Menikah Dengan Ustaz

Menikah Dengan Ustaz
Bab 11 : Malam Pertama


__ADS_3

Cika sudah berada di kamar Ustadz Hafid, netranya mengelilingi setiap sudut ruangan itu yang bersih dan rapi. Banyak buku dan kitab-kitab tebal berjejer rapi di rak buku minimalis. Jari lentiknya mengambil salah satunya untuk dibaca untuk mengurangi kebosanan yang mulai melanda.


Cklek! Pintu kamar terbuka, terlihat Ustaz Hafid yang baru masuk.


Canggung. Kata itu yang tepat menyelimuti kedua insan tersebut malam ini.


"Hem." Ustaz Hafid berdehem pelan menghilangkan kecanggungan yang terjadi.


Cika mendongak kepalanya menatap lurus ke arah Ustaz Hafid.


"Aku malam ini aja tidur sama, Ustaz. Besok dan seterusnya aku tetap tidur di asrama putri," ucap Cika, netranya kembali fokus pada buku yang ia baca.


"Terserah." Ustaz Hafid beringsut bangkit dan duduk di sebelah Cika.


Deg!


Jantung Cika berdegup dengan kencang, ia jadi tidak fokus membaca saat Ustaz Hafid sudah duduk manis di sampingnya.


"Baca buku apa?" tanya Ustaz Hafid penasaran, saat melihat Cika terlihat fokus sekali. Ustadz Hafid menundukkan kepalanya sedikit ingin melihat wajah malu-malu Cika, nada suaranya terdengar ramah dan lembut di telinga Cika, berbeda dengan hari-hari sebelumnya.


"Malam perta--ma ...." Ucapan Cika tergantung.


Ustaz Hafid menaikkan sebelah alisnya mendengar hal itu.


"Malam pertama di alam kubur, Tadz," tegas Cika kembali.


"Kirain." Ustaz Hafid terkekeh kecil, tangannya merasa ketagihan untuk menarik pipi gadis yang sudah sah sebagai istrinya itu.

__ADS_1


"Kirain apa?" tanya Cika ketus dan jutek karena Ustaz Hafid menarik pipinya cukup keras.


"Nggak ada."


"Oh." Cika menaruh buku itu kembali di tempatnya.


"Jangan lihat aku kayak gitu, Tadz. Ada yang salah?" tanya Cika merasa risih.


"Hm." Ustaz Hafid berdehem menanggapinya. Membuat Cika cukup geram.


"Berjanjilah pada aku, Tadz." Cika mengangkat jari kelingkingnya.


"Berjanji untuk apa?"


"Jangan minta yang aneh-aneh pokoknya, sampai aku lulus!" jawab Cika penuh penegasan.


Kedua jari kelingking berbeda ukuran saling terkait satu sama lain.


"Aku mau tidur." Cika membaringkan segera tubuhnya ke atas kasur, dekat-dekat dengan Ustaz Hafid jantungnya berdegup tidak karuan. Tak lupa Cika menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka sebagai pembatas. "Satu inci tubuh Ustaz tidak boleh melewati guling ini!" ujarnya.


"Iya."


"Ustaz, boleh, kan aku buka jilbab?" tanyanya meminta izin.


Ustaz Hafid mengangguk setuju.


Mendapatkan persetujuan itu, dengan sekejap kain yang menutupi rambutnya itu langsung dilepas. "Akhirnya nggak gerah lagi."

__ADS_1


Ustaz Hafid yang melihat itu, langsung membuang wajahnya ke arah lain. Ia cukup gemetaran melihat Cika membuka jilbab, apalagi saat mendapati salah satu kancing piama Cika terbuka, membuat ia kian gemetaran. Tidak biasa melihat pemandangan seperti itu. Ustaz Hafid akhirnya ikut membaringkan tubuhnya ke atas kasur, ia memilih membelakangi Cika.


"Ustaz."


"Hmm."


"Aku belum ngantuk, nggak bisa tidur di sini."


"Paksakan saja."


"Nggak bisalah, Ustaz!" jawab Cika ketus, ia memandang langit-langit kamar. "Ustaz, jadi tadi pagi kita itu nikah sirih? Terus kapan nikah sahnya?" tanyanya penasaran.


"Itu sah juga Cika, hanya saja sah secara agama belum secara hukum (negara)."


"Oh, terus kapan?"


"Sampai kamu lulus."


"Masih lama, jadi Ustaz tidak boleh ya pegang-pegang aku sebelum nikah di KUA! Belum sah! Kalau Ustaz berani aku laporin ke ayah dan abah!" tegasnya.


Ustaz Hafid memijat pelipisnya, gadis di sampingnya itu benar-benar belum paham apa yang dijelaskannya barusan.


Tak lama tak ada suara lagi yang terdengar dari sampingnya, Ustaz Hafid menoleh ternyata Cika sudah terlelap. Tangannya pun bergerak menarik selimut menutupi setengah badan Cika.


Ustaz Hafid tersenyum tipis, melihat dengan intens wajah Cika yang sudah halal untuk dipandang bagi dirinya. Cantik. Ketika isteri kecilnya itu melepas jilbab.


"Selamat tidur, istri kecilku," ucap Ustaz Hafid membelai lembut rambut hitam panjang Cika. Tak lama ia pun ikut terlelap.

__ADS_1


__ADS_2