
Setelah kami menghabiskan malam indah bersama, Pagi nya Richard terbangun pagi-pagi sekali. " mas, kok tumben. jam segini sudah siap-siap." ucap ku sambil melihat jam di dinding masih menunjukkan jam enam pagi, tetapi Richard sudah rapih.
" iyach. pagi ini aku mesti ke kantor mengambil beberapa dokumen, setelah itu aku harus berangkat ke beberapa cabang di luar kota."
" kok kamu tidak bilang, aku kan bisa menyiapkan sesuatu nya dari semalam."
" tidak apa-apa, nikmati waktu mu, aku bisa menyiapkan nya sendiri."
" berapa hari kamu mas di luar kota." ucap ku masih di atas ranjang terbungkus selimut.
" mungkin 3-4 hari aku di sana. sini " Richard berjalan ke arah ku. dan menghujami beberapa ciuman di wajah ku.
" aku mau mandi dulu mas." tolak ku yang merasa takut Richard akan bau karena aku belum mandi.
" tidak usah, waktu ku tidak banyak. aku harus segera pergi setelah ini."
" loh, tidak mau menunggu ku mandi dulu sebentar, setelah itu aku akan mengantar mu sampai depan."
" tidak usah, aku hanya ingin berlama-lama dengan mu, karena besok aku pasti sangat merindukan mu." ucap Richard dengan terus memeluk dan mencium ku.
" jaga diri baik-baik Yach. Cup." setelah itu Richard berjalan ke luar meninggalkan ku di kamar. aku sedikit menyesal karena tidak mengantar nya sampai depan.
Aku keluar dari kamar ku pada pukul tujuh pagi, kulihat meja makan sudah tertata rapi dengan makanan. aku melihat mama berjalan ke arah ku. " suami berangkat kerja tidak di antar, malah asik-asikan di dalam kamar. mama bingung, kenapa Richard bisa mencintaimu. " ucap mama sambil duduk di kursi. membuat mood ku menjadi buruk. aku tidak ingin sarapan lagi. tidak tahu kenapa saat aku melihat makanan di depan ku, rasanya perut ku sangat mual perut ku seperti mau muntah. aku pun tidak bisa menjawab ucapan mama. dan akhirnya aku pergi meninggalkan mama di meja makan sendirian.
Aku pergi ke kampus menggunakan ojek online, seperti biasa. setelah aku memesan nya ojol pun datang menghampiri ku di depan.
Aku sampai di depan kampus dan melihat Anita sudah berada di gerbang kampus seperti nya Anita juga baru sampai.
__ADS_1
" Dewi... " teriak Anita saat dia sudah melihat keberadaan ku.
aku pun membalas melambaikan tangan ku, sambil berjalan ke arah nya.
" kita ke kantin yuk, aku belum sarapan nih" Anita langsung mengajak ku saat aku baru sampai menghampiri nya.
" aku enggak mau " ucap ku.
" kenapa memangnya, kamu sudah sarapan?" tanya Anita.
" belum " aku menggeleng kan kepala ku.
" Nanti kamu sakit lagi kaya kemarin, ayo ikut " Anita menarik ku menuju ke arah kantin.
" tidak Anita, aku tidak mau" aku mencoba menarik tangan ku agar terlepas dari tangan Anita.
" mm...m aku... "
" kenapa?"
" tadi pagi saat aku melihat makanan. perut ku sangat mual dan seperti ingin muntah " jawab ku.
" apa? , jangan-jangan kamu... "
" jangan-jangan kenapa ?" tanya ku.
" jangan-jangan kamu hamil."
__ADS_1
" hamil?"
" iya, hamil."
aku berfikir sendiri, apa iya aku hamil. bukan kah gejala masuk angin juga sama seperti itu. ah mungkin aku hanya masuk angin. tegas ku dalam hati.
" jadi bagaimana?. kamu masih ingin ikut aku ke kantin" dengan cepat aku menggeleng kan kepala ku menjawab pertanyaan dari Anita.
" baiklah, kamu tunggu di Kelas saja, aku mau ke kantin dulu. tapi apa kamu tidak apa-apa, kalau kamu tidak sarapan."
" aku tidak apa-apa" Jawab ku. Dari pada aku muntah, lebih baik aku tidak sarapan.
***
jam kuliah pun selesai Anita masih membujuk ku untuk makan siang tapi aku masih menolak nya.
" Dewi kamu di jemput?"
" tidak.."
" kenapa?"
" karena Richard sedang berada di luar kota. jadi beberapa hari ke depan aku berangkat dan pulang dari kampus sendirian."
" ayo. aku antar saja."
" apa tidak merepotkan mu" tanya ku.
__ADS_1
" ya ampun kamu sama teman sendiri kaya sama siapa saja." Anita menggandeng tangan ku menuju ke mobil Anita. kami jalan bersama.