
Ferdi menatap Richard dengan kesal tapi sebelum itu ferdi menyuruh Dewi untuk segera masuk ke dalam kampus, tanpa banyak berpikir Dewi langsung menuruti perintah Ferdi. sesekali Dewi melihat ke belakang melihat Ferdi dan Richard sedang berbicara.
" apa mau mu " suara Richard penuh dengan penekanan.
" serahkan Dewi untuk ku, karena kamu tidak mendengarkan permintaan ku untuk membuat Dewi bahagia." balas Ferdi juga dengan nada mengancam.
" bukan urusan mu, kenapa kamu suka mencampuri urusan orang lain" ucap Richard.
" karena aku mencintai Dewi. kalau kamu masih bersikap sama, jangan salah kan aku jika Dewi akan aku miliki." ucap Ferdi penuh dengan penekanan.
" coba saja kalau kamu berani " ucap Richard kepada Ferdi, sambil masuk ke dalam mobil nya, sepertinya usaha nya sia - sia berbicara dengan Ferdi. Richard pun melajukan mobilnya dengan sangat cepat, bahkan Richard terus memukul setir mobil nya. menuju ke kantor nya.
**************
setelah kejadian itu, Richard tidak melihat lagi Ferdi menemui Dewi, Richard pun berfikir setidaknya dia harus bersikap sedikit lebih baik kepada Dewi.
malam itu Richard pulang dari kantor nya dengan sangat larut malam, Richard masuk ke dalam apartemen nya, dan di suguhi pemandangan Dewi yang sedang tertidur di atas sofa, " seperti nya dia ketiduran saat menonton TV" gumam Richard.
Richard melangkah ke arah Dewi yang sedang tertidur, Richard terus memandangi wajah Dewi, yang begitu teduh membuat dirinya teringat akan perbuatannya kepada Dewi. Richard mengelusi rambut Dewi Dengan pelan banyak penyesalan meliputi dirinya.
tanpa sengaja Richard merasakan dari mata Dewi keluar cairan bening, Richard mengusap nya dengan lembut. Richard hendak mengangkat tubuh Dewi untuk di pindahkan ke kamar nya, tetapi baru saja tangan Richard di tempelkan ke tubuh Dewi, Richard merasakan pergerakan tubuh Dewi, sehingga ia urungkan. Richard kemudian berjalan ke arah kamar nya.
sepeninggal Richard dari hadapan Dewi yang sedang tertidur akhirnya Dewi terbangun dan melihat jam dinding menunjukkan pukul satu pagi Dewi pun beranjak dari tempat semula kemudian berpindah ke dalam kamar nya, saat menuju ke kamar nya Dewi penasaran ingin melihat kamar Richard, apakah sudah pulang atau belum, Dewi membuka pintu kamar Richard yang tidak terkunci.
tanpa sengaja Dewi melihat Richard yang tengah melepaskan pakaian kantor nya. Dewi dan Richard pun saling bertatapan, tatapan mereka saling mengunci, " maaf " ucap Dewi yang akhirnya meninggalkan kamar Richard. dan masuk ke dalam kamar nya.
**************
pagi hari setelah menyiapkan sarapan untuk Richard Dewi pun pergi ke kampus, Dewi naik angkutan umum menuju ke kampus. pikiran terus berkecamuk tentang Richard yang kini menjadi pendiam.
tetapi juga ada yang membuat pikiran nya terganggu mengenai Ferdi yang sekarang tidak pernah menemui lagi dirinya.
baru saja Dewi merasa hidup nya merasa lebih baik dengan memiliki teman seperti Ferdi.
" Dewi " teriak anita saat Dewi turun dari angkot.
__ADS_1
" hai, Anita " balas Dewi yang kemudian menghampiri Anita, Dewi hanya memiliki satu teman yang dekat dengan dirinya yaitu Anita. mereka berdua pun saling tegur sapa, menanyakan kabar nya masing-masing. lalu kemudian mereka masuk ke dalam kampus.
**********
setelah makul selesai Dewi dan Anita pun pergi keluar. " Dewi apa kamu mau ku antar" tawar anita saat yang sedang terburu-buru ingin cepat keluar dari kampus, Dewi pun melihat Anita sedang terburu-buru. dan akhirnya Dewi menolak ajakan Anita.
Dewi berjalan ke arah parkiran dan melihat Richard sedang berdiri di samping mobil nya sambil melipat kan kedua tangannya.
" cepat kemari, kenapa malah mematung di situ " ucap Richard saat Dewi berhenti saat melihat dirinya.
" kenapa, pakai menjemput ku segala " tanya Dewi.
" kamu jangan ke GR an , aku kemari karena kakek menyuruh ku untuk membawa mu menemuinya" sangkal Richard.
" oh iya, bagaimana kabar kakek sekarang. aku jarang sekali menemuinya " gumam Dewi dalam hati sambil berjalan menghampiri Richard, kemudian masuk ke dalam mobil.
di dalam mobil, keheningan pun terjadi. Dewi bingung harus berbicara apa, ia takut sekali salah berbicara. Dewi takut akan mendapatkan perlakuan jahat dari Richard seperti sebelumnya. Dewi pun menatap kaca mobil di samping nya, dan melihat pemandangan luar.
setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah kakek Aditya. Dewi keluar dari mobil dan membuntuti langkah Richard. Richard memegang tangan Dewi saat tangan yang satunya membuka pintu utama.
" kakek " balas Dewi kemudian mencium tengkuk tangan kakek.
" bagaimana kabar kamu nak " Tanya Aditya.
" baik, kek " jawab Dewi.
" apa Richard berbuat jahat padamu? kenapa sekarang kamu kurus seperti ini " tanya Aditya sambil terus memandangi tubuh Dewi dari atas sampai bawah.
" tidak kek " jawab Dewi datar, mata nya tertuju pada Richard. Richard pun membalas tatapan Dewi seakan bertanya " kenapa menatap dia menatapi ku seperti itu. "
kakek langsung mengajak Dewi untuk makan, mereka pun berjalan ke arah meja makan, Dewi melihat tatapan sinis dari ibu mertua nya saat dia tengah duduk di kursi meja makan, ibu mertua nya itu sudah berada di meja makan sedari tadi.
di meja makan sudah berkumpul Bram, Sarah , Richard dan kakek Aditya. mereka menyantap makanan yang telah di sajikan.
kakek terus memindahkan makanan yang ada di meja ke piring Dewi. " ini udah banyak kek " tolak Dewi .
__ADS_1
" makan lah yang banyak, agar kamu bisa memiliki calon cucu untuk kakek yang sehat " ucap Aditya membuat Richard tersedak saat mendengar kakek nya itu berbicara.
saat makan malam selesai, Sarah mengajak Richard ke kamar nya.
" ada apa mah " tanya Richard.
" kamu bagaimana dengan si gadis kampung itu? " tanya Sarah.
" maksud nya mah " tanya Richard.
" masa kamu tidak mengerti, Mama khawatir apa yang di bicarakan kakek di meja makan akan jadi kenyataan " terang Sarah.
" tenang mah, itu tidak mungkin terjadi" jawab Richard
" kenapa kamu bisa seyakin itu. " tanya Sarah
" karena Richard selalu menggunakan pengaman, lagian Dewi juga masih kuliah, jadi dia juga pasti tidak mau memiliki momongan dalam waktu dekat ini" jawab Richard dengan panjang lebar.
malam pun semakin larut saat kehangatan keluarga terlihat kembali di kediaman Aditya . dengan kehadiran Dewi.
" Kakek, kami pamit pulang dulu " ucap Richard.
" kenapa kamu tidak menginap saja ? " Tanya Aditya.
" tidak kek, kami pulang saja " ucap Richard sambil menarik tangan Dewi menuju ke luar. Richard pun pergi meninggalkan rumah Aditya dengan terburu-buru, di dalam mobil Richard terus melajukan mobilnya dengan sangat kencang. tidak lama kemudian Richard mengerem mendadak.
" kenapa berhenti, bukan kah apartemen kita masih jauh " ucap Dewi dengan takut.
" kamu naik taksi online saja, tadi teman ku menelpon agar aku menyusul mereka di clab. " terang Richard.
" tapi ini sudah sangat malam aku takut. " ucap Dewi dengan wajah memelas.
" sudah cepat lah keluar, aku sedang buru- buru." ucap Richard sambil membuka pintu mobil samping Dewi.
Dewi pun dengan berat hati, akhirnya Dewi pun turun, dengan wajah ketakutan, Dewi terus memperhatikan kondisi sekitar yang juga terlihat sangat sepi.
__ADS_1
Dewi pun memainkan HP nya sambil menunggu taksi online yang telah ia pesan baru saja.