Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
di perkenalkan


__ADS_3

malam itu jam sudah menunjukkan pukul 07 malam, dewi telah selesai bersiap-siap karena Richard mengajak nya untuk keluar. dewi berlama-lama di depan cermin ingin menyempurnakan penampilan nya. sudah cukup lama dewi berada di dalam kamar, tetapi Richard belum berteriak bahwa ia telah selesai, Dewi mencoba mengecek kamar Richard.


" mas .... " teriak Dewi saat ia telah sampai di dalam kamar Richard.


" kok, tidak ada! kemana dia? " Dewi melihat ke dalam kamar mandi.


" mas .... " Dewi pun merogoh handphone nya yang berada di dalam tas. mencoba menghubungi Richard.


" mas, kamu di mana? aku sudah siap loh, tapi kok kamu tidak ada mas "


" maaf Dewi, tadi teman-teman ku menelpon dan mereka mengajak ku keluar secara tiba-tiba."


" kenapa kamu tidak bilang mas, malah pergi aja tanpa ngasih kabar " Dewi yang saat itu kesal langsung mematikan panggilan nya.


" aduh, udah dandan cantik begini malah gak jadi pergi, uch kesel "


*************


Di dalam sebuah clab Richard sedang berkumpul dengan teman-teman nya dalam satu meja yang terdapat beberapa minuman keras tertata rapi di atasnya. Richard tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengutarakan maksudnya.


Richard kemudian menceritakan tentang perusahaan nya yang sedang mengalami masalah keuangan, " apakah ada di antara kalian yang bisa memberikan aku pinjaman " ucap Richard setelah selesai bercerita.


satu persatu semua teman nya menjawab tidak bisa, dengan alasan ini itu. Richard sangat kecewa, selama ini dia sering membantu teman-teman nya itu ketika mereka kesusahan, tapi apa yang ia dapat .


Richard termenung sebentar kemudian bergegas pergi meninggalkan clab itu dengan perasaan kecewa dan merasa di hianati.


Richard sudah sampai di apartemen dan lampu nya beberapa sudah padam karena memang ini sudah larut malam.


" kasihan dewi, tadi aku berniat untuk menghibur nya dan meminta maaf." Richard menghampiri kamar Dewi mencoba membuka nya dan ternyata pintunya tidak terkunci. Richard masuk ke dalam kamar Dewi dan menyaksikan Dewi sudah tertidur dengan pulas.


" hei... ratu tidur. di mana-mana pasti tertidur, padahal tadi seharian dia sudah tertidur dengan sangat lama " Richard yang kini sudah berada di samping Dewi yang tertidur mengusap wajah dengan lembut dan pucuk kepalanya.

__ADS_1


" ah , sejak kapan aku mulai menyukai nya, bahkan hanya mengusap rambut nya begitu menyenangkan untuk ku sekarang "


Richard bangun dari duduknya mencoba mengingkari perasaan nya, ia hendak pergi dari kamar Dewi. saat berada di tengah antara tempat tidur dengan pintu, Richard berfikir. " bukan kah dia sekarang adalah istri ku , kenapa aku menyia-nyiakan nya sekarang." Richard berbalik arah dan merebahkan tubuhnya di samping Dewi. kemudian memeluk dan menciumi pucuk kepala Dewi kemudian terlelap dengan nyenyak.


***********


"aaaaaaa..... " Dewi berteriak dengan sangat kencang saat hari masih sangat pagi.


" ada apa ? " Richard bertanya saat dia terbangun dengan kaget. mata nya pun belum terbuka sempurna.


" sejak kapan mas ada di sini "


" ooh, kamu terkaget karena itu, aku sejak semalam sudah berada di sini "


" benarkah " Dewi beranjak duduk di atas tempat tidur kemudian menarik selimutnya.


" untuk apa, kamu menutupi dengan selimut, sedangkan aku sudah tahu milik mu, Udah cepat sana mandi "


Dewi pun berjalan menghampiri kamar mandi dan terus merutuki dirinya.


" ada apa " saat Dewi mematung menunggu Richard berbicara.


" gak jadi " jawab nya datar.


setelah sarapan bersama, Richard pun mengantarkan Dewi ke kampus. Dewi bergegas ke luar saat mobil sudah berhenti tepat didepan kampus, Dewi berlari menuju ke dalam.


" Dewi ......" Dewi menoleh ke belakang.


" pulang dari kampus jangan kemana - mana nanti aku jemput " perintah nya, kemudian pergi menggunakan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


*****************

__ADS_1


Richard sudah berada di kantor nya, dan pagi itu saat dia baru saja sampai, Richard mendapatkan surat penyitaan beberapa aset miliknya membuat nya sedikit kaget tetapi dia sudah menduga semua itu akan terjadi. Richard pun semakin tidak bersemangat berada di kantor, Richard pergi menemui kediaman Aditya, setidaknya dia bisa berkomunikasi bagaimana mengatasi ini bersama, dan memberitahukan kepada mereka dalam waktu dekat ini mereka harus pindah ke rumah yang lebih kecil.


" mah " Richard mencari keberadaan Mama nya itu saat baru masuk kedalam.


" Richard... sini kamu nak, kebetulan sekali kamu datang. Mama akan bertemu dengan teman Mama, kamu antar mama ya.


" kemana ma "


" kami janjian bertemu di cafe, ayo " Sarah menarik lengan Richard mengajak nya keluar memasuki mobil.


setelah beberapa menit mereka sampai di sebuah cafe yang terletak di tidak jauh dari pusat Jakarta. " ayo cepat, kamu lama sekali " Sarah mengomeli Richard yang jalan nya sangat pelan sekali. yah memang Richard sebenarnya sangat malas sekali keluar dalam kondisi dia sedang banyak sekali yang ia pikirkan.


" itu teman Mama nak " Sarah menunjuk ke arah deretan kursi yang berjejer, di sana terlihat dua orang wanita yang sedang menunggu kedatangan Sarah .


" hai jeng , bagaimana kabar nya " Sarah mulai cipika-cipiki dan menyalami. terdengar jawaban dari teman nya bernama Yunita bersama anak perempuan nya.


" Richard, cepat kesini " Sarah melambai-lambai kan tangan nya agar Richard segera mendatangi nya yang tertinggal tidak begitu jauh. " cepat sini duduk" Sarah menyuruh Richard tidak sabaran.


" Richard, kenalin ini teman Mama , ini Tante Yunita dan ini anak nya Tante Yunita,. Sheila" Richard mengedarkan pandangannya ke pada sela yang terlihat dari pakaian nya Richard sudah bisa menebak. " hallo Tante " Richard menyalami keduanya.


" Richard, Mama mau menjodohkan mu dengan Sheila , iya kan jeng " ucap Sarah seketika mengagetkan Richard.


" mah, aku ingin berbicara dengan Mama sebentar. " Richard berdiri dan mengajak Sarah untuk meninggalkan tempat duduk mereka.


" ada apa sih chart."


" Mama apa-apaan menjodohkan ku dengan teman Mama itu, bagaimana dengan dewi dan kakek pasti sangat tidak setuju dengan ini "


" biarkan saja kakek mu tidak setuju, memang dia akan mengandalkan apalagi, dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi, lagian Mama ingin menjodohkan mu dengan Sheila agar keluarga nya bisa menolong perusahaan mu yang ingin bangkrut itu "


" tapi tetap saja mah, aku perlu memikirkan nya dulu " Richard pun berbalik meninggalkan Sarah dan kembali ke meja tempat Yunita dan Sheila berada.

__ADS_1


" Tante, maafin Richard ya, seperti nya Richard tidak bisa bergabung dengan Tante karena ada keperluan. nati kapan-kapan kita bertemu lagi." Richard menyalami mereka dengan menyatukan telapak tangan nya seperti sedang memohon.


" tidak apa-apa nanti lain waktu kita akan bertemu lagi " ucap Yunita. Richard pun pergi dari cafe itu. meninggalkan Sarah.


__ADS_2