
Amarah Richard begitu menggebu-gebu. sehingga Richard langsung meluapkan nya dengan menemui Sheila dan memperingatkan nya. gara-gara kejadian itu seperti nya Richard sudah malas balik lagi ke kantor. tetapi dia juga bingung harus berbuat apa, kata hati nya menuntun nya untuk menemui Dewi meski jam kuliah belum selesai tetapi rasa untuk selalu melihat Dewi sangat besar.
Richard memarkirkan mobil nya di depan kampus. dia menunggu Dewi di dalam mobil. sambil meredam kan pikiran nya. tentang masalah pekerjaan atau tentang Sheila. seperti nya hanya Dewi yang mampu menenangkan pikiran nya itu.
Richard menatap jam di tangan nya dan menunjukkan jam istirahat kuliah. Richard menghubungi Dewi.
di tekan lah Nomer Dewi. tertulis " istri ku sayang " di layar ponsel Richard.
*Richard: hallo sayang , kamu sedang di mana?.
Β
Dewi: aku lagi mau jalan ke kantin bersama Anita, kenapa memangnya mas.?.
Β .
Richard: aku sekarang lagi di parkiran kampus, kamu kesini yah.
Dewi : hah, kamu disini sekarang mas. yaudah aku kesana sekarang.
" ada apa dew." tanya Anita setelah mendengar percakapan Dewi di telpon.
__ADS_1
" suamiku sekarang sedang menunggu ku di depan. aku kesana dulu ya. eh tapi nanti kamu sama siapa makan di kantin?.
" tenang saja, banyak anak -anak yang lain kok"
" maaf ya Anita, aku kesana dulu ya" setelah itu aku pun berlalu, kini langkah kaki ku. menyusuri lorong gedung kampus.
" mas " sapa Dewi saat sudah berada di depan mobil dan Richard berada di dalam nya.
" cepat masuk " suruh Richard.
" memang nya kita mau kemana?. mas gak kerja "
" nanti aku jelaskan di dalam mobil, sekarang masuk lah " perintah Richard. Dewi pun menuruti nya, kini Dewi berada di dalam. Richard pun segera melajukan mobilnya.
*****
Pagi hari setelah aku menyiapkan bekal untuk Richard di kantor, aku membantu bi Narti melakukan pekerjaan rumah karena hari ini tidak ada mata kuliah sehingga aku bermalas- malasan di dalam rumah. sebenarnya Richard mengajak ku untuk ikut ke kantor nya, tetapi aku lebih memilih istirahat di rumah. sambil bantu-bantu bi Narti.
aku menyapa kakek yang sedang duduk di ruang TV. pekerjaan sehari-hari kakek hanya seperti itu kadang aku juga merasa kasihan pada kakek yang hanya melakukan aktivitas itu - itu saja. " kakek benar-benar Kesepian" ucap ku dalam hati.
Aku duduk di samping Kakek untuk menemani nya mengobrol. hampir setengah jam aku duduk bersama kakek setelah itu aku kembali ke kamar untuk rebahan. tetapi baru saja aku meluruskan kaki-kaki ku. suara ketukan pintu ku dengar.
__ADS_1
" siapa lagi" batinku. suara ketukan itu pun tidak mau berhenti. " iyaa. sebentar " ucap ku yang mengangsurkan kaki ku kebawah.
aku berjalan dan ku buka pintu kamar ku.
" bi Narti ?. ada apa bi?" Tanya ku dengan melihat tangan bi Narti menggenggam sesuatu.
" ini, non. bibi menemukan ini di depan" bi Narti menyodorkan aku sebuah karangan bunga yang di ikat.
" ini untuk siapa?" Tanya ku.
" tidak tahu non, tapi tertulis nama non, jadi bibi antar kesini saja." terang bi Narti.
" coba aku lihat " kini karangan bunga itu sudah berada di tangan ku. bi Narti pun meninggalkan aku. aku tutup pintu kamar dan terus mengamati bunga di tangan ku. memang tertulis untuk ku. tapi aku juga tidak melihat siapa pengirimnya.
Tertulis " to Dewi. sorry " dan tidak tertera siapa pengirimnya. pertanyaan berkemunculan di pikiran ku. siapa kah yang mengirimi ku bunga?. aku bingung, siapa orang yang punya salah kepada ku, sampai dia mengirim kan bunga permintaan maaf. aku berfikir kemana-mana. tetapi mata ku semakin berat. aku mengantuk, lalu aku letakkan saja bunga itu di atas meja. kemudian aku merebahkan tubuh ku kembali yang sempat terganggu. kemudian aku terlelap dalam tidur ku.
***
terimakasih sudah membaca karya ku.
Ada lagi karya ku yang lebih baik lagi. judul nya " kisah cinta gadis pemalu " di angkat dari kisah nyata. dan cerita nya akan lebih seru saat Rahma menjalani pernikahan nya.
__ADS_1
jadi jangan lupa baca, like and vote ya.
terimakasih πππππβΊοΈ