Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
tak di inginkan.


__ADS_3

Dewi mengurung diri di dalam kamar. menangis sejadi jadinya. " hiks... hiks ... hiks... kenapa sih aku mesti hidup jika orang- orang di sekeliling ku tidak ada yang menginginkan ku, bahkan orang tua ku saja tidak menginginkan ku, dan sekarang aku harus hidup dengan orang yang tidak menginginkan ku... uumiii tolong Dewi. aku sudah tidak kuat umii... umi di mana ." ucap Dewi menangis dengan terus meraung-raung, Dewi terus memukuli dada nya.


di luar Richard mendengar Dewi menangis dengan keras. " hei... kenapa kamu menangis sampai segitunya, berisik" teriak Richard dari balik pintu kamar Dewi


hanya di cium saja nangis nya sampai seperti itu. gumam Richard berjalan ke arah kamar nya.


setelah beberapa jam, Dewi tertidur karena kelamaan menangis. Richard terus mengetuk pintu kamar Dewi. " hei... gadis kampung cepat keluar, aku mau makan. siap kan makanan untuk ku" ucap nya dengan keras.


Dewi terbangun dan mendengar kan teriakkan Richard tapi dia sangat enggan sekali untuk terbangun. Richard pun kembali lagi dan terus menggedor-gedor pintu kamar Dewi dengan keras. tidak ada pilihan lain, Dewi pun keluar dengan mata sembeb. mata sipit nya hampir hilang akibat terus menangis. Dewi menutupi wajahnya dengan kerudung yang biasa ia pakai.


" kenapa mesti pakai kerudung, lepaskan kerudungnya. " perintah Richard tetapi Dewi tak bergeming dengan ucapan Richard dan terus fokus memasak. hal itu membuat Richard semakin geram kemudian menarik kerudung yang menempel di kepala Dewi.


Dewi pun tetap tidak peduli dan terus melanjutkan memasak dengan rambut yang berantakan. setelah selesai masak , Dewi menyajikan nya di hadapan Richard yang telah menunggu duduk di meja makan.


" temani aku" ucap Richard. Dewi pun menuruti nya dan berdiri di samping Richard tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Richard pun telah selesai makan, Dewi membereskan meja makan, Dewi akan masuk kembali ke kamar nya, tetapi Richard menarik lengan Dewi.


" malam ini.. temani aku ke pesta " ucap Richard, membuat Dewi terkaget karena mata nya yang masih sembeb.


" tapi tuan, mata ku seperti ini, apa tuan nanti tidak malu dengan penampilan ku " ucap Dewi dengan pelan.


" aku tidak peduli, siapa suruh kamu terus menangis"

__ADS_1


Dewi pun kembali ke kamar nya. Dewi duduk termenung perasaan nya masih bercampur aduk di tambah lagi Richard memintanya datang ke pesta dalam keadaan seperti ini.


Dewi berwudhu dan melakukan sholat subuh, hati nya kini lebih tenang.


bell rumah berbunyi, Dewi menghampiri pintu dan membukanya,


" permisi " ucap seorang wanita paruh baya.


" cari siapa kak?" Tanya Dewi.


" saya di panggil pak Richard kesini" ucap wanita itu.


" oh , silahkan masuk" Dewi membuka pintu dengan lebar dan mempersilahkan Tamu nya masuk.


" tuan, Tamu nya sudah datang" teriak Dewi dari balik pintu, Richard keluar saat Dewi masih berdiri di depan pintu kamar Nya.


" cepat, bersiap-siap lah. nanti pegawai salon itu akan mendandani mu" ucap Richard.


" apa " ucap Dewi Heran. Richard pun kembali ke kamar nya dan menutup pintu kamar Nya.


Dewi kembali lagi ke kamar nya untuk bersiap- siap. setelah rapih Dewi menghampiri wanita yang baru datang itu.

__ADS_1


" nama Kaka siapa " tanya Dewi.


" saya Riska de, ups maaf maksud nya nona." jawab pegawai salon itu.


" tidak apa-apa ka, memang umur ku di bawah Kaka karena aku baru lulus sekolah" ucap Dewi.


" pak Richard itu suami nona" Tanya Riska.


" iya kak " jawab Dewi.


baru lulus tapi berhasil menikah dengan seorang pengusaha kaya. gumam Riska pegawai salon.


Dewi dan Riska pun terus mengobrol sambil menunggu Riska selesai merias Dewi. Richard keluar dari kamar nya dengan pakaian sangat rapih. Riska pegawai salon itu menatap Richard tanpa berkedip, Dewi pun menyaksikan suaminya telah rapih dan sangat tampan sekali. " kak apakah sudah selesai" Tanya Dewi.


" oh, sudah nona" ucap Riska yang masih termenung menatapi Richard. Dewi pun telah siap menggunakan gaun pesta . Richard pun terpana melihat Dewi.


" sudah sana" Richard menyuruh Riska untuk pergi setelah tugas nya telah selesai.


" terimakasih ya kak, " ucap Dewi saat Riska berjalan keluar dari apartemen.


ganteng sih, tapi kelakuan nya aneh sekali. sudah aku tolong merias wajah istrinya, tapi aku malah di usir. gumam Riska

__ADS_1


" iya sama-sama nona" ucap Riska membalas ucapan Dewi, setelah itu Riska telah menghilang dari apartemen Richard. Richard pun menggandeng tangan Dewi keluar dari apartemen masuk ke dalam mobil menuju ke pesta yang di adakan oleh teman Richard.


__ADS_2