
Dalam tidur ku yang nyenyak, aku merasa tubuhku menghangat. kemudian ku buka mataku. " mas, .. " ucap ku dengan mata masih berkabut. Richard memberi ku kecupan di kening ku, dengan dalam. " maaf ya sayang, tadi aku tidak bisa menjemput mu tadi ".
" ia tidak apa-apa, memang nya kamu habis dari mana mas, aku hubungi nomer telpon mu pun tidak aktif ".
" tadi ada klien lalu kita meeting di luar, sehingga aku matikan telepon nya agar tidak menggangu jalan nya meeting."
setelah Richard bergabung dengan ku di tempat tidur, dia tidak mau melepaskan ku yang ingin keluar dari kamar. aku seperti sudah di belenggu oleh nya lewat kemesraan yang ia berikan kepada ku. kami menghabiskan waktu di kamar berdua dan keluar saat jam makan malam.
sebenarnya aku malu, kepada keluarga yang di rumah. hampir Berjam-jam aku menghabiskan waktu berdua dengan Richard di dalam kamar. kulihat di meja makan, makanan sudah tertata rapi. meski kursi nya masih kosong. Mama berjalan ke arah ku.
__ADS_1
" enak sekali, tidur - tiduran di kamar, dan sekarang kamu mau makan?. dasar wanita pemalas " ucap Mama tepat di telinga ku seakan ucapan nya takut terdengar oleh orang lain. sebenarnya aku sangat merindukan sosok seorang ibu, karena sedari kecil aku tidak mendapatkan nya dari ibu kandung ku. aku membayangkan aku mendapat seorang ibu mertua yang baik padaku dan bisa menganggap aku ini sebagai anaknya sendiri. tetapi kenyataannya lain. entah mengapa Mama sangat tidak suka dengan ku, mungkin karena aku berasal dari panti asuhan.
tetapi aku akan terus menyayangi mertua ku, meski dia tidak suka pada ku, tapi aku tidak akan membencinya. selesai makan malam, Richard mengajak ku keluar untuk menonton bioskop, sebenarnya Richard berencana mengajak makan malam di luar, tapi aku pikir kasihan kakek, papa dan mama jika aku dan Richard makan di luar, takut suasana nya menjadi sepi. kami sudah berada di dalam mobil menuju ke mall. kami pun masuk ke dalam dan langsung mencari gedung bioskop.
Untung saja masih ada film yang akan di putar. tanpa menunggu lama Richard sudah membelikan karcis masuk. sambil menunggu film nya di putar, Richard mengajak ku berbelanja. setelah itu kami pun masuk ke dalam gedung yang sedang di putar film yang tadi kami pesan. film yang kami pesan bergenre romantis, membuat kami semakin terbawa suasana, kebetulan juga kami duduk di kursi paling belakang. sehingga kami langsung mempraktekkan yang ada di layar.
kami sampai di rumah pun keadaan rumah sudah sangat sepi. kami masuk ke dalam kamar lalu membersihkan wajah dan menggosok gigi. aku keluar lebih dahulu. baru kemudian di susul oleh Richard. masuk ke dalam kamar mandi.
kami pun berbaring di atas tempat tidur, akhir- akhir ini, Richard tidak pernah bosan berada di dekat ku, dan selalu meminta lagi dan lagi aku pun sampai lelah harus melayani nya yang tak kenal waktu.
__ADS_1
***
pagi hari seperti rutinitas seperti biasa, berhubung hari ini hari Minggu, aku tidak pergi ke kampus, Richard pun masih bermalas -malasan di tempat tidur. sampai hari sudah menjelang siang pun Richard masih belum bangun. aku bergabung bersama kakek, papa dan mama. aku ingin mengambil hati mama kali ini.
aku menyodorkan sebuah kotak untuk mama yang kubeli semalam dengan Richard.
" ini untuk mama" ucap ku. di saksikan oleh kakek dan papa. Mama membuka kotak nya yang di dalamnya aku isi sebuah tas berwarna hitam. aku harap Mama menyukai nya. tetapi dari ekspresi wajah mama tidak menunjukkan bahwa dia senang dengan hadiah yang kuberikan. mama terdiam tidak berbicara apa-apa. mungkin karena ada papa juga kakek sehingga mama tidak menampakkan rasa tidak suka nya terhadap ku.
Aku lemas, melihat mama tidak suka dengan pemberian ku. tetapi aku tetap bersemangat dan akan mencobanya lagi esok hari.
__ADS_1