Menikah Dengan Ustaz

Menikah Dengan Ustaz
Bab 30 : Video Call


__ADS_3

Dua minggu berlalu dan dua minggu itu juga Ustaz Hafid tidak ada kabar, membuat keluarga besarnya khawatir.


Mereka takut terjadi apa-apa dengan Ustaz Hafid di sana.


Begitu pun dengan Cika, gadis itu suka sendirian akhir-akhir ini, hubungan persahabatannya kian retak. Tidak ada lagi yang mau berteman dengannya, entahlah ia juga tidak tahu apa yang membuat santri putri lainnya tidak menyukainya. Ia berada di ndalem sore ini, membantu Nyai Hana membuat kue kering.


"Ummi, ini Kak Hafid nelepon," girang Ustazah Laili bahagia. Akhirnya kakaknya itu ada kabar juga.


Cika yang mendengar itu ikut senang.


"Kamu saja yang bicara dahulu dengan suamimu, Nak. Sepertinya kamu sudah sangat rindu," kata Nyai Hana menggoda, lalu memberikan handphone ke tangan Cika.


Cika tersipu malu mendengarnya, apakah kerinduan kepada Ustaz Hafid terlihat jelas di wajahnya sekarang?


"Iya, Ummi," jawab Cika menerima antusias handphone tersebut.


Ia berpamitan dengan sopan ke kamar, memilih berbicara dengan Ustaz Hafid di kamar saja, gadis ini malu jika Nyai Hana atau pun Ustazah Laili mendengar obrolannya.


Assalamu'alaikum, Cika. Ustaz Hafid menyapa dengan ramah di seberang sana.


Wa'alaikumussalam. Video call! Aku nggak mau telepon suara! ucap Cika.


Iya.


Setelah sambungan telepon itu terhubung kembali, Cika dan Ustaz Hafid terdiam sejenak. Menatap satu sama lain, melepaskan kerinduan yang bersarang di lubuk hati mereka.


Cika mengerucutkan bibirnya di depan kamera, menatap wajah Ustaz Hafid di seberang sana.


Kok baru nelepon sih? Ustaz sudah lupa sama aku, ya? Ustaz Hafid nggak rindu apa sama aku? Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Cika.


Ustaz Hafid tersenyum setelah melihat wajah wanita yang sangat dirindukan di layar handphonenya itu.

__ADS_1


Ustaz Hafid, jawab! Cika berucap keras, karena Ustaz Hafid tidak merespons pertanyaannya.


Ustadz Hafid di seberang sana tersentak mendengar omelan istri kecilnya itu. Ia menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian tersenyum kembali setelah melihat wajah cemberut Cika.


Nggak, mana mungkin ustaz lupain istri sendiri. Bagaimana kabarmu, Sayang? Sudah makan?


Cika tidak merespons. Gadis ini masih terlihat kesal.


Handphone ustaz hilang saat sampai Mesir, ini saja ustaz pinjam handphone teman. Maafin ustaz, karena sudah lama tidak memberi kabar. Ustaz Hafid mencoba menjelaskan kembali.


Bohong! Ustaz di situ selingkuh, kan, dengan Ning Aisyah itu.


Ustaz Hafid mengelus dadanya.


Astagfirullah, itu tidak akan terjadi Cika. Sudah berapa kali ustaz bilang, ustaz tidak mempunyai hubungan apa pun dengan dia lagi.


Aku belum percaya, sekarang ustaz pakai kamera belakang. Aku mau melihat Ustaz sama siapa saja di situ. Cika masih menaruh curiga. Takut. Jika ada Ning Aisyah juga bersama suaminya itu.


Cika tersenyum lebar. Saat seseorang bule melambaikan tangannya. Yang tidak lain adalah teman Ustaz Hafid sendiri.


Sudah percaya, sekarang? Ustaz Hafid bertanya lembut.


Cika mengangguk. Wajahnya terlihat sudah ceria kembali.


Baiklah, sekarang aku udah maafin Ustaz. Ustaz di sana harus gadhul bashar, ya.


Ustaz Hafid terkekeh mendengarnya. Ekspresi isteri kecilnya itu sangat menggemaskan.


Tentu saja. Kenapa sekarang kamu terlihat lebih kurus? tanya Ustaz Hafid.


Hem, enggak kok. Malah berat aku naik 1 kg.

__ADS_1


Oh, ya? Tapi terlihat kurus.


Hening sejenak disela-sela obrolan mereka.


Ustaz, aku mau muroja'ah hafalannya. Ustaz dengar, ya.


Baru berapa juz hafalannya? tanya Ustaz Hafid antusias. Tak menyangka gadis itu itu sudah bisa menghafal Al-Qur'an.


Masih sedikit. Baru tiga juz, Ustaz.


Alhamdulillah, nggak apa-apa. Semua butuh proses. Kamu harus sering-sering muroja'ah, agar tidak lupa.


Siap! Sekarang Ustaz dengar ya. Aku mau muroja'ah surah Al-Imran. Kalau ada kesalahan koreksi.


Nggih.


Cika mulai bacaannya, sementara Ustaz Hafid menyimak dengan saksama di seberang sana, netranya tidak lepas untuk memperhatikan wajah cantik istri kecil itu, yang sungguh serius muroja'ah.


Kenapa dia terlihat begitu menggemaskan? gumam Ustaz Hafid di seberang sana, pikirannya semakin menerawang ke mana-mana.


Ustaz! Dengarin. Jangan menghayal!


Ustaz Hafid cengir kuda.


Eh, iya. Lanjuti lagi.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. Dan maaf juga beberapa hari ini tidak update, dikarenakan kondisi kesehatan saya akhir-akhir ini kurang baik. Terima kasih, sudah membaca cerita ini sampai detik ini🖤🖤


__ADS_2