
Richard POV.
malam itu saat Dewi meminta izin kepada nya, Richard ingin sekali menawarkan diri untuk bisa menemani Dewi membeli nasi goreng, tetapi Richard masih ragu.
akhirnya saat Dewi sudah turun ke bawah setelah itu Richards pun turun mencoba mengawasi Dewi dari belakang. ingin sekali iya rengkuh gadis yang di depan nya itu, tetapi Richard urungkan. Dewi berjalan dengan cepat sambil menggerakkan tangannya mengikuti irama lagu yang ada earphone nya.
perasaan Richard yang tadi begitu gembira sejenak berubah menjadi sedih tatkala seorang yang ia kenal menghampiri Dewi pun setelah itu mereka mengobrol dengan gembira. baru kali ini Richard melihat Dewi tertawa begitu lepas membuat nya semakin tidak percaya diri akhirnya Richard meninggalkan Dewi dan Ferdi makan malam bersama.
************
setelah di rasa cacing yang di dalam perut tidak berdemo lagi dan obrolan nya dengan Ferdi telah selesai, Dewi masuk ke apartemen nya dan mendapati suasana ruangan telah sepi dan beberapa lampu ruangan pun telah padam. awal nya Dewi hendak masuk ke dalam kamar nya, karena perutnya masih sesak dengan isi nasi goreng tadi, tidak mungkin Dewi langsung tertidur, akhirnya Dewi berjalan ke arah balkon apartemen melihat keramaian jalanan dari atas, malam itu pun langit begitu cerah Dewi menatap bintang di langit yang bertaburan mereka sedang mengedip kan cahaya nya.
setelah berlama-lama menikmati keindahan malam, Dewi telah merasakan tubuhnya kedinginan kemudian Dewi pun masuk ke dalam, Dewi sedikit kesusahan saat berjalan karena beberapa lampu yang redup. tanpa sengaja tubuh Dewi menabrak sesuatu.
" aw .... " Dewi meringis kesakitan, kepala Dewi membentur sesuatu. kemudian segera mengusap dengan tangan nya.
" sss sakit " rintih Dewi
" kenapa jalan tidak lihat-lihat. " suara dari depan Dewi dan ternyata itu adalah Richard
" kamu mas, bukan nya kamu sudah tidur "
__ADS_1
" kenapa? kamu ingin aku selalu tertidur ya, agar kamu bisa berlama-lama sama laki-laki lain "
" apa maksud kamu mas "
" sudah lah, kamu tidak usah berlagak polos di depan ku " ucap Richard penuh kemarahan.
" maksud kamu kak Ferdi, aku sama kak Ferdi tidak ada apa-apa mas, kami hanya berteman "
" alesan kamu, aku tidak suka kamu dekat dengan laki - laki manapun terlebih lagi Ferdi adalah sahabat ku. kamu mengerti " Richard mencengkeram dagu Dewi dengan kencang.
" aw ... mas sakit , kenapa kamu selalu menyakiti ku, ini lah yang membuat aku tidak nyaman dengan kamu mas "
" oh, jadi sekarang kamu sudah pintar menjawab ucapan ku " ucap Richard penuh penekanan.
" aku kan sudah memberikan mu pilihan jika kamu ingin meninggalkan ku maka pergilah "
" oh, jadi mas mengusir ku , baiklah aku akan pergi sekarang juga "
Dewi berlari meninggalkan tempat Richard berdiri ke arah kamar nya. kemudian mengemasi barang-barang nya. setelah selesai Dewi pun keluar dari apartemen dengan deraian air mata, bagaimana tidak sudah hampir tengah malam dia harus pergi ke mana.?
Dewi berjalan di bahu jalan dengan kebingungan harus ke mana kaki nya di tuju. jam menunjukkan pukul 01 : 00. setiap kendaraan yang melintas mata nya tertuju pada nya, Dewi sangat risih dengan tatapan mereka. " apa karena aku menangis di pinggir jalan seperti ini, dan aku seorang wanita yang tengah malam berjalan sendirian " Dewi bertanya pada diri nya.
__ADS_1
" ya Tuhan kemana aku harus meminta pertolongan, ini kah akhir dari pernikahan ku, kenapa hidup ku seperti ini, bahkan aku di usir oleh suami ku sendiri " ucap Dewi yang kehilangan arah.
terdengar suara kendaraan bermotor berhenti di samping nya. " hai nona, mau kemana? mari Abang anterin, malam - malam begini kok jalan sendirian udah gitu pake nangis lagi " goda laki laki yang tidak Dewi kenali itu.
" gak bang... tolong jangan ganggu aku." ucap Dewi membuat laki laki yang mengendarai motor itu pun pergi.
Dewi pikir dia harus berhenti dulu kesebuah tempat, di lihatnya ada sebuah taman yang sepi dan lampu nya tidak begitu terang karena memakai lampu hias yang mengelilingi taman itu, juga masih terdapat rumah di sekitar taman itu, sehingga jika ada sesuatu Dewi bisa berteriak minta tolong.
Dewi meletakkan barang bawaannya, tidak banyak Dewi hanya membawa satu tas yang berisi Paka saja. kemudian duduk di bangku. kakinya cukup bisa beristirahat setelah menempuh perjalanan cukup jauh.
Ari mata nya terurai kembali setelah Dewi teringat akan dirinya bisa sampai di tempat itu seperti terbuang, Dewi tidak meminta pertolongan kepada siapa pun karena Dewi tidak merepotkan orang di sekeliling nya dan juga malu kalau sampai ada yang tahu tentang rumah tangga nya yang sedang bermasalah.
* Richard POV.
Richard termenung di dalam kamar, dia menelaah setiap ucapan yang keluar dari mulut Dewi, pikiran nya menjadi tidak tenang saat Dewi mengatakan bahwa dia tidak memiliki siapapun yang ia kenal disini, rasa bersalah pun menyelimuti dirinya, tetapi kata-kata itu terlanjur keluar dari mulutnya.
Richard mencoba untuk memperbaiki hubungan nya dengan Dewi, Richard mengetuk pintu kamar Dewi. setelah beberapa menit tidak ada jawaban akhirnya Richard membuka pintu kamar nya yang tidak terkunci itu.
" Dewi.... " panggil Richard saat di lihatnya Dewi tidak ada di kamar nya, arah Nya pun menuju ke kamar mandi, berfikir mungkin Dewi sedang ada di kamar mandi. setelah di buka ternyata kamar mandi itu kosong, dengan cepat Richard berpindah mencari Dewi ke setiap penjuru ruangan tetapi tetap saja Richard tidak menemukan keberadaan Dewi.
Richard pun semakin kebingungan harus mencari Dewi kemana di tengah malam seperti ini, udara di luar pun angin nya terasa sangat kencang. Richard semakin gelisah akhirnya Richard menggunakan mobil nya untuk keluar.
__ADS_1
Richard menyusuri jalanan mencari keberadaan Dewi, kecepatan mobilnya pun di angka terendah agar tidak ada yang terlewat kan . sudah beberapa jam Richard menyusuri jalanan tetapi tidak menemukan Dewi hingga waktu pun menjelang pagi. sudah beberapa kali Richard menghubungi nomor Dewi tetapi tidak aktif. akhirnya Richard memutuskan kembali ke apartemen nya.