MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 23


__ADS_3

Apartemen.


Hari pertama Reina berada di Apartemen suaminya sudah membuat dia sangat bosan dan ingin sekali keluar,namun Dafa tak ada dan ia takut keluar tanpa berpamitan sama suaminya itu.


"Bagaimana ya caranya k'dafa tahu kalau gue mau keluar,nomor ponselnya saja gue nggak simpan.Ahhh...Bodoh banget sih gue kenapa nggak nyimpan nomornya sih " ucap Reina mondar-mandir sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Saat Reina sedang memikirkan cara untuk menghubungi Dafa,tiba-tiba ponselnya berbunyi dan terlihat nama Jojo yang menelpon lalu kemudian ia mengangkatnya.


"Tumben lo nelpon gue "


"Rei lo dimana sih,gue tadi ke hotel tapi kata mereka kalian sudah check out "


"Iya gue sudah check out tadi pagi,kenapa lo cari gue "


"Gue tadi nggak sengaja lewat depan hotel,jadi gue sekalian aja mau samperin lo"


"Oh gitu "


"Lo di rumah ya "


"Enggak,gue di Apartemen k'dafa sekarang "


"Kok lo nggak balik ke rumah sih"


"Maunya gue gitu,tapi k'dafa bilang kita akan tinggal di Apartemen saja "


"Orangtua dan mertua lo sudah tahu kalau kalian mau tinggal sendiri"


"Belum,kata k'dafa malam ini kita mau kasih tahu mereka jadi gue ikut saja yang dia katakan"


"Oh gitu,terserah lo aja sih dia kan sudah jadi suami lo "


"Jo,gue bosan banget disini gue pengen keluar,tapi k'dafa nggak ada disini "


"Reina lo tinggal nelpon dia gampangkan"


"Itu masalahnya gue nggak punya nomor telponnya"


"Astaga Reina,lo bodoh atau gimana sih,masa suami sendiri lo nggak punya nomornya"


"Gue lupa minta Jo,lo mau nggak bantuin gue minta nomornya k'dafa sama mama gue pasti dia punya deh"


"Nggak mau gue,kenapa lo nggak minta sendiri aja "


"Gue nanti kena semprot mama gue,plisss ya Jo lo tolongin gue"


"Emmm,nanti gue usahain"


"Sekarang aja Jo"


"Gue lagi sibuk Rei,sudah dulu ya " ucap Jojo di seberang sana lalu mematikan telponnya.


"Dasar lo Jojo " ucap reina lalu membuang ponselnya di atas ranjang saking kesalnya ke sahabatnya itu.


Beberapa menit kemudian,pintu Apartemen dibuka dan ternyata itu Dafa yang baru pulang. Kemudian Reina menghampirinya.


"Kak,kemana saja sih,kok lama banget keluarnya?" tanya Reina.


"Itu bukan urusan kamu " jawab Dafa ketus lalu pergi menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Reina.


"Memang bukan urusan aku k'dafa mau kemana pun,tapi aku juga mau keluar bukan cuma k'dafa saja yang boleh keluar " ucap Reina mulai kesal sambil mengikuti Dafa dari belakang.

__ADS_1


"Kalau kamu mau keluar,ya keluar saja saya tidak larang kamu,tapi kamu harus tahu batas waktunya " ucap Dafa.


"Iya aku tahu itu,jadi berikan nomor telpon k'dafa supaya aku bisa hubungi kakak sampai jam berapa aku akan keluar " ucap Reina lalu meminta nomor suaminya.


"Kamu belum menyimpan nomor saya ?" tanya Dafa tak percaya.


"Belum lah,aku terlalu sibuk jadi nggak sempat nyimpan nomor kakak" jawab Reina.


"Dasar anak bocah,sibuk apa sih dia " batin Dafa.


"Ini jangan lupa simpan " ucap Dafa lalu memeperlihatkan nomor telponnya ke Reina lalu Reina langsung memasukkan di ponselnya.


"sudah kak,terima kasih " ucap Reina lalu pergi menuju kamarnya.


***


Malam Hari


Seperti perkataan Dafa tadi siang,jika malam ini mereka akan pergi ke rumah orangtua Dafa terlebih dahulu untuk memberi tahu keputusan mereka akan tinggal sendiri.


Ting....tong....tinh...tong


"Eh mas Dafa dan non Reina,silahkan masuk " ucap bibi (pembantu di rumah Dafa).


"Papa dan mama ada bi ?" tanya Dafa kepada bibinya itu sambil berjalan masuk kerumahnya bersama Reina.


"Ada mas,mereka lagi di ruang tengah sedang nonton " jawab bibi mengikuti Dafa dan Reina.


"Oh gitu " ucap Dafa.


"Saya permisi dulu mas,mau bikinin minum " ucap bibi lalu pergi ke dapur.


"Malam papa,mama " ucap Dafa yang sudah berada di ruang tengah lalu mereka duduk bersama kedua orangtuanya.


"Iya Daf,apa kalian tak suka dengan hotel itu ?" sambung Hendra bertanya kepada anaknya.


"Maafkan kita karena keluarnya cepat,soalnya kata Reina dia bosan disana jadi kita keluar hari ini " ucap Dafa berbohong dan membawa-bawa nama Reina.


"Apaaaaa....kenapa nama gue dibawa-bawa segala sih,kan ini maunya dia bukan aku " batin Reina lalu melirik tajam ke arah Dafa.


"Oh gitu,mama kirain juga kenapa.Oh iya sayang, jadi kalian mau nginap dimana malam ini dirumah ini atau di rumah mertua kamu ?" tanya Siska kepada anaknya.


"Kita sudah sepakat untuk tinggal di apartemen milik Dafa ma " ucap Dafa jujur.


"Kok gitu dafa.! Kalian kan bisa tinggal disini atau di rumah mertua kamu,kenapa harus tinggal sendiri sih ?" ucap Siska kaget mendengar perkataan anaknya.


"Dafa dan Reina nggak mau repotin mama sama papa dan mertua Dafa.Kita mau hidup mandiri ma,pa " ucap Dafa lalu menyenggol lengan Reina memberi kode supaya ikut berbicara juga.


"Iya bunda,Reina ingin mandiri juga supaya nggak dibilang anak manja lagi " sambung Reina tersenyum.


"Baiklah kalau itu kemauan kalian untuk hidup mandiri.Papa dukung itu memang pilihan yang terbaik buat pengantin baru ini" ucap Hendra tersenyum.


"Tapi pa,mereka masih mudah dan Reina apa bisa dia hidup mandiri.Pokoknya mama nggak setuju " ucap Siska kekeh dengan pilihannya.


"Ma,biarkanlah mereka tentukan pilihan mereka sendiri mereka sudah besar,kita sebagai orangtuanya hanya bisa mendukung mereka " ucap Hendra kepada istrinya.


"Tapi pa,Baiklah kalau itu pilihan yang terbaik mama nurut saja"ucap Siska mengalah.


"Dafa,apa mertua kamu sudah tahu pilihan kalian ini untuk tinggal sendiri ?" tanya Hendra.


"Belum pa,rencananya setelah dari sini baru kita mau kesana" jawab Dafa.

__ADS_1


"Kalau begitu kalian langsung kesana saja " ucap Hendra.


"Tapi kan kita baru saja sampai pa." ucap Dafa.


"Tidak apa-apa,kita bisa ngobrol lain waktu saja.Kalian langsung kesana saja mungkin Reina sudah kangen dengan orangtuanya " ucap Hendra.


"Baiklah papa,mama kami permisi dulu " ucap Dafa berdiri lalu berpamitan.


"Iya sayang,kalian hati-hati di jalan" ucap Siska memeluk anak dan menantunya bergantian lalu kemudian mereka berlalu pergi.


Di perjalanan menuju rumah Reina,inilah pertama kalinya mereka berbicara.


"Kak Dafa,kenapa tadi kakak bohong dan bilang ini kemauan aku,padahal inikan kemauannya kakak " ucap Reina.


"Apa menurut kamu mereka akan setuju kalau itu kemauan aku ?" tanya Dafa balik.


"Yaaa.....Kan kakak tinggal bilang saja mau mandiri,jangan bawa-bawa nama aku dong nanti terkesannya aku yang maksa k'dafa " ucap Reina sedikit kesal sama suaminya itu.


"Lebih bagus begitu " ucap Dafa masih fokus menyetir.


"Itu menurut k'dafa,aku nggak suka ya ikut bohong kayak k'dafa apalagi sama orangtua sendiri nggak baik tahu " ucap Reina mulai kesal dengan Dafa.


"Aku bohong juga demi kebaikan bersama,jadi kamu ikut saja yang saya katakan " ucap Dafa yang juga mulai kesal.


"Enggak,kenapa aku harus ikut kemauan kakak,aku tahu sekarang aku sudah jadi istrinya k'dafa tapi bukan berarti semua omongan k'dafa aku harus ikutin apalagi berbohong " ucap Reina marah.


"Kamu ya,dasar anak keras kepala " ucap Dafa.


"Itu kakak tahu,dan aku nggak suka di perintah " ucap Reina ketus.


"Oke baiklah,kalau begitu kita tak jadi ke rumah orangtua kamu kita langsung balik ke apartemen saja " ucap Dafa lalu membelokan mobilnya ke arah Apartemen bukan kerumah mertuanya lagi


"Kok gitu kak,aku nggak mau balik ke Apartemen sebelum ketemu orangtua aku " ucap Reina marah.


"Terserah " ucap Dafa.


"Kak Dafaaaaaaaaaaaa " teriak Reina di dalam mobil.


Mendengar teriakan Reina,Dafa langsung ngerem mendadak dan Reina hampir saja kepalanya terbentur di kaca mobil.


"Reina....Apa kamu mau kita celaka haaa "ucap Dafa meninggikan suaranya karena sudah sangat kesal dengan tingkah Reina yang kekanak-kanakan.


"Kita putar balik lagi ke arah rumah aku sekarang" ucap Reina yang juga sedang marah.


"Enggak " ucap Dafa.


"Oke,kalau gitu aku turun disini saja " ucap Reina lalu mencoba membuka pintu mobil namun terkunci otomatis.


"Turun aja kalau bisa " ucap Dafa.


"Kak buka nggak kuncinya sekarang,kalau enggak... " ucap Reina menggantung.


"Kalau enggak kenapa ?" tanya Dafa melirik Reina.


"Auuuuu,Reina kamu gila ya " ucap Dafa kesakitan karena baru saja di beri 1 bogeman dipipi dari Reina.


"Aku kan sudah bilang putar balik ke arah rumah aku,tapi kakak nggak mau.K'dafa mau badannya sakit-sakitan semua " ucap Reina mengancam suaminya.


"Dasar anak ini,kalau bukan cewek gue sudah hajar lo habis-habisan " batin Dafa.


"Oke" ucap Dafa sengaja mengalah.

__ADS_1


Kemudian Dafa putar balik ke arah rumah Reina.Setelah sampai di sana mereka menceritakan keinginan mereka untuk tinggal bersama supaya mandiri dan mereka bersyukur kedua orangtua Reina setuju dengan keputusan mereka itu.Tapi dengan syarat malam ini mereka akan menginap disana dan mereka pun menyetujuinya.


__ADS_2