
Setelah memotret Reina,Alexa lalu pergi dari tempat itu jangan sampai Reina melihatnya.Disepanjang jalan Alexa memikirkan cara bagaimana mengirim foto itu kepada Dafa tanpa Dafa curiga jika itu darinya.
"Gue beli kartu baru aja kali yah.kalau gue kirim foto ini nggak ada yang tahu kalau itu dari gue " ucap Alexa bahagia dengan ide yang terlintas di fikirannya.
Tak lama kemudian ia menepikan mobilnya di salah satu grai ponsel yang menjual aneka kartu dan ponsel.Ia sengaja membeli sebuah ponsel baru sekalian kartu perdana.Ponsel itu untuk ia pakai jika melancarkan aksinya.
Alexa kemudian melajukan mobilnya kembali ke rumah.Tak berselang lama ia langsung mengirim foto tadi ke ponsel barunya lalu menghapus semua foto diponselnya supaya tak ada yang mencurigainya.Alexa kemudian mengirim foto tadi ke nomor Dafa yang masih ia simpan.
"Maafin gue Rei kalau gue jahat sama loh,gue hanya ingin kak Dafa kembali sama gue " batin Alexa.
Di sisi lain Dafa sedang mengutak-atik laptopnya melihat ada beberapa berkas yang Edo kirim padanya untuk Dafa periksa kemudian ponselnya bergetar sekali menandakan jika ada chat masuk lalu ia membukanya cepat.
Ekspresi Dafa kemudian berubah saat melihat foto yang dikirim seseorang dengan nomor baru itu.Awalnya Dafa mengira jika wanita difoto itu Reina bersama temannya engah siapa namun saat diperdekat Dafa memblalakan matanya karena lelaki yang bersama Reina itu ternyata sahabatnya sendiri.
"Andra" ucap Dafa yang masih memegang ponselnya.
"Apa hubungan Reina dan Andra..!apa selama ini mereka punya hubungan spesial " batin Dafa.
Dafa kemudian mengingat obrolan dia dan Reina waktu di Bali tentang masa lalu Reina yang masih teringat jelas di benaknya jika dulu Reina pernah patah hati pada cowok tapi cowok itu sudah menikah.
"Berarti bukan Andra,diakan belum nikah" ucap Dafa sambil meremas ponselnya entah mengapa ia sakit hati melihat foto itu.
Kemudian muncul difikiran Dafa jika dulu Andra juga pernah menyukai Alexa mantannya itu dan membuat pertemanan mereka kurang baik karena alasan perasaan.
"Kenapa harus Andra lagi" ucap Dafa kesal sambil mengepalkan tangannya.
Entah kenapa melihat foto itu Dafa sangat marah.Awalnya ia hanya biasa saja namun melihat lelaki yang bersama Reina istrinya itu adalah Andra kekesalan Dafa bertambah dan ingin segera bertanya pada Reina atau Andra langsung.Tak beberapa lama Reina pun kembali ke Apartemen,mengetahui Reina sudah pulang Dafa langsung keluar kamarnya ingin menemuinya dan bertanya langsung pada Reina.
"Rei..." panggil Dafa dingin.
"Iya" jawab Reina.
"Aku mau bicara" ucap Dafa.
"Ya bicara aja kali" ucap Reina yang heran dengan Dafa.
"Apa hubungan kamu dengan Andra" tanya Dafa sambil memperlihatkan foto yang ada diponselnya.
"Inikan foto aku dan kak Andra dicafe tadi.!siapa yang fotoin kita terus ngirim ke kak Dafa" batin Reina.
__ADS_1
"Teman,aku dan kak Andra cuma teman kok" jawab Reina jujur.
"Teman tapi ketemuan hanya berduaan?" ucap Dafa agak kesal.
"Ihh apaan sih kak Dafa kok nanya kayak lagi ngeintrogasi orang sih" batin Reina.
"Ya emang aku dan kak Andra hanya temanan doang kak Dafa.Oh iya kebetulan mamanya kak Andra teman lamanya mama" ucap Reina.
Dafa merasa jawaban Reina jujur tapi dia masih kesal dengan apa yang dia lihat.
"Oh" ucap Dafa lalu balik ke kamarnya lagi.
"Kak Dafa kenapa sih kayak kesal gitu aku habis jalan sama kak Andra" ucap Reina bingung.
Reina lalu mengingat perkataan Andra tadi.
Andra :
Mungkin berat untuk kamu meluluhkan hati Dafa mengingat hubungannya yang dulu sudah terjalin begitu lama tapi tak ada salahnya jika kamu mencoba dan meyakinkan hatinya untuk membuka hati untukmu,jadi tetap semangat menghadapinya.
"Hmmm...kalau saja dulu aku sama kak Andra nikahnya mungkin aku udah hidup bahagia dan dicintai pasangan,nah ini aku nikah sama cowok es balok yang moodnya kadang berubah" ucap Reina menghela nafasnya dengan berat lalu duduk di sofa.
Reina kemudian melangkah ke dapur untuk mengambil minum dilemari esnya.Reina lalu melirik dilemari atas ada sebuah cup cake.
"Oh my good,tadikan aku bikinin kak Dafa cake" ucap Reina yang baru mengingatnya.
Reina lalu mengambil cupcake itu dan meletakkannya diatas meja makan.
"Semoga kak Dafa suka" batin Reina.
Reina kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Dafa dengan membawa beberapa potongan kua bikinannya dan berharap Dafa suka.
"Kak.....kak dafaaaaaa" panggil Reina sambil mengetuk pintunya.
Dafa kemudian membuka pintunya dengan menampakan wajah dinginnya itu tanpa ekspresi.
"Kak,tadi aku bikin kue kakak cobain ya" ucap Reina lalu tersenyum.
"Nanti aja,aku nggak mood mau makan kue sekarang" ucap Dafa ketus lalu menutup kembali pintu kamarnya.
__ADS_1
Hati Reina kembali sakit dengan perlakuan Dafa lagi.Sebenarnya ini sudah biasa terjadi tapi hari ini Reina sengaja membuatkan kue untuk Dafa dari resep yang ia pelajari dari mamanya Andra dan ia ingin orang pertama yang cicipi kue buatannya itu adalah Dafa.
Reina kembali mengetuk pintu kamar Dafa dengan kesalnya.
"Apa lagi sih Rei,aku lagi sibuk ini" ucap Dafa setelah membuka pintinya.
"Aku tahu kak Dafa sibuk kerja nggak dirumah nggak dikantor dan aku juga tahu kak Dafa nggak suka sama aku tapi setidaknya jangan nolak pemberian aku" ucap Reina kesal.
"Rei,kamu kenapa sih "ucap Dafa heran dengan Reina yang tiba-tiba marah.
"Kak Dafa itu yang kenapa.Apa kakak tahu aku udah capek-capek buatin cupcake baru untuk kakak berharap kak Dafa senang,tapi apa kakak nggak peduli " ucap Reina meninggi.
"Kan aku bilang nanti entar aku makan kalau udah kerjaan aku selesai tenang aja" ucap Dafa yang ikut kesal dengan suara Reina yang mulai meninggi seolah-olah ini salahnya.
"Aku capek dengan sikap kakak yang kadang berubah.aku juga punya perasaan kak Dafa bukan seenaknya kak Dafa mainin" ucap Reina emosi mengingat sikap Dafa yang selalu berubah padanya kadang perhatian kadang cuek.
"Ya,disini semuanya aku yang salah dan kamu yang benar oke" ucap Dafa mencoba mengala karena menurutnya berdebat pada Reina tak akan memecahkan masalah.
"Apa kak Dafa tahu,kak Andra beri tahu aku untuk sabar ngehadapin sikap kakak dan nerima semua yang ada didiri kak Dafa tapi sekarang aku berfikir untuk menyerah saja" ucap Reina.
"Oh sekarang aku tahu kenapa kamu begini.ini semua karena hasutan Andra iya" ucap Dafa emosi karena mendengar nama Andra disebut.
"Aku nggak dihasut,malahan dia menyemangati aku untuk sabar hadapin kakak" ucap Reina yang sedikit takut melihat ekspresi Dafa.
"Oh begitu ya.Jadi kamu percaya dia haa?" ucap Dafa yang masih emosi.
"A...k..ku percaya" ucap Reina yang ketakutan heran melihat Dafa yang sangat emosi.
"Andraaaaaa....setelah alexa sekarang Reina yang mau lo ambil.... haaaaaaahh" batin Dafa.
Dafa kemudian mendorong tubuh Reina agak mundur setelah itu menutup pintunya dengan keras.
Reina mematung dan enggan beranjak dari sana.fikirannya masih tertuju pada Dafa yang tiba-tiba sangat marah saat ia sebut nama Andra.Reina kemudian mengingat obrolannya beberapa waktu lalu tentang masa lalu mereka dimana Andra juga menyukai Alexa namun ia sudah move on dan Dafa masih menjalin hubungan dengan wanita itu.Terus masalahnya apa kenapa Dafa sangat marah padahal yang tersakiti disini adalah Andra.
Tak lama kemudian Dafa keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi bertanda ia akan keluar.
"Kak Dafa mau kemana" batin Reina.
Dafa melirik Reina sekilas yang masih mematung ditempat tadi setelah itu ia berlalu keluar Apartemen mereka.
__ADS_1