
Pagi hari setelah melakukan sarapan, Richard masuk ke dalam mobil bersama Dewi. di dalam mobil Richard terus menggoda Dewi. " sayang semalam kamu masih punya hutang pada ku "
" Hutang??. hutang apa " Dewi merasa bingung dengan ucapan Richard.
" kamu kan sudah janji mau memberikan apa yang aku inginkan. tapi kamu malah tidur pulas " terang Richard.
" ooh itu, suruh siapa kamu di ruang kerja lama sekali, aku sampai lelah menunggu mu." ucap Dewi yang berbicara di lebih-lebihkan untuk menggoda Richard.
" kenapa tidak menunggu ku sampai aku benar-benar datang?, awas saja kalau nanti malam kamu tidur lebih awal lagi." ancam Richard. tetapi tidak ada sahutan dari Dewi sehingga Richard yang tengah menyetir memindahkan pandangan nya kearah Dewi.
" sayang kanapa." tetapi Dewi masih belum sadar dari lamunannya. akhirnya Richard memegang tangan Dewi untuk menyadarkan nya.
" kamu kenapa sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Richard dengan menciumi tengkuk tangan Dewi.
" semalam Sheila pulang jam berapa mas" Tanya Dewi.
" oh, jadi pikiran mu terganggu karena kamu memikirkan dia " tapi Dewi tidak menjawab pertanyaan Richard.
" semalam setelah kamu masuk ke kamar, Sheila pulang" terang Richard.
" pantesan tadi saat sarapan aku tidak melihatnya "
" Dewi. kamu jangan memikirkan hal yang tidak penting, seberapa sering pun Sheila berada di dalam kehidupan kita, itu tidak akan merubah perasaan ku pada nya. jadi kamu jangan berfikir yang macam-macam."
" tapi, Mama sangat menginginkan kamu bersama Sheila mas "
" sudah, kamu tidak perlu membahas ini lagi, tidak penting "
Gedung kampus Dewi pun sudah terlihat setelah beberapa menit, Dewi pun turun dari mobil dan mencium tengkuk tangan Richard.
" Nanti pulang, aku jemput yah " ucap Richard.
" Hem " jawab Dewi, pun masuk ke dalam kampus.
***
Richard melajukan mobilnya dengan sangat cepat, sehingga dia sampai ke kantor dalam hitungan menit. Richard menghampiri ruangan Dhani.
__ADS_1
" selamat pagi pak " ucap Dhani saat di lihat bos nya itu membuka pintu ruangan nya.
" Dhani aku minta hari ini kamu mencari kan seorang detektif terbaik, untuk mencari tahu keberadaan orang tua kandung Dewi."
" baik pak " jawab Dhani.
" Dan pagi ini aku akan keluar sebentar. jadi kamu handle pekerjaan ku yah "
" baik pak " lagi-lagi hanya itu yang bisa Dhani ucap kan pada bos nya itu.
Richard berjalan ke luar dari kantor nya. dan masuk ke dalam mobil. dan pergi meninggalkan area gedung perkantoran. mobil Richard berhenti di sebuah rumah mewah yang berada di salah satu komplek perumahan mewah. rumah itu pun menjulang tinggi karena terdapat 3 lantai.
Richard memencet bel pintu. kemudian pintu pun di buka oleh salah seorang ART rumah tersebut.
" cari siapa pak " tanya ART itu.
tetapi Richard tidak memperdulikan pertanyaan dari ART itu dan langsung menyelonong masuk. ART itu pun berlari mengejar Richard. " pak, mau mencari siapa pak? " ucap ART itu lagi.
Richard masuk ke dalam rumah besar itu, dan mencari seseorang pemilik rumah tersebut. Richard mengecek ruangan satu persatu.
ART itu pun terus berteriak sehingga membuat rumah menjadi gaduh.
" itu nyonya, tuan ini menyelonong masuk " jawab sang ART.
" Richard " ucap kaget wanita paruh baya itu dari atas, Setelah mengetahui yang datang itu Richard dia pun bergegas turun dari atas.
" ada apa Richard "
" Tante Yunita Sheila mana ?." ucap Richard.
" Sheila sedang di kantor nya " jawab Yunita.
setelah mendengar jawaban dari Yunita. Richard pun bergegas keluar kembali dan Dengan cepat melajukan mobilnya ke arah kantor Sheila.
Richard telah sampai di salah satu gedung perkantoran, tidak membutuhkan waktu lama, Richard sudah berdiri di depan ruang kantor Sheila.
" apakah Sheila ada " tanya Richard.
__ADS_1
" apakah bapak sudah membuat janji " tanya salah seorang sekretaris dari penampilan nya.
" belum " jawab Richard.
" oh, maaf pak, anda tidak bisa bertemu dengan nona Sheila."
" baiklah, sampai kan saja kepada Sheila. bahwa Richard sedang menunggu nya di luar" ucap Richard dengan percaya diri.
" baiklah " jawab sang sekretaris.
dan nyata saja, setelah sekertaris itu menerangkan kepada bos nya bahwa yang bernama Richard sedang di tunggu di depan ruangan kerja.
" silahkan masuk pak " ucap sekertaris. Richard pun masuk ke dalam ruangan Dewi.
" hai mas, kamu mencari ku ?" ucap Sheila dengan genit.
Richard pun duduk di kursi depan meja Sheila. posisi saling bertatapan.
"ada apa mas, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot mencari ku, kamu tinggal telpon aku, aku pasti akan langsung datang menemui mu " Kini posisi Sheila sudah berdiri dan ingin berjalan ke arah tempat duduk Richard.
" Itu tidak perlu, aku harap kamu jangan datang ke rumah ku lagi " ucap Richard dengan tegas.
" kenapa mas, berarti aku boleh dong mampir ke kantor kamu" ucap Sheila sambil merayu Richard karena tangannya kini sedang memegang tangan Richard. dengan cepat Richard pun menepisnya.
Sheila pun tidak jera, justru semakin membuat nya penasaran. kini tangan Sheila perpindahan menyentuh wajah Richard dan mengelusnya dengan pelan. Richard memegang tangan Sheila yang sudah lancang itu dan mencengkeram nya dengan erat membuat Sheila mengeluarkan suara kesakitan.
" aw, sakit mas " ucap Sheila dengan meringis.
" itu akibat nya kalau kamu semakin kurang ajar "
" tapi apa salah ku mas, semua ini aku lakukan karena aku suka dengan kamu mas " masih berusaha merayu Richard.
" Aku sudah mempunyai istri, jadi tolong kamu jangan mengganggu rumah tangga ku " jawab Richard.
" apa yang kamu harapkan dari wanita kampungan itu " ucap Sheila.
" berani-berani nya kamu panggil nama Dewi dengan sebutan itu " otot-otot wajah Richard makin mengeras.
__ADS_1
" ya karena dia memang sangat kampungan mas, lagian aku juga sudah biasa mendengar Tante mengucapkan itu pada nya."
" sudahlah aku tidak ingin berdebat dengan mu, tolong kamu camkan baik-baik ucapan ku tadi. " ancam Richard kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan kantor Sheila.