemen dengan sangat cepat karena jalanan yang cukup lengah. Ferdi sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangan Dewi. saat masuk ke dalam apartemen , Richard menghempaskan kembali tubuh Dewi di atas ranjang kamar nya.
" ini bukan kamar ku " Dewi mencoba berlari keluar dari kamar Richard. tetapi dengan cepat di halangi oleh Richard.
Dewi tidak bisa berbuat apa-apa. dia hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Richard saat marah. Dewi terduduk di atas ranjang dengan meringkuk kan tangan nya.
sementara Richard tengah melepaskan pakaian nya. Dewi tertunduk menatap ke bawah. bahkan Dewi enggan sekali untuk menatap wajah Richard.
" sejak kapan kamu mengenal nya" Tanya Richard. Dewi pun tahu siapa yang di maksud Richard.
Dewi terdiam, sedari sore sebenarnya Dewi sedang enggan untuk banyak bicara. " cepat katakan sejak kapan kamu mengenal nya" Richard mengulangi pertanyaannya dengan keras, membuat Dewi pun merasa takut.
" sejak baru dua hari aku tinggal di apartemen ini" jawab Dewi. terlihat wajah Richard semakin kesal.
Richard mengepalkan tangannya. " jika kamu sudah menikah kenapa kamu mesti menggoda laki- laki lain. oh aku tahu seperti nya kamu ingin mengadu kepada Ferdi" ucap Richard dengan kesal.
" tidak, aku hanya berteman dan kami bertemu dengan tidak sengaja" Dewi mencoba menerangkan kebenaran nya agar kemarahan Richard tidak memuncak. Dewi sangat hafal jika Richard sedang marah pasti dia akan melakukan kewajiban sebagai seorang suami dan melakukan nya dengan kasar.
" itu alasan mu saja, karena kamu sudah terpojok. sebenarnya aku sudah mengetahui hubungan mu dengan Ferdi karena aku sudah memergoki mu dua kali jalan bersama Ferdi." ucap Richard.
" tapi memang benar aku tidak mempunyai hubungan dengan Nya. aku mohon percaya lah padaku " ucap Dewi dengan memohon menyatukan telapak tangannya dan terus memelas.
melihat ekspresi wajah Dewi yang terlihat seperti ketakutan membuat Richard sedikit merasa iba, di tambah lagi sebelum berangkat ke pesta mata dewa yang sembeb. membuat Richard sedikit berbaik hati untuk tidak melakukan aksinya malam ini.
" cepat kembali lah ke kamar mu" suruh Richard Dewi pun langsung menuruti perintah Richard, Dewi berjalan keluar dari kamar Richard. Dewi masuk ke dalam kamar nya dan segera menguncinya dengan rapat. Dewi mengganti bajunya dan segera tertidur.
__ADS_1