
setelah menemani kakek keliling taman , Dewi kembali ke dalam kamar nya berjalan ke arah kamar mandi setelah selesai membersihkan diri, Dewi turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarga kakek Aditya.
saat Dewi turun semua sudah berkumpul termasuk Richard , Dewi menghampiri ke arah mereka, saat Dewi melihat ke arah Richard tatapan mata Richard seperti harimau yang ingin menerkam , karena Dewi takut Dewi mengalihkan pandangannya dan segera duduk.
" malem kek " ucap Dewi menyapa Aditya
" malam juga , cepet duduk Dewi " perintah Aditya.
" di sini cuma ada kakek Aditya yang mau menyapa ku dan baik kepada ku " gumam Dewi dalam hati yang sudah duduk dan akan menyantap makanan.
" Richard dua Minggu lagi kamu akan menikah dengan Dewi " ucap Aditya mengawali pembicaraan di meja makan yang terlihat kaku karena tidak ada yang mau bicara selain dirinya.
" mengapa cepat sekali pah, biyar kan Richard mengenal Dewi secara dalam terlebih dahulu pah " ucap Bram menyela pembicaraan Aditya.
" apa Nya yang ingin Richard ketahui yang belum Richard ketahui tentang Dewi ??? , Richard bisa menanyakan nya pada kakek " jawab Aditya.
" tapi kek , Richard tidak mencintai Dewi " ucap Richard setelah ada pembelaan dari papa Nya.
__ADS_1
" sudah , sudah lah kakek tidak mau berdebat dengan kalian , keputusan kakek sudah bulat , dua Minggu lagi kamu harus menikah dengan Dewi " perintah Aditya mengakhiri pembicaraan Nya.
Richard tidak berselera lagi untuk makan sehingga dia pergi meninggalkan meja makan. setelah semuanya selesai makan Dewi membantu para pelayan membereskan meja makan.
" biyar kan saja non , kami yang beres kan " ucap salah seorang pelayan
" enggak apa-apa bi ... lagian juga Dewi tidak melakukan pekerjaan apapun di rumah ini " ucap Dewi sambil meletakkan piring ke tempat cucian piring kotor.
setelah selesai membantu bibi di dapur , Dewi menuju ke kamar nya saat masuk ke dalam Dewi terkejut karena melihat seseorang sedang duduk di sofa kamar Nya.
" kenapa , kamu kaget " jawab Richard yang kemudian berjalan mendekati Dewi
" ada apa kamu ke kamar ku " tanya Dewi heran
" cih , emang Nya ada hal berharga apa di kamar mu ini ? ?? " tanya Richard yang meremehkan Dewi , Richard kemudian keluar dari kamar Dewi.
Dewi langsung pergi , memeriksa barang- barang Nya. dan mendapati semua barang- barang yang ia bawa dari panti berantakan. Dewi kaget Lalu langsung mengecek barang yang sangat berharga bagi dirinya yaitu sebuah gelang, surat dan selimut biru.
__ADS_1
" Alhamdulillah semua nya masih ada " ucap Dewi sambil memeluk barang tersebut . Dewi kemudian membereskan barang barang yang telah Richard rusak dari tempat yang rapi itu.
" Richard , kenapa kamu sangat jahat pada ku" gumam Dewi dalam hati .
setelah itu Dewi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan menyikat gigi sebelum tidur.
pagi -pagi sekali Dewi sudah terbangun ia berjalan keluar kamar hendak membantu menyiapkan sarapan pagi. Dewi berada di depan pintu kamar Nya, ia seperti mendengar suara dari sebelah kamarnya.
" suara apa itu , bukan nya kamar di samping ku kosong yah " ucap Dewi berjalan mengecek kamar di samping Nya yang sedikit terbuka. Dewi memegangi gagang pintu sehingga pintu itu sedikit bertambah terbuka.
saat Dewi memasukkan kepala Nya di sela pintu , Dewi terkejut mendapati seseorang yang sedang berdiri yang hanya menggunakan sebuah handuk yang melilit di pinggang Nya .
" huh ... " ucap Dewi yang refleks menutup pintu kamar nya dan pergi berlari Takut di ketahui sang pemilik kamar.
" siapa itu " ucap Richard yang merasa pintu kamar Nya mengeluarkan suara pintu yang terbanting sambil berjalan ke arah suara tersebut, Richard membuka pintu dan mengecek Nya di luar, tapi tidak mendapati siapapun di luar.
" siapa ya , pasti cewek sialan itu , awas saja kalau di berani-berani masuk ke dalam kamar ku " ucap Richard yang kemudian masuk kembali ke dalam kamar nya.
__ADS_1