Menikah Dengan Ustaz

Menikah Dengan Ustaz
Bab 15 : Ceramah Versi Cika


__ADS_3

Selepas sholat isya berjamaah di masjid, selanjutnya diisi ceramah oleh Ustazah Laili malam itu. Dengan antusias para santri putri mendengar ceramah Ustazah Laili di depan. Cika yang duduk di shaf ketiga itu sudah menguap beberapa kali, ia menyenderkan kepalanya ke pundak Novi yang duduk sampingnya.


"Jangan tidur, Cika," ucap Dinda pelan, memperingati.


Namun, Cika tidak peduli dengan ucapan Dinda, gadis yang menggunakan mukenah bermotif bunga-bunga itu tetap keukeh untuk tidur. Tidak tahu dirinya akhir-akhir sering mengantuk.


Sementara itu, Ustaz Hafid yang ada di depan sedari tadi memperhatikan Cika diam-diam itu, sudah sangat geram dengan tingkah isterinya kecil itu. Sangat suka membuat masalah. Ia berdiri, lalu mengambil mikrofon di tangan Ustazah Laili, setelah Ustazah Laili menutup ceramahnya.


"Clarissa Cika Ayudia, maju ke depan!" ucap Ustadz Hafid penuh penekanan dan penegasan. Tatapan tajam di arahkan kepada Cika.


Novi dan Dinda kaget bukan main, mereka berdua buru-buru membangunkan Cika yang tertidur pulas di pangkuan Novi.


"Cika, cepat bangun! Ustaz Hafid sudah marah banget." Novi menggerakkan tubuh Cika pelan. Namun, Cika enggan untuk bangun, ia malah menutup wajahnya menggunakan sajadah.


Pletak!


Tepat sasaran lemparan Ustaz Hafid, mengenai kepala gadis yang sedang tertidur pulas itu.


Cika meringis, mendapat lemparan kertas itu.

__ADS_1


"Siapa sih, yang ngelempar?" tanya Cika, mengucek matanya.


"Ustaz, kenapa?" tanya Ustadz Hafid dari depan sana dengan nada suara naik dua oktaf, tatapan tajam terus di arahkan pada Cika.


Cika mengatupkan bibirnya, ia masih kesal dengan Ustaz Hafid sampai detik ini. "Dasar suami jahat," batinnya.


"Maju ke depan sekarang!" perintah Ustaz Hafid lagi.


Cika kali ini tidak membantah, ia langsung bangkit berdiri dan berjalan malas-malasan menuju Ustaz Hafid.


"Ulangi materi ceramah yang disampaikan oleh Ustazah Laili barusan." Ustaz Hafid memberikan mikrofon ke tangan Cika. "Harus persis!" tegasnya sekali lagi.


Cika berdehem pelan sebelum memulai ceramahnya. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman." Cika mencoba tersenyum tipis, meski otaknya sedang berpikir keras materi apa yang disampaikan Ustazah Laili barusan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab santri putri itu kompak.


"Perkenalan nama aku Cika, masih santri baru. Salam kenal semuanya." Cika tersenyum manis di depan, seraya melambaikan tangannya ke arah teman-temannya itu.


"Ustaz menyuruhmu ceramah bukan memperkenalkan diri!"

__ADS_1


"No komen, Tadz. Diam kenapa sih?!"


Skakmat!


Ustaz Hafid langsung diam setelah itu. Cika tersenyum kemenangan akhirnya ia berhasil membungkam mulut suaminya itu.


"Oke, malam ini aku akan membawa ceramah seperti yang Ustazah Laili sampaikan barusan ...." ucapnya menggantung, untuk mengambil napas sejenak. Kemudian ia melanjutkan kembali, "Jadi, intinya aku enggak perlu jelaskan panjang lebar lagi, Ustazah Laili sudah menjelaskan semuanya secara detail kepada kalian, aku yakin kalian paham. Terima kasih, wassalamu'alaikum." Cika tersenyum tipis setelah menutup ceramah singkatnya.


Santri putri melongo mendengarnya, terutama Dinda dan Novi yang sudah menutup wajahnya karena malu melihat tingkah sahabatnya itu.


"Sudah selesai, Tadz. Aku balik duduk lagi," ucap Cika tanpa merasa bersalah sedikit pun. Ia kembali ke tempat duduknya tanpa menunggu persetujuan dari Ustaz Hafid terlebih dahulu. Dengan bangganya gadis ini melemparkan senyum tipis ke arah teman-temannya.


Ustaz Hafid yang melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya, sungguh isterinya itu gadis yang sulit diatur dan keras kepala.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, ya, teman-teman agar author semangat untuk updatenya. Terima kasih^_^


__ADS_2