MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 30


__ADS_3

3 Hari Kemudian.....


Reina beberapa hari ini di sibukkan dengan tugas kuliahnya begitu juga dengan Dafa di kantor.Walau mereka serumah namun mereka tak pernah bertemu karena kesibukan masing-masing,kesibukkan inilah yang membuat mereka lupa jika sudah menjadi suami istri dan terutama kewajiban Reina sebagai istri.Dafa tak pernah keberatan dengan hal apapun yang menyangkut istrinya itu,di fikiran Dafa saat ini hanya ada kerjaan dan kerjaan dengan begitulah dia bisa melupakan mantan kekasihnya itu dengan menyibukkan diri di kantor.Reina juga sibuk bersama teman-temannya seolah-olah lupa jika ia sudah menikah,mungkin itu karena perhatian Dafa yang kurang lalu mereka juga jarang bertemu membuat Reina merasa biasa saja.


Hari ini jadwal kuliah Reina masuk siang,jadi dia meluangkan waktu untuk beres-beres rumah dulu sebelum pergi Kampus.Reina sedang asik memainkan musik di ponselnya lalu bernyanyi sesuai lagu yang diputar dan bergoyang tak tentu arah kemudian ia tak sengaja memukul kepala suaminya pakai sapu yang dipegangnya.


"Aduh....Reinaaaaaa " ucap Dafa memegang kepalanya yang sakit lalu menatap Reina dengan penuh kesal dipagi hari.


"Astaga.....Mati gue " batin Reina.


"Maaf kak,Reina nggak sengaja " ucap Reina meminta maaf.


"Sabar Dafa sabar....Ini masih pagi oke" batin Dafa.


"Emm" ucapan singkat yang keluar dari mulut Dafa.


"Sekali lagi Reina minta maaf kak,mau diobatin nggak?" tanya Reina kepada suaminya.


"Nggak usah,saya sedang buru-buru mau ke kantor" ucap Dafa sambil merapikan pakaiannya kemudian berlalu pergi.


"Baik kak,hati-hati bawa mobilnya kak " ucap Reina sedikit berteriak supaya di dengar oleh suaminnya itu.


"Dasar kak Dafa,kalau dia ngomong itu ketus banget deh.Bawaannya bikin orang kesal terus" ucap Reina berbicara sendiri lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


Tak cukup lama Reina membersihkan apartemennya,setelah melihat semua sudah beres dan bersih dia pun beristirahat sejenak sambil menonton tv.


Beberapa menit kemudian,bel apartemennya berbunyi.


Ting...Tong...Ting....Tong.


"Siapa tuh yang datang " ucap Reina lalu pergi membukakan pintu.


"Taraaaaaa...." ucap Siska kepada menantunya itu.


"Bunda,Safa,silahkan masuk " ucap Reina tersenyum paksa untuk menghilangkan kepanikannya lalu mempersilahkan mertua dan iparnya untuk masuk.


"Gawat nih,kenapa mereka tiba-tiba muncul sih.Gimana coba kalau mereka tahu aku dan kak Dafa nggak tidur barengan,gue harus jawab apa dong" batin Reina


"Wahhhh....Apartemen ini sudah bersih dan rapi,kamu yang kerjakan semua ini Rei " tanya Siska kemudian duduk di sofa.


"Iya Bun,hari ini Reina masuknya siang jadi beberes dulu sebelum ke kampus" jawab Reina.

__ADS_1


"Untung kak Dafa nikahnya sama kak Reina pintar urus rumah,gimana coba kalau kak Dafa nikah sama cewek yang cuma tahunya shopping dan habisin uang aja,mungkin kita udah jadi gelandangan ma karena jatuh miskin " ucap Safa sambil melihat-lihat isi rumah kakaknya itu.


"Hussss...Kamu jangan bilang gitu nak,kalau terjadi beneran gimana coba.Kamu mau kita jadi gelandangan apa? " ucap Siska kepada anak perempuannya itu.


"Amit-amit ma,semoga semua nggak terjadi " jawab Safa.


"Oh iya Bun,kenapa nggak nelpon aku dulu kalau mau kesini,untung aku belum ke Kampus " ucap Reina.


"Sebenarnya Bunda dan Safa mau kesuatu tempat,tapi jalannya lewat depan sini jadi sekalian aja singga bertamu" jawab Siska.


"Oh gitu,kirain mama memang mau kesini.Oh iya sampai lupa Bunda mau minum apa,Reina buatin" ucap Reina kepada mertuannya.


"Tidak usah repot-repot sayang,Bunda cuman mampir aja mau lihat keadaan kamu dan Dafa.Oh iya sayang,kamu sudah pintar masak ya?" ucap Siska lalu bertanya pada menantunya itu.


"Belum Bun,akhir-akhir ini Reina sibuk Kuliah dan banyak tugas menumpuk juga,jadi Reina nggak sempat deh mau belajar masak sama mba di rumah " jawab Reina.


"Oh gitu ya.Kamu harus jaga kesehatan ya sayang,jangan terlalu difikir soal tugas Kampus nanti kamu sakit loh" ucap Siska menasehati menantunya itu.


"Benar kata mama kak,ingat lo kak Reina juga harus ngurus kak Dafa,kalau kak Reina sakit nanti siapa yang ngurusin dia " ucap Safa.


"Iya Bunda,Safa,Reina akan ingat nasehat kalian " ucap Reina lalu tersenyum.


"Iya Bunda,hati-hati dijalan" ucap Reina lalu mereka berpelukkan sebelum berpisah kemudian berlalu pergi.


Setelah dirasa mereka sudah pergi dan menjauh,Reina kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa karena merasa lega.


"Untung aja Bunda nggak meriksa kamar,kalau dia tahu aku nggak sekamar sama kak Dafa kan bisa berabe urusannya " ucap Reina.


Reina kemudian masuk kamar dan langsung mandi setelah itu bersiap-siap pergi ke Kampus.


***


Dafa mengemudikan mobilnya dengan cepat supaya terhindar dari kemacetan Jakarta,namun di perjalanan tiba-tiba Dafa melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang duduk dipinggir jalan lalu ia memberhentikan mobilnya dan keluar menemui orang itu.


"Alexa " ucap Dafa.


"Kak Dafa " ucap Alexa setelah menoleh ke sumber suara tersebut.


"Kamu ngapain dipinggir jalan sendirian ?" tanya Dafa.


"Ini kak,ban mobil aku bocor dan taksi juga sedari tadi aku tungguin nggak ada yang lewat-lewat " jawab Alexa.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Dafa lagi.


"Aku mau ke Kampus kak,sebenarnya masuknya siang sih tapi aku ada keperluan di Perpustakaan jadi berangkar cepat" ucap Alexa.


"Kakak akan anterin kamu " ucap Dafa.


"Nggak usah kak,nanti ngerepotin lagi " ucap Alexa berpura-pura menolak.


"Aku yakin dilubuk hatinya kak Dafa masih ada nama aku,buktinya dia masih pedulikan sama aku" batin Alexa.


"Nggak kok,Kantor dan Kampus kamu searah jadi sekalian aja kakak anterin kamu " ucap Dafa memberi tumpangan pada Alexa.


"Oh gitu,baiklah aku ikut kakak aja " ucap Alexa.Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil Dafa kemudian melesat pergi menuju arah yang dituju.


Didalam mobil hanya mereka berdua saja,di perjalanan rasa canggung diantara keduanya membuat mereka tak saling pandang maupun berbicara.Alexa sebenarnya ingin bertanya tentang kehidupan Dafa sekarang namun ia ragu karena ia merasa tidak ada hak menanyakan itu.


"Bagaimana kabar kamu sekarang? " tanya Dafa.Sebenarnya ia ragu bertanya seperti itu,namun untuk menghilangkan kecanggungan keduanya akhirnya dia membuka suara duluan sekedar berbasa basi.


"Yaaa...Seperti kak Dafa lihat,aku baik " jawab Alexa.


"Apa kamu sudah punya pacar? " ucap Dafa spontan.


"Bodoh....Kenapa kamu tanyakan itu sih Dafa " batin Dafa.


"Belum kak,kalau kak Dafa sendiri gimana hubungannya dengan istri kakak? "ucap Alexa lalu berbalik tanya kepada Dafa.


"Begitu-begitu saja,aku sibuk dengan kerjaan dan dia juga sibuk kuliah,jadi kita jarang bertemu." jawab Dafa.


"Oh begitu ya,jadi kak Dafa sekarang tinggal sama mertua dong? " tanya Alexa berpura-pura tak tahu.


"Kami tinggal di Apartemenku,aku ingin belajar mandiri dan bagusnya dia ngikut keputusan aku " ucap Dafa.


"Wah...Bagus dong,aku doain semoga kalian cepat akrab" ucap Alexa berpura-pura tersenyum.


"Aku nggak rela kak Dafa dimiliki oleh orang lain,bagaimanapun caranya aku harus dekat kembali sama kak Dafa.Harus " batin Alexa.


"Semoga aja " ucap Dafa.


"Iya kak " ucap Alexa.


Cukup lama perjalanan,akhirnya mereka sampai juga di Kampus.Alexa mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarnya tepat waktu lalu keluar dari mobil Dafa.Setelah Alexa keluar,Dafa langsung menancap gas menuju Kantornya karena sudah sedikit terlambat.

__ADS_1


__ADS_2