
mah, mulai sekarang aku tinggal di rumah keluarga mas Richard. tidak tahu sampai kapan. tetapi kalau sewaktu-waktu aku ingin kembali ke rumah mama. maka aku akan menghubungi mama.
itulah pesan yang Dewi kirim kepada Helena. setelah Dewi berkirim pesan Dewi mengurusi papa nya dari menyiapkan makan, pakaian juga tempat tidur. sementara Fatma membantu Dewi. Fatma mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan lebih banyak berinteraksi dengan bi Ijah juga membantu nya.
sementara dari perjalanan yang cukup jauh itu membuat Dewi sedikit kelelahan dari pagi sampai siang Dewi menghabiskan di dalam kamar sendirian karena Richard yang sedang berada di kantor. meskipun sudah terbangun tetapi Dewi masih berada di ranjang meratapi kehidupan keluarga nya yang sungguh menyedihkan. pikiran nya sekarang ingin membuat papa nya itu bahagia.
layaknya orang yang sedang patah hati, Dewi malas melakukan kegiatan apapun. ada rasa sakit di hatinya tetapi dirinya pun tidak bisa menjelaskan kenapa?. kesal. benci gundah bercampur menjadi satu. kalau saja waktu bisa berputar kembali ke belakang Dewi ingin sekali mempunyai keluarga yang sempurna yang selalu ada untuk nya dan melewati waktu bersama. memikirkan itu air mata dewi jatuh dengan sendirinya.
" mama janji, kamu tidak akan mengalami kehidupan seperti yang mama alami, kamu akan mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kami berdua. papa dan mama sayang kamu nak' " ucap Dewi sembari mengelus perut buncitnya.
tok... tok ... tok ...
pintu kamar Dewi berbunyi. " masuk " teriak Dewi. pintu pun terbuka dengan sendirinya.
" non, nona belum makan. bibi membawakan nya ke kamar." ucap bi ijah yang telah masuk dan menghampiri Dewi yang sedang berbaring.
" maaf ya bibi jadi repot."
" tidak non, bibi tidak repot. bibi malah menghawatirkan keadaan non Dewi yang tidak keluar dari kamar. apa non baik-baik saja.?."
" aku baik-baik saja bi. Dewi hanya butuh istirahat setelah perjalanan jauh."
" oh begitu. apa perlu bibi suapin non?"
" tidak usah bi kaya anak kecil saja. nanti Dewi makan sendiri setelah Dewi mandi." Dewi terbangun dan mengangsurkan kaki nya ke tepi ranjang hendak pergi ke kamar mandi.
" kalau begitu bibi keluar dulu ya non."
" iya bi terimakasih ya."
__ADS_1
setelah Dewi mandi terdengar suara dari handphone nya, Dewi berfikir mungkin itu dari Richard. saat di lihat layar handphone nya ternyata panggilan itu dari Helena. " rupanya mama sudah membaca pesan ku. gumam Dewi. tetapi Dewi enggan menjawab dan mengabaikan panggilan itu, Dewi lebih memilih berdandan setelah mandi hendak menyambut kedatangan Richard dari kantor.
******
sudah hampir seminggu Vicky dan Fatma tinggal bersama Dewi. tapi entah mengapa di wajah Vicky Dewi melihat ada kegundahan. " papah bosen ya, besok kita jalan-jalan yah " ucap Dewi.
" papa tidak mau jalan-jalan." jawab Vicky.
" terus papa mau apa?. seperti nya papa sangat bosan."
" Tidak nak papah tidak bosan tinggal di rumah kamu yang cukup besar ini, di bandingkan dengan rumah papah dahulu.!!." hiks.. mendengar itu Dewi merasa sedih, membayangkan bertahun-tahun papa nya harus tinggal di tempat itu.
" terus papah mau apa?. kalau ada yang papa inginkan, papa tinggal bilang saja sama Dewi.!"
" papa kangen sekali dengan ibu mu, sudah beberapa tahun papa tidak melihat nya. papa rindu sekali."
mendengar jawaban dari papa nya Dewi tertegun dan bingung. karena akhir-akhir ini dia sangat malas bertemu dengan helena. tetapi jika tidak menuruti keinginan papah nya Dewi merasa khawatir. bagaimana pun juga dia tidak bisa memisahkan dua insan yang dulu saling mencinta dan cinta mereka harus terpisah karena ego orang tua helena.
" tetapi kenapa nak??"
" tetapi... ah sudah lupakan, besok kita ke rumah mama." Dewi takut mama nya akan ilfil melihat kondisi papa nya sekarang.
*** POV Helena.
Helena terkaget saat membaca pesan dari Dewi yang secara tiba-tiba memutuskan untuk menginap di rumah mertuanya itu. Helena berusaha terus menghubungi Dewi tetapi Dewi tidak mengangkat nya. kemudian helena berfikir mungkin Dewi ingin menghabiskan waktu bersama keluarga mertuanya itu karena sudah lama Dewi tidak menghabiskan waktu bersama mereka.
aku pun sibuk mengurusi kedua anak ku, meskipun mereka sudah besar. tetapi mereka masih manja jadi aku harus menyiapkan semua kebutuhan mereka.
*** POV Dewi.
__ADS_1
setelah mempersiapkan segala sesuatunya Dewi mengajak papa nya masuk ke dalam mobil hendak ke rumah helena. Fatma pun ikut karena biar bisa lihat-lihat kota Jakarta pikir Dewi. pas tengah perjalanan " berhenti mas." ucap Dewi.
" kenapa?" jawab Richard.
" mumpung Udah di luar, kayak nya aku harus rubah penampilan Bu Fatma dan papa." dengan senang hati Richard menepikan mobilnya di parkiran gedung mall.
Dewi membelikan beberapa pakaian dan membawa mereka masuk ke dalam salon.
awalnya Vicky menolak tetapi Dewi memaksa Vicky di rubah penampilan nya memotong rambut yang tumbuh panjang di sekitaran kepala dan wajah.
Fatma terlihat pangling dari sebelumnya. terlihat lebih muda. awalnya Dewi menyangka umur nya sudah kepala empat.
" mba Fatma umur berapa?." tanya Dewi yang merasa pangling dengan Fatma.
" umur aku tiga puluhan non."
" belum terlalu tua, sekarang mba Fatma terlihat dari umur sebenarnya.!"
" ya maklum non, bibi kan selalu pergi ke sawah orang lain untuk mencari makan."
" mulai sekarang jangan panggil aku non, panggil saja aku Dewi. dan aku akan memanggil mba Fatma, karena aku sudah menganggap mba sebagai kakak ku."
" sudah selesai belum ?" Richard bertanya saat Dewi dan fatma sedang mengobrol. Dewi kemudian melihat papa nya yang sedang di makeover oleh petugas salon.
" seperti nya papah sudah selesai mas. habis ini kita langsung ke rumah mama ya."
****
Richard memarkirkan mobilnya di garasi rumah helena, semuanya pun ikut turun. Helena pun langsung menghampiri mereka saat dia mendengar suara mobil Richard dari dalam rumah. betapa terkejutnya saat ia membuka pintu dan mata nya langsung bertemu dengan seseorang yang bertahun-tahun ia rindukan. wajah tampan saat masih muda kini sudah berubah. tetapi helena masih sangat mengenali wajah suaminya itu. dunia seakan berhenti dan hanya ada mereka saja berdua. Helena berjalan dengan pelan sambil mengingat masa lalu nya bersama Vicky. gambaran Vicky saat masih muda seakan menari-nari di kepala nya. tubuh yang gagah dan wajah yang tampan Vicky terlihat seperti itu di mata Dewi yang sedang berjalan menghampiri nya. Richard, Dewi dan fatma seakan mengerti sedang memberi waktu bagi mereka sehingga mereka hanya bisa diam.
__ADS_1
" mass.... " suara lirih helena pelan sambil memegang wajah Vicky.