
Setelah beberapa jam, Dewi sudah berada di kamar pasien. kakek dan bi Narti masuk ke dalam dan menghampiri Dewi yang terbaring di ranjang pasien dengan selang infus terpasang di lengannya. dan masih dalam keadaan tidak sadar. kakek menyentuh lengan Dewi. memijat nya dengan perlahan. rasa bahagia masih terlihat dari raut wajah kakek.
" Tuan besar, bagaimana dengan tuan Richard.? apakah sedang menuju kemari.?"
" benar, Richard sekarang sedang di jalan. mungkin beberapa menit lagi Richard sampai.!!"
" syukur lah tuan besar. nanti setelah tuan Richard datang. saya mau izin untuk balik ke rumah, karena banyak pekerjaan."
" iya tentu."
*****
Richard berlari saat memasuki rumah sakit dan langsung menuju ke resepsionis mencari tahu kamar Dewi di rawat. setelah mengetahui Richard kembali berlari, rasanya Richard sangat tidak sabar mengetahui keadaan Dewi. saat ia tinggalkan Dewi dalam keadaan baik-baik saja. begitu mendengar keadaan Dewi sedang berada di rumah saki, Richard sangat terkejut.
Richard masuk ke ruangan dan melihat keberadaan kakek dan bi Narti yang sedang duduk menjaga Dewi.
" kakek..." ucap Richard di ambang pintu.
" bagaimana keadaan Dewi?. kenapa Dewi sampai berada di rumah sakit bukan nya saat aku tinggal pergi Dewi baik-baik saja?."
" kamu sudah datang rupanya. tenang dulu Richard". kakek berusaha menenangkan Richard. dan menyuruh Richard duduk.
Mendengar beberapa orang berbicara di samping nya membuat dewi terbangun. Dewi membuka matanya secara perlahan.
__ADS_1
Richard langsung berhambur di samping Dewi.
" sayang. kamu kenapa "
" mm... kamu sudah datang mas,." wajah Dewi masih terlihat pucat.
" a.. ku baik-baik saja mas!!."
" bagaimana kamu bilang kamu baik-baik saja?. kamu membuat ku sangat khawatir?. Richard terus menciumi tengkuk tangan Dewi. tidak mendapatkan jawaban dari Dewi. akhirnya Richard bertanya keadaan Dewi kepada kakek.
" Richard kamu akan menjadi seorang ayah." jawab kakek setelah Richard melempar kan pertanyaan kepada kakaknya itu.
" apa?" Richard menoleh ke arah kakek.
" apa, aku tidak salah dengar."
" benarkah kek." rasanya Richard masih belum mempercayai nya. Lalu Richard langsung memeluk Dewi. " terimakasih sayang " suara haru biru di antara keduanya karena Dewi pun baru mendengar nya saat itu.
" terimakasih. "
Richard terus mengucapkan rasa syukur nya.
setelah beberapa menit bi Narti izin pamit pulang ke rumah kepada kakek.
__ADS_1
bi Narti pun pergi meninggalkan rumah sakit sementara Richard dan kakek mengobrol di depan kamar pasien. meninggalkan Dewi yang kembali tertidur.
Richard bercerita kepada kakek bahwa sebentar lagi dia akan segera menemukan keberadaan orang tua Dewi. setidaknya itu sedikit hadiah untuk Dewi yang akan menjadi seorang ibu. " bagus Richard, kakek bangga padamu karena menjadi seorang suami yang baik dan mencintai istrinya." puji kakek.
selama tiga hari di rawat di RS, Sarah tidak pernah mengunjungi Dewi sekali pun. hal itu membuat kakek sedikit kesal kepada nya.
Menjelang sore Dewi pulang dari rumah sakit di dampingi kakek dan Richard. Richard menuntun Dewi turun dari mobil dengan hati-hati. Richard, kakek dan Dewi masuk bersamaan ke dalam rumah, mereka melihat Sarah sedang asik menonton TV. wajah kesal terlihat jelas di wajah kakek yang mengeluarkan guratan.
" Richard, bawa Dewi masuk ke dalam kamar nya. kakek akan berbicara kepada ibu mu."
" baik, kek."
Aditya berjalan dengan cepat ke arah Sarah. Lalu mematikan tayangan TV yang sedang di lihat oleh Sarah.
" keterlaluan. tidak bisa kah kamu sedikit menampakkan perhatian untuk Dewi?." bentak Aditya.
Sarah yang tidak berani melawan ucapan dari mertua nya itu lebih memilih diam dan menundukkan kepalanya. merasa memang sikapnya yang salah. setelah selesai memarahi Sarah Aditya berjalan ke dapur menyuruh bi Narti membuat kan makanan untuk Dewi.
Aditya masuk ke dalam kamar Richard dengan membawakan nampan berisi makanan. " Dewi. kamu makan dulu" ucap kakek yang melihat Dewi sedang di pijat kaki nya oleh Richard.
" sini kek, biar aku yang menyuapinya."
Dengan segera Richard menyendokkan makanan kedalam mulut Dewi, pada suapan pertama. Air mata dewi tidak dapat di bendung. Dewi menangis sambil mengunyah makanan. " kenapa kamu menangis sayang."
__ADS_1
" aku hanya terharu, kakek dan kamu begitu perhatian kepada ku mas." Richard kemudian menggenggam tangan Dewi menenangkan suasana hatinya.
" Mulai sekarang aku akan selalu ada di sisi mu dalam suka dan duka." ucap Richard di dalam hatinya.