
Richard pulang dari kantor ia lemparkan tas Nya ke sembarang arah. " Dewi ... ...."
suara Richard menggelegar di ruangan. seakan Richard ingin segera menerkam Dewi.
"ada apa tuan " suara Dewi terdengar dari balik dapur masih menggunakan apron Nya.
"plak "
sebuah tamparan mendarat di pipi lembut Dewi. Dewi mengelusi pipinya yang sedikit panas bekas tamparan Richard.
" kenapa tuan menamparku " suara Dewi sedikit melemah.
" berani sekali kamu menghubungi kakek, agar kamu bisa kuliah " Richard meninggikan suaranya, seperti tidak ada rasa bersalah sekali telah bermain kasar terhadap seorang wanita.
Dewi terdiam mendengar ucapan Richard, Dewi memang telah menelfon Aditya agar mengijinkan nya agar bisa kuliah , tetapi Dewi tidak pernah menyangka Richard akan sekasar itu.
Dewi masuk ke dalam kamar Nya, ia masih terus memegangi pipinya nya yang sakit,
" bagaimana ini, apa aku mundur saja ,
tidak aku harus kuat, demi apapun aku harus melanjutkan sekolah ku, walau apapun yang akan terjadi " tekad Dewi.
Tubuhnya ia balikkan lagi membuka pintu kamar Nya, Dewi menuju ke dapur menyiapkan makan malam Richard.
Dewi Ambil setiap masakan yang telah ia masak sebelum Richard datang. di letakkan Nya di atas meja makan kemudian menata Nya dengan rapi.
kenapa kamu bisa setegar ini Dewi , biyar kan saja pria itu kelaparan dia telah jahat pada mu, ah mungkin kini aku sudah terbiasa dengan sikap nya. suara suara yang berkecamuk di dalam diri Dewi seakan sedang menasehati.
tok tok tok
Dewi berada di depan kamar Richard. " tuan makan malam Nya sudah siap " Dewi berbicara dari balik pintu , kemudian berjalan kembali ke arah dapur . berdiri di samping meja makan seperti penjaga yang sedang menunggu tuannya.
Richard sudah terduduk dengan sombongnya di kursi seperti tidak memiliki dosa, Dewi mengambil kan makanan ke atas piring. Richard menyantap makanan itu dengan lahap lalu meminum segelas air putih yang telah Dewi siapkan , mengelap mulutnya dengan tisu . Richard hendak berdiri karena telah selesai sarapan , seketika Dewi memegang tangan Richard.
" tolong izinkan aku tuan " suara Dewi memelas, Richard berdiri mematung.
"lepaskan"
__ADS_1
Richard menghempaskan tangan Dewi. terpikir dalam benak jahat dalam diri Richard.
" baiklah, asal kamu mau menuruti semua perintah ku " Richard mengisyaratkan.
" apa itu tuan " suara Dewi terheran. bagaimana bisa laki laki ini mengizinkan Nya begitu mudah, seperti nya aku harus hati-hati.
" apapun itu kedepannya kamu harus menuruti semua perintah ku ," Richard meninggalkan Dewi masuk ke dalam kamar nya.
" baik lah tuan " suara Dewi terdengar lebih keras berharap Richard mendengar suara nya.
"kenapa dia sampai berteriak seperti itu" Richard menggeleng kan kepalanya dan mulut nya terus mendesis. Richard duduk di tepi ranjang " kenapa tidak aku kerjain aja , si gadis kampungan itu "
kaki nya ia langkah kan kedepan kamar.
"Dewi " suara Richard keras.
"iya ... " balas Dewi berteriak. Dewi berjalan menghampiri Richard.
Dewi sudah masuk kedalam kamar Richard . " apa tuan, apa tuan memanggil saya"
" sini kamu, memang nya ada orang lain lagi selain kamu, dasar gadis kampung. " Richard menginginkan Dewi lebih mendekat lagi.
" apa yang kamu katakan di belakang ku " Richard berbalik ke arah Dewi.
"tidak , aku tidak mengatakan apapun , tadi hanya ada semut lewat saja " ucap Dewi menyangkal
" kamu tidak usah berbohong kepada ku , jelas - jelas tadi aku dengar suara mu "
alasan saja, ngapain juga itu semut malam -malam lewat. gumam Richard dalam hati.
" kamu ini banyak omong sekali, aku jadi hampir lupa"
" Lupa apa tuan" Dewi terheranan
"Lupa akan tugas mu , kenapa sekarang kamu makin banyak tanya, cepat pijitin badan ku , semua nya terasa pegal sekali" ucap Richard
" apah " Dewi kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut Richard
__ADS_1
"apa aku harus selalu mengulangi perkataan ku, cepat kamu pijit badan ku" Richard sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
" tapi tuan, aku tidak pernah memegang tubuh seorang laki-laki , apalagi sampai memijatnya" Dewi semakin gugup
" aku tidak peduli, cepat pijitin tubuh ku, kalau sampai aku harus mengulangi perkataan ku, maka aku akan membuang mu ke ke sungai" ancaman dari Richard
mendengar ancaman dari Richard Dewi langsung naik ke atas ranjang, langkah Nya begitu pelan seperti tidak yakin yang akan dia lakukan.
"berjalan saja kamu lama sekali, seperti siput saja " protes Richard
"baik tuan" Dewi mempercepat langkahnya. kemudian duduk di samping Richard yang telah menidurkan badan nya sambil bertelanjang dada. tangan Dewi hendak memegang pundak Richard yang begitu kekar putih mulus. Dewi memejamkan matanya. lalu ia tekan, Dewi menjadi lebih gugup.
"ya Allah, ampuni hamba " gumam Dewi dalam hati.
" kamu ini, baru memegang pundak ku saja , seperti sedang melakukan dosa besar, walau bagaimanapun aku ini suami kamu , jadi sudah sepantasnya kamu melakukan ini" suara Richard mampu menghentikan lamunan Dewi seakan Richard dapat membaca pikiran Dewi.
Dewi tersadar akan ucapan Richard yang memang ada benarnya juga, tetapi ini hanya karena pengalaman baru Dewi menyentuh tubuh seorang pria sehingga begitu gugup nya.
" kamu sedang lagi mijitin atau sedang mengelus tubuh ku , sangat tidak terasa sekali, cepat pijitin aku yang benar. " omel Richard
" baik tuan" Dewi semakin memperkeras sentuhan nya. kenapa sih dia ini suka sekali mengomel seperti wanita saja mulut nya.
" nah seperti itu " puji Richard. Dewi pun memijat tubuh Richard dengan telaten rasa canggung nya pun sudah hilang, saat di rasa Richard sudah terlelap dalam mimpi Nya, Dewi beranjak berdiri meninggalkan kamar Richard, tetapi sebuah tangan meraih nya.
" mau kemana" Richard terbangun dan mengagetkan Dewi.
" tuan , mengagetkan ku saja " tubuh Dewi meronta agar terlepas dari tangannya Richard.
Richard membangun kan badan nya, mendekatkan nya ke tubuh Dewi yang masih dengan perasaan gugup nya.
Richard mencium wangi rambut Dewi dan membelainya, Dewi pun merinding dengan sentuhan wajah Richard yang begitu halus.
" tuan " lirih nya pelan
"temani aku malam ini " mulut Richard menempel di daun telinga Dewi. Dewi menolak dan hendak berlari dari Richard karena Dewi masih trauma saat Richard melakukan nya dengan kasar waktu itu. tetapi Dewi tidak bisa berlari karena tangan Richard mendekap tubuh Dewi.
" turuti aku malam ini , atau kamu tidak akan bisa kuliah " bisik Richard mengancam. seketika itu Dewi pun menuruti permintaan Richard meski dengan rasa yang tidak nyaman karena trauma nya dahulu.
__ADS_1
Saat Richard sudah melakukan aksinya keringat Dewi pun bercucuran malam itu menuruti kemauan Richard di atas tempat tidur meski dengan memejamkan mata nya, hingga mengeluarkan air mata. ia tetap menjalankan tugas nya sebagai seorang isteri.
tetapi malam itu malam yang indah bagi Richard, karena merasakan kenikmatan tubuh Dewi yang masih suci belum terjamah oleh orang lain.