Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Mengajak Nya Untuk Tinggal Bersama.


__ADS_3

*** Vicky POV


Baiklah papa akan menceritakan semua nya kepada mu, tanpa harus ada yang di tutup-tutupi.


" Nama kamu siapa? " Vicky bertanya sambil menyuruh anak nya itu untuk duduk, Richard pun menyusul duduk di samping Dewi.


" Nama ku Dewi pah."


" Nama yang indah. ternyata Helena masih menggunakan nama yang kami pilih dahulu." Vicky diam sejenak seakan menerawang ke belakang.


" Kenapa pah.?".


" Tidak, papah jadi teringat saat papa dan mama mu masih bersama, dulu kami merencanakan nama itu saat usia kandungan Helena masih dua bulan, karena sangat senang nya kami sudah bertukar pikiran tentang pemberian nama bayi kami, dahulu ada dua pilihan jika anak kami berjenis kelamin laki-laki maka kami akan memberi nama hamaza Alfiansyah, dan jika perempuan akan di beri nama Dewi Anjani, sama seperti yang kamu miliki sekarang. Sayang nya semua mimpi indah kami berakhir hanya karena ego dari orang tua Helena yang tidak merestui hubungan kami, karena Helena ingin di jodohkan dengan laki - laki pilihan orang tua Dewi.


" huftt... " Vicky menghela begitu panjang, seakan sangat menderita dengan hidupnya.


"orang tua mana juga yang mau menikah kan anak nya dengan orang yang miskin, juga tidak memiliki siapapun.


Papah sadar, papah terlahir dari keluarga biasa sedangkan Helena anak satu-satunya dari pewaris tunggal Gunawan Sasmita pemilik perusahaan property terbesar. Dan papa hanya karyawan biasa di perusahaan Gunawan Sasmita itu.


Helena dan papa di pertemukan di perusahaan nya, karena sering bertemu, entah mengapa mama mu sangat menyukai papah, dulu papah sudah mencoba menolaknya tetapi Helena semakin memberikan perhatian nya kepada papah. bahkan mama kamu mau meninggalkan kedua orang tua nya demi hidup bersama papah. kami pun hidup bahagia berdua terpisah dengan orang tua Helena. sampai pada hari buruk itu terjadi. papa di pecat oleh kakek mu, untuk memenuhi kebutuhan hidup kami, papa berusaha mencari pekerjaan kesana-kemari, pagi itu setelah mama mu menyiapkan sarapan untuk papa, papah pergi mencari pekerjaan tiba-tiba papah di hadang beberapa orang yang berpenampilan seperti preman. saat mereka menempel kan kain di hidung papa, papa sudah tidak sadarkan diri. papa saat sadar ternyata papa sudah berada di rumah sakit. menurut orang yang menolong papa, saat itu papa berada di rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan. dokter bertindak secepat mungkin karena tidak ada keluarga papa yang mengantar papa ke rumah sakit. akhirnya kaki papa harus segera di amputasi akibat luka yang cukup serius, sehingga harus segera di ambil tindakan amputasi.

__ADS_1


"saat papa sadar kan diri, papa begitu syok melihat keadaan papa. tetapi ada keluarga Fatma yang terus mendampingi dan terus memberikan support nya dan terus menyemangati papa. karena papa bingung harus kemana akhirnya papa tinggal bersama orang tua Fatma. waktu pun berlalu dengan cepat takdir memisahkan kami, orang tua Fatma meninggal mereka pun menitipkan Fatma kepada papa, padahal yang menjadi beban hidup adalah papa bukan Fatma. orang tua Fatma malah menitipkan anak mereka kepada orang yang bahkan mengurus diri sendiri nya saja tidak bisa.


papa sudah bertanya kepada orang-orang di mana papa sekarang berada papa berfikir ternyata papa di bawa cukup jauh dari rumah papa yang dulu . sehingga membuat papa hanya bisa pasrah tinggal di tempat ini, dengan kondisi papa sekarang. mungkin sampai akhir hidup papa akan di sini.


dan papa tidak bisa menemui mama mu yang tengah hamil itu. sejak saat itu, papa sudah tidak pernah tahu kabar dari mama mu.


" papa... huuu...." Dewi pun terisak mendengar kan cerita papa nya itu, bagaimana juga jika papa nya mendengar cerita nya Dewi yang menjalani hidup di panti asuhan. mengingat itu Dewi berlari memeluk papa nya seakan ingin saling berbagi kesedihan di antara mereka.


Dewi mengajak Richard berbicara, meminta izin untuk membawa nya pergi secepat nya dari rumah yang sangat kumuh itu. dan Richard mengizinkan nya. Dewi sangat tidak ingin berlama-lama lagi di rumah itu.


" papa ikut Dewi ke rumah Dewi yah." ajak Dewi. Vicky hanya diam, pasrah dengan apapun yang akan di lakukan Dewi pada nya. ibu Fatma pun di paksa Dewi untuk ikut, Fatma awal nya menolak, tetapi berkat Dewi membujuk nya Fatma akhirnya menuruti kemauan Dewi. tapi dengan satu syarat, jika ia tidak betah hidup di kota maka Dewi harus bersedia mengantar nya kembali.


mereka pun sudah masuk ke dalam mobil, karena jalanan begitu terjal ternyata mereka kemalaman di jalan, Richard mencari hotel terdekat untuk mereka menginap, karena jika di lanjutkan akan kemalaman di jalan. di hotel Richard memesan 3 kamar.


Dewi dan Richard mengobrol di dalam kamar.


" kenapa tidak tinggal di rumah mama Helen?"


" aku mencurigai apa yang terjadi kepada papa ku itu semua karena orang tua mama Helen."


" iya, aku juga sempat mengarah ke situ, tapi karena belum yakin, aku tidak mau mengungkapkan nya. "

__ADS_1


" tunggu sampai aku mendapatkan bukti-bukti yang komplit, jika dugaan ku sampai benar. maka aku tidak akan lagi mau serumah dengan mama Helen."


" Loh, kenapa yang, ?. bukan nya mama Helen juga menderita dengan kejadian ini."


" aku tahu, tapi tetap saja, jika aku di sana maka aku akan terus ikut memakan harta kakek. aku benci jika semua dugaan ku benar. bahkan harta yang di miliki kakek dan mama Helen, tidak akan merubah kaki papa yang cacat itu.. arghh... huuu... hiks. kenapa nasib papa ku semenyedihkan ini."


***


Pagi hari setelah sarapan, Richard, Dewi, Vicky dan Fatma. sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka. tinggal beberapa km lagi setelah itu mereka akan sampai.


tin .... tin ... tin....


bunyi klakson mobil Richard berhenti di depan rumah nya, rasanya begitu berbeda setelah beberapa bulan ini dia tidak pernah berkunjung lagi kesini. kakek yang begitu mengenali suara mobil Richard dengan cepat keluar dari rumah dan menyambut kedatangan cucu kesayangan nya itu.


" kakek.... " teriak Dewi yang begitu sampai dia langsung turun menghampiri Kakek nya yang sudah berdiri di depan.


" hahaha... " kakek tertawa terbahak-bahak saking senangnya. Dewi pun salim kepada kakek dan memeluknya dengan rasa rindu. Dewi pun teringat kedatangan nya bukan hanya dengan Richard tetapi juga bersama papa yang baru ia temukan itu.


" kakek... bisa bicara sebentar." ucap Richard tanpa basa-basi membawa kakek nya itu masuk untuk membicarakan hal penting. sementara Dewi mengajak Vicky dan Fatma untuk turun dari mobil Fatma pun membantu Dewi menurun kan Vicky dan mendudukkan nya di kursi roda. kemudian masuk ke dalam rumah.


***🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Rasanya sangat terharu dengan orang yang selalu memberikan vote. Agar novel ku selalu naik. Awalnya aku menulis hanya untuk keisengan, tetapi pas melihat ada yang memberikan vote nya sampai angka 700 lebih vote. Ini bukan main - main lagi untuk ku, ada yang selalu menunggu aku agar melanjutkan ceritanya walaupun sifat males, dan kadang gak ada ide selalu menghampiri ku. Tetapi mereka selalu menunggu. Terimakasih yang sudah memberikan vote andaikan novel ku bisa masuk ranking ke 10 Saja pasti aku akan memberikan hadiah untuk yang memvote terbanyak. Love you all. 😘😘😘. maaf kan semua keterbatasan ku. ❀️❀️❀️😘😘😘.


__ADS_2