
" aku tidak apa-apa mas, ibu ini tidak lihat-lihat saat berjalan. jadi kita bertabrakan."
Richard menoleh ke arah ibu yang sedang berurusan dengan Dewi.
" ibu lain kali kalau jalan harus lebih berhati-hati ya." mereka berdua pun saling tatap, Richard begitu terkejut ternyata orang yang sedang berada di depan nya itu, tidak lain adalah mertuanya.
* DEWI POV
" mama "
Dewi menelaah ucapan Richard menekan kan pada kata " Mama ?" maksud nya Mama siapa.? tidak mungkin itu Mama Sarah, aku mengenal nya sangat baik.
" maksud mu, Mama siapa mas" aku mulai penasaran. aku menebak-nebak sendiri. jangan-jangan dia adalah.... belum selesai aku berfikir.
" Dewi. dia adalah mama mu." ucap Richard tanpa keraguan.
" maksud nya?"
" dia adalah HELENA wanita yang sudah melahirkan mu." seketika itu tubuh ku jadi lemas, ternyata seperti ini perasaannya. tanpa aku duga helena memeluk tubuh ku. kami sama-sama bergetar. aku merasakan terdengar suara tangisan dari mulutnya.
" maafkan mama Dewi sayang."
" maaf.... huuuu... " suara tangisan nya semakin kencang. aku diam terpaku antara bingung harus bahagia atau sedih. tetapi pelukan itu terasa sangat hangat. ternyata seperti ini kah rasanya di peluk oleh orang yang melahirkan kita. harusnya aku mendapatkan ini sejak dulu.
" jangan tinggalkan aku mah, aku kedinginan setiap ada hujan aku selalu menyendiri di pojok panti. entah kenapa aku selalu takut dengan hujan." rasanya di peluk Mama rasanya sangat nyaman sekali. aku takut kehilangan kehangatan ini lagi.
" huuuu.... maafkan Mama sayang.... mama terpaksa melakukan itu semua. Mama janji tidak akan meninggalkan mu lagi setelah ini." Mama berbalik menatap ku, beliau memegang wajah ku, mengelus nya dengan sangat pelan. aku melihat banyak kerinduan di mata nya. wajah ku di rangkum nya di ciumi nya Senti demi Senti dengan mulut nya terus berucap. " Dewi sayang maafkan Mama " dan kembali memeluk ku dengan tangisan yang kencang. aku melihat nya seperti Mama sangat menyesali nya. tangisan itu tidak mau berhenti sampai aku berusaha menenangkan nya.
" sudah mah, semua nya sudah terjadi. kita sudah tidak bisa mengulangi waktu."
" apa kamu mau memaafkan mama, Mama tidak akan tenang sebelum mendapatkan maaf dari mu "
" iya mah aku memaafkan Mama."
__ADS_1
" huuuu ... " Mama menangis semakin kencang.
" terimakasih sayang.. Terimakasih.... " ucap nya. aku meminta Mama untuk duduk, Richard membantu mama untuk duduk karena tubuhnya lemas."
aku memberikan nya air putih berusaha membuat nya tenang. " terimakasih Dewi.." kata -kata itu terucap terus dari mulutnya. aku memegang tangan nya. " sudah mah, jangan menangis lagi."
setelah beberapa menit mama sudah mau tenang tidak menangis lagi. beliau pun mulai bercerita tentang alasannya membuang ke panti. aku sangat terkejut ternyata selama ini mama juga menderita harus berpisah dengan ku. " lalu di mana papa mah, aku ingin bertemu dengan beliau."
" sejak kejadian itu mama tidak pernah melihat nya lagi."
" kapan Mama terakhir bertemu dengan papa.". ucap Richard merasa penasaran dengan kabar dari papa mertua nya itu.
" mama terakhir bertemu dengan nya di saat pagi hari ketika itu papa mu izin pamit akan mencari pekerjaan, karena setelah kakek mu mengetahui hubungan mama dengan Vicky. kakek kamu memecat Vicky ."
" apa.. menghilang nya papa ada sangkut pautnya dengan kakek." ucap Richard lagi yang dari awal memang menemukan kejanggalan pada Vicky yang tiba-tiba menghilang.
" entahlah, mama tidak berfikir sampai kesitu, tetapi jika di lihat dari kepribadian dan sikap Vicky, mama rasa dia pasti akan mencari mama sampai ketemu karena Vicky sangat mencintai mama dengan tulus."
" Richard akan mencari keberadaan papa sampai ketemu. mama tinggal menyerahkan alamat papa."
terlihat guratan kesedihan di wajah Dewi memikirkan bagaimana nasib papa nya sekarang.
"semoga papa dalam keadaan baik-baik saja" gumam Dewi dalam hati.
setelah obrolan mereka selesai, mereka masuk ke dalam mobil untuk pulang. di dalam mobil Helena meminta izin kepada Richard untuk membawa dewi ke rumah nya dan menginap beberapa hari karena ingin melepas rindu. dan Richard mengizinkan nya. mobil yang semula mengarah ke kediaman Richard dan Dewi kini berbelok ke arah rumah Helena.
Richard, Dewi masuk ke dalam rumah Helena yang sangat besar itu. di ruang tamu Dewi menatap sebuah foto keluarga yang menempel di dinding dengan model figura yang sangat besar. itu adalah foto Helena bersama dengan suami dan kedua anak nya, laki-laki dan perempuan. dari foto wajah anak laki-laki seperti nya umur nya tidak terlalu jauh dengan dirinya, pikir Dewi.
sementara anak perempuan itu cantik dari segi mata tidak beda dengan wajah Dewi.
" itu Jhonatan dan Prita mereka sedang pergi seperti nya mereka sebentar lagi akan pulang. " terang Helena yang melihat Dewi terus menatapi foto keluarga nya.
" Richard di minum dulu." suruh Helena sambil meletakkan minuman dan beberapa makanan yang ia ambil dari dapur.
__ADS_1
" iya mah, nanti Richard ambil sendiri." jawab Richard.
" Dewi. kamu malam ini tidur bersama mama ya."
" mmm.. baiklah terserah Mama saja."
" tapi, bagaimana dengan Richard mah, harus tidur dengan siapa?"
" untuk sementara kamu tidur di kamar tamu dulu ya. gak apa-apa kan?"
" hehehe... gak apa-apa mah, Richard hanya bercanda. lagian Richard juga mau pulang saja karena tidak membawa baju ganti."
" kenapa pulang, kalau soal baju ganti kamu bisa pinjam punya Jho."
" enggak mah Richard harus pulang karena mau mengerjakan pekerjaan kantor karena besok laporan itu mau Richard bawa ke kantor besok."
" Richard pamit dulu yah mah"
" eh, masih juga sore. nanti saja sekalian Mama mau memperkenalkan ke anak-anak Mama seperti nya mereka juga sebentar lagi pulang. ayo kita makan dulu kue nya." Helena mengajak Richard untuk duduk kembali.
setelah beberapa jam lamanya Dewi dan Richard menunggu Jhonatan dan Prita pun datang. " selamat malam mah" ucap Jho saat baru memasuki pintu utama. di lihatnya rumah nya sangat rameh berbeda dengan biasanya.
" kalian sudah datang. sini " Helena menarik tangan Jho dan Prita dan memperkenalkan nya secara bergantian.
" mereka siapa mah? tanya Jho dengan heran saat di lihat tamu mama nya itu baru dia lihat.
" Jho, Prita. ini adalah Dewi anak mama yang sering mama cerita kan dahulu."
" apa.? jadi anak mama yang dahulu di titipkan ke panti itu sudah ketemu." ucap Prita dengan kaget.
" benar sekali dan malam ini Dewi akan tidur bersama mama."
" bagaimana Mama langsung percaya saja bahwa dia adalah anak mama, bisa saja kan dia itu hanya ingin harta mama saja" Prita kembali bersuara.
__ADS_1
" Prita jaga ucapan mu." suruh helena. seketika itu juga Prita diam.