MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 12


__ADS_3

"Permisi....." ucap Reina lalu mengetuk pintu rumah Jojo.


"Eh..Non Reina,silakan masuk " sapa mbo surti ART di rumah Jojo.


"Jojo nya ada mbo ?" tanya Reina ke mbo surti.


"Den Jojo lagi pergi liburan non bersama tuan dan nyoya besar,katanya mau hilangin stres " ucap mbo surti dengan khas logat jawanya.


"Oh gitu ya mbo,pantasan aja beberapa hari ini dia nggak ke kampus.Kalau gitu Reina pulang aja ya mbo,maaf udah ganggu kerjaan mbo " ucap Reina berpamitan.


"Nggak ngerepotin mbo kok,yo wes hati-hati di jalan ya non " ucap mbo surti lalu Reina pun berlalu pergi dari rumah Jojo.


Hari ini Reina bingung mau kemana,kampus diliburkan beberapa hari ini karena sesuatu hal terjadi.Jojo nggak ada,Jeni pergi liburan,Lisa jagain neneknya dan satu-satunya yang tersisa tinggal Alexa.Reina lalu melajukan mobilnya ke rumah Alexa untuk menemuinya.Namun sesampainya didepan rumah Alexa,ia melihat banyak mobil terparkir seperti sedang dibuat acara di dalam sana,jadi Reina urungkan masuk dan pergi dari sana dan entah kemana tujuan selanjutnya ia pun tak tahu.Ia hanya melajukan mobilnya tak tentu arah sampai akhirnya bahan bakar mobilnya habis dan mirisnya lagi di jalanan sepi.


"Aduh.....Sial banget sih gue hari ini,bensin pake habis segala lagi.Mana nggak ada pom bensin dekat sini,gue pulangnya nanti gimana" teriak Reina di dalam mobil sambil memukul-mukul setir mobilnya.


Reina pun keluar mobilnya bermaksud mencari pertolongan,tapi tempat itu sunyi dan jarang berlalu lalang kendaraan terutama mobil.


"Arrrghhh....Ini dimana sih kok sunyi banget,mana signalnya putus-putus lagi.Apa gue salah jalan ya " teriak Reina lalu mencoba mengingat-ingat.


"Sial....Sial...Siaaaaal,gimana nih entar lagi mau malam,gue nggak tahu jalan ini.Mana gue lapar dan entar lagi mau hujan...Ahhhhh mama,papa tolongin Reina" ucap Reina berbicara sendiri.


Jam sudah menunjukan pukul 18:00,ia masih berada di dalam mobilnya sambil tiduran karena diluar hujan cukup deras,Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan jika ada yang menelpon lalu ia langsung mengangkatnya.


"Hallo sayang,kamu di mana sih dari pagi sampai malam belum pulang-pulang juga "


"Reina juga nggak tahu ma ini dimana,Reina sepertinya tersesat deh dan parahnya lagi Reina kehabisan bensin dan disini singnalnya putus-putus gitu ma "


"Aduh,mana papa belum pulang lagi,mama mau minta tolong sama siapa dong untuk jemput kamu "


"Emangnya mang udin supirnya mama kemana?suruh dia jemput Reina "


"Kalau ada juga udah mama suruh dari tadi jemput kamu.Mang udin lagi sakit sayang sudah 2 hari ini "


"Terus yang mau jemput Reina siapa dong,Reina takut nih ma disini sangat sunyi "


"Tunggu sayang,mama juga lagi mikir ini siapa yang bisa jemput kamu"


"Cepatan dong ma"


"Mama tahu,kamu tunggu saja ya sayang sebentar lagi ada yang jemput kamu "


"Siapa ma,suruh cepat ya Reina sudah lapar sekali nih "

__ADS_1


"Iya kamu tungguin saja " telpon pun di matikan.


Sekitar 1 jam lebih Reina menunggu,akhirnya pertolongan pun datang.


"pip...pip...pip...." suara klakson mobil itu lalu seseorang turun dari dalam mobil kemudian menghampiri mobil Reina.


"Kak Dafa" ucap Reina kaget lalu membuka pintu mobilnya.


"Cepat turun " ucap Dafa menyuruh Reina turun.


"Eh iya " jawab Reina lalu turun dan mengikuti Dafa masuk ke dalam mobilnya.


Di perjalanan hanya suara musik yang terdengar mengiringi mereka.Reina ingin membuka suara tapi ia urungkan karena melihat ekspresi muka dari Dafa yang dingin itu,jadilah dia mencoba tidur saja tapi suara cacing diperutnya meronta-ronta di dalam sana ingin segera di isi.


"Kak,bisa kita berhenti di sana " ucap Reina menunjuk sebuah warung makan di pinggir jalan.


"Kamu lapar ?" tanya Dafa lalu melihat Reina.


"Iya kak,sedari tadi aku belum makan " jawab Reina lalu Dafa pun memarkirkan mobilnya di depan warung itu.


Sesudah mengisih perut mereka,perjalan pun di lanjutkan.Namun tiba-tiba di perjalanan hujan mengguyur begitu derasnya dan membuat Dafa harus mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.Suasana di dalam mobil itu menjadi hening karena tak ada lagi suara musik melainkan hanya suara hujan yang mereka dengar,Reina melirik ke arah Dafa sebentar.


"Udah lihatnya,nanti biji mata kamu keluar " ucap Dafa ketus ke Reina sambil fokus mengemudi.


"Sudah ketangkap basah juga,nggak mau ngaku " ucap Dafa lebih ketus lagi.


"Ekhmm...Iya,tadi aku lihatin kakak " ucap Reina tak bisa lagi mengelak jika berbicara sama kutub es ini.


"Itu...Ngaku jugakan " ucap Dafa lalu melihat Reina.


"Dasarrrrr kutub es nyebelinnnnnn " batin Reina


"Kak Dafa,kenapa kakak yang jemput aku? " tanya Reina memberanikan diri berbicara duluan.


"Nama gue maksa untuk jemput lo,katanya lo tersesat " jawab Dafa masih fokus menyetir.


"Oh gitu....Makasih ya sudah jemput aku.Kalau nggak ada kakak tadi,mungkin aku udah mati kelaparan disana " ucap Reina lalu tersenyum.


"Emmm....Sama-sama " jawab Dafa singkat.


"Ada apa ini ko macet banget di depan sana?" ucap Reina melihat banyak mobil berhenti.


"Permisi pak,mau nanya kenapa mobil pada berhenti di depan sana ya ? " tanya Dafa pada seseorang yang sedang berjalan memakai mantel hujan.

__ADS_1


"Oh itu,ada pohon tumbang di depan sana mas,karena hujan deras sekali tadi " jawab bapak itu.


"Kira-kita berapa lama ya macet seperti ini ?" tanya Dafa lagi.


"Waduh....Kalau itu saya kurang tahu juga mas,soalnya saya juga baru datang " jawab bapak lagim


"Terima kasih pak atas informasinya " ucal Dafa lalu tersenyum ke bapak itu.


"Iya sama-sama,kalau begitu saya permisi dulu " ucap bapak itu berlalu pergi.


"Ini semua gara-gara kamu,ngapain kamu ke arah puncak segala,jadi gini kan kita terkena macet " ucaf Dafa kesal.


"Maaf,udah ngerepotin k'Dafa " ucap Reina merasa bersalah.


"Emmm " ucap Dafa masih kesal.


Setelah menunggu sekitar 2 jam lamanya,akhirnya mereka berhasil juga pulang sampai tujuan dengan selamat.


"Ekhmmm....Turun sana,ini sudah sampai rumah kamu " ucap Dafa kemudian melihat ke arah Reina yang ternyata sedang tertidur dengan pulasnya.


"Dasar anak ini,udah bikin gue capek-capek jemputnya dan sekarang gue harus gendong dia juga gitu...!Dafa sabar " ucap Dafa berbicara sendiri.


Dafa turun dari mobilnya kemudian beralih ke pintu mobil Reina bermaksud mengendongnya masuk kedalam rumah.Setibanya di depan pintu,Dafa langsung memencet bel rumah dan beberapa menit kemudian pintu pun terbuka dan memperlihatkan mama dan papa Reina.


"Malam om,tante " ucap Dafa.


"Malam,Reina kenapa Daf? " tanya Tias kaget melihat anaknya di gendong pulang.


"Oh ini tante,dia ketiduran karena sangat kelelahan soalnya di jalan tadi sangat macet " jawab Dafa.


"Ohhh....Kirain tante Reina pingsan,oh iya Dafa kamu langsung bawa Reina ke kamarnya saja,sini ikutin tante " ucap Tias menyuruh masuk dan langsung mengarahkan Dafa ke kamar Reina.


"Iya tante " jawab Dafa lalu mengikuti mama Reina dari belakang.


"Aduhhh.....Anak ini makan apaan sih dia kok berat gini.Awas aja lo nanti,gue akan kerjain lo habis-habisan " batin Dafa lalu menyeringai jahat.


Kini dafa ingin berpamitan pulang setelah tadi sudah mengantar Reina ke kamarnya.


"Nak Dafa,terima kasih ya sayang sudah mau menolong Reina.Kalau nggak ada kamu tadi,tante nggak tahu apa yang akan terjadi ke Reina " ucap Tiasl.


"Sama-sama tante,kalau begitu Dafa pamit ya om,tante " ucap Dafa sopan.


"Iya nak,hati -hati kamu bawa mobilnya " ucap Dimas kepada anak temannya itu.

__ADS_1


"Iya om,saya permisi dulu.Selamat malam " ucap Dafa kemudian berlalu pergi.


__ADS_2