
setelah beberapa jam Dewi duduk di atas sofa, Dewi langkah kan kakinya masuk ke dalam kamar Nya dengan tertatih mata nya terus mengeluarkan air mata. takdir apa kah ini , sehingga ia harus mengalami sebuah pernikahan yang tidak ia ingin kan.
" kakek , kenapa kakek melakukan ini padaku, aku tidak mengenal kakek sebelumnya, aku hanya ingin menuruti keinginan kakek karena aku tidak ingin membuat umi safiya sedih, umi lah yang telah membesarkan ku, aku tidak mau melihat ku sebagai seorang yang pemberontak. aku tidak mau harta keluarga kakek, lebih baik aku menjadi pembantu yang sebenarnya daripada menjadi menantu keluarga Hermawan tapi ini yang kudapatkan" Dewi terus meratapi hidup Nya di dalam kamar Nya sendirian, ia sudah tidak peduli lagi tentang hal melayani Richard. jiwa Nya sangat membutuhkan pertolongan sekedar untuk bercerita, tapi Dewi hendak bercerita kepada siapa, ? lingkungan yang baru membuatnya tidak memiliki teman. sementara teman di SMA Dulu jarak Nya sangat jauh. Dewi enggan untuk merepotkan mereka. Dewi larut dalam kesedihan sehingga ia tertidur.
sementara Richard keluar dari apartemen, kejadian yang tadi membuat Nya pusing, ia mencoba melupakan peristiwa itu dengan mendatangi teman Nya di clab tanpa kehadiran ferdi Richard yang meminta teman- teman nya untuk tidak mengajak Ferdi.
Di apartemen handphone Dewi berdering terlihat di layar handphone sebuah panggilan dari Ferdi. karena Dewi yang sedang tertidur sehingga ia tidak mengangkat Nya.
Di bawah apartemen Richard, Ferdi sedang berdiri dengan memegang handphone Nya menghubungi Dewi , memintanya untuk ketemuan. karena Ferdi tidak mengetahui Dewi tinggal di apartemen berapa , sehingga Ferdi kesulitan bertemu dengan Dewi.
__ADS_1
Hari pun sudah mulai sore, Dewi terbangun ia periksa handphone Nya mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari Ferdi. Dewi geletak kan saja handphone Nya di atas meja. ia lebih memilih mandi, berwudhu dan sholat Maghrib. setelah shalat hati dewi sedikit tenang dan dapat menerima takdir yang harus ia jalani. karena perut Nya merasa lapar ia memasak untuk Nya juga untuk Richard. setelah makan Dewi kembali ke kamar nya.
Dewi Ambil handphone Nya, kemudian menelpon balik Ferdi menerangkan alasan Nya tidak mengangkat telpon Nya, saat Dewi asyik mengobrol dengan Ferdi di handphone sampai berjam-jam. Richard masuk ke apartemen Nya. dan mendengar kan Dewi sedang cekikikan mengobrol dengan seorang pria.
"bahagia sekali Diah ... oh rupanya dia tidak kapok yah, atas perlakuan ku tadi " ucap Richard dari balik kamar Dewi.
" Dewi " suara Richard keras.
Dewi keluar dari kamar Nya dan menghampiri Richard yang telah duduk di meja makan. tanpa harus di perintah Dewi mengambilkan makanan untuk Richard dan menyiapkan sebuah minuman di samping Nya.
__ADS_1
" kamu menelpon siapa " Richard bertanya dengan mulut nya yang sedang mengunyah makanan.
" hah " suara Dewi merespon karena tadi Dewi sedang termenung berdiri di samping Richard.
" kenapa setiap aku bicara, aku harus mengulangi perkataan ku, seperti nya kamu harus pergi ke THT mulai besok " perintah Richard.
Dewi diam saja tidak membalas perkataan Richard, setelah itu Dewi membersihkan meja makan, mencuci piring yang tadi Richard gunakan Lalu kembali ke kamar Nya.
Dewi termenung ia memikirkan Ferdi yang berhasil menghibur Nya tadi meski hanya lewat telepon. Dewi cukup bersyukur, andai saja Ferdi tidak menelpon nya mungkin saja Dewi masih bersedih saat itu.
__ADS_1