
Reina dan Agnes sudah masuk didalam Restoran itu dan mencari-cari keberadaan teman Agnes.
"Agnes" Teriak seseorang itu lalu melambaikan tangannya menyuruh Reina dan Agnes pergi menemuinya.
"Rei,kita kesana yuk sama teman kakak" ajak Agnes yang hanya di anggukan oleh Reina dan mereka berdua menuju ke teman Agnes.
"Wah Do,udah lama ya kita nggak ketemu."ucap Agnes yang telah sampai di depan temannya itu kemudian mereka duduk bersebelahan bersama Reina juga tentunya
"Sepertinya ni cowok kayak pernah lihat deh" batin Reina.
"Iya nih,soalnya aku lagi buka Restoran disini.Jadi bulak-balik gitu kadang di sini kadang juga stay di bali" jawab Aldo kemudian melirik sebentar ke arah Reina.
"Nih cewek kayak pernah lihat deh" batin Aldo.
"Wahhhh tambah sukses nih kamu.Tapi sayangnya masih sendiri aja" ucap Agnes lalu terkekeh.
"Ya begitulah,difikiran aku nomor satu itu kerjaan dan kalau cari wanita paling dinomor duain dulu" ucap Aldo sambil tersenyum.
"Oh iya Do kenalin nih adik gue namanya Reina" ucap Agnes memperkenalkan Reina pada temannya itu.
"Reina" ucap Reina.
"Aldo" ucap Aldo juga.
"Gue ingat sekarang,inikan istrinya si Dafa" batin Aldo.
"Kamu bukannya istrinya Dafa ya? " ucap Aldo bertanya pada Reina.
"Iya" jawab Reina kemudian mengingat-ingat pertemuannya dengan lelaki itu.
"Lo kenal sama suami adik gue?" tanya Agnes.
"Ya iyalah,Dafa itu sahabat gue" jawab Aldo.
"Aku ingat sekarang,kakak yang waktu itu di resepsi aku datang bareng kak Edo kan?" tanya Reina.
"Iya" ucap Aldo lalu tersenyum.
"Hmmm dunia ini sangat sempit ya " ucap Agnes.
"Ya begitulah.Oh iya Nes berapa lama lo disini?" tanya Aldo.
"Besok udah balik lagi ke bali,cuti gue cuman tiga hari aja " ucap Agnes.
"Kebetulan banget besok gue juga mau ke bali ada urusan kerjaan.Kita bareng aja gimana?" ucap Aldo.
"Hmmm oke,lo nelpon gue aja jam berapa berangkatnya " jawab Agnes.
__ADS_1
"Beres itu" ucap Aldo.
Agnes dan Aldo masih Asik mengobrol,namun Reina harus pamit duluan meninggalkan Restoran itu karena tadi mertuanya menelponnya dan mengajak bertemu.
***
Restoran yang menjadi tempat pertemuan Reina dan mertuanya ini tak jauh dari tempatnya tadi bersama Aldo dan Agnes.Jadi ia cepat sampainya dan menemukan mertuanya dan adik iparnya sudah ada disana menunggu.
"Siang bun,Safa" sapa Reina pada keduanya.
"Siang kak" ucap Safa lalu tersenyum pada kakak iparnya.
"Siang juga sayang.Kamu kok cepat sampainya sih?" tanya mertua Reina.
"Oh itu bun,aku dan kakak sepupu aku kebetulan ada di Restoran dekat sini.Jadi cepat sampainya deh" jawab Reina.
"Terus kakak kamu disana sendirian dong.Kenapa kamu nggak bawa aja kesini sekalian kita kenalan" ucap Siska pada menantunya.
"Dia nggak sendiri kok bun,Reina tadi ngantar dia ketemu sama temannya yang ada disini" ucap Reina.
"Oh baguslah kalau begitu,kirain bunda kamu tinggalin dia sendirian disana"ucap Siska.
"Nggak kok.Oh iya bun ternyata temannya kak Agnes itu temannya kak Dafa juga loh" ucap Reina.
"Oh ya,namanya siapa?" ucap Siska.
"Oh Aldo,iya dia temannya Dafa suami kamu.Bunda tinggal dulu ya mau ke toilet" ucap Siska lalu dianggukkan oleh Reina kemudian ia pergi menuju toilet.
Mumpung mamanya lagi ke toilet,Safa akan menanyai kaksk iparnya itu.
"Kak Rei,memangnya kak Dafa nggak suka cerita tentang teman-temannya sama kak Reina?" tanya Safa.
"Mampus gue.Gue harus jawab apa dong"batin Reina.
"Hmmm...Kak Dafa itu sibuk banget,jadi kita jarang ketemu apalagi mau cerita " jawab Reina berbohong.
"Dasar kak Dafa.Emang gitu dia kak orangnya,selain wataknya yang dingin dia juga nyebelin banget " ucap Safa menjelekkan kakaknya.
"Hmmm adiknya aja bilang gitu,dasar si balok es" batin Reina.
"Iya sih dia agak nyebelin gitu orangnya.Apalagi kalau aku sering nanya-nanya,dia jawabnya ketus amat" ucap Reina.
"Memang gitu kak.Tapi senyebelinnya kak Dafa,dia itu orangnya baik dan setia" ucap Safa.
"kebetulan nih ngobrolnya ke arah situ.Gue sekalian aja deh nanya tentang mantannya kak Dafa."batin Reina.
"Oh ya,kirain aku kak Dafa itu cowok playboy" ucap Reina.
__ADS_1
"Sabar Reina lo jangan langsung to the poin nanti dia curiga" batin Reina.
"Boro-boro mau jadi playboy,yang satu aja susah lepasnya.Kak Reina tahu nggak,hubungan kak Dafa sama pacarnya itu nggak pernah direstuin sama mama dan papa,tapi dia kekeh nggak mau putusin.Aku juga belum pernah sih ketemu langsung sama mantannya kak Dafa itu,tapi lihat kak Dafa serius dan bela-belain nentang mama dan papa,kayaknya dia orang yang baik karena kak Dafa sangat mencintainya" ucap Safa menceritakan kisah cinta kakaknya itu.
"mendengar cerita Safa kok gue jadi merasa bersalah yah masuk diantara mereka" batin teina.
"Begitulah cinta.Kak Reina merasa bersalah deh tiba-tiba masuk di kehidupan mereka" ucap Reina kemudian memasang muka sedih.
"Kak Reina nggak salah kok,mungkin mereka nggak jodoh aja.Tugasnya kakak sekarang itu menyembuhkan luka hatinya kak Dafa,dengan begitu kak Dafa bisa melupakan masa lalunya dan membuka hati buat kakak.Percaya deh " ucap Safa sambil memegang tangan kakak iparnya itu.
"Kamu nih masih kecil tapi sudah berkata bijak banget,kalab deh kakak" ucap Reina sambil mencubit pipi adikiparnya itu karena gemes.
"Aduh kak sakit tahu" ucap Safa kemudian mereka tertawa bersama.
Safa merasa kakak iparnya ini asik diajak ngobrol bareng,buktinya saja walau mereka baru beberapa kali bertemu Safa sudah akrab sekali pada Reina.
"Wahhhhh...Kalian sedang cerita apa nih kayaknya seru sekali" ucap Siska yang baru datang dari toilet.
"Lagi ceritain kak Dafa" ucap Safa.
"Apa kamu jelek-jelekin kakak kamu lagi?" tanya Siska pada anaknya.
"Nggak kok ma.Safa itu cuma kasih tahu kak Reina tipe cewek kak Dafa suka,ia kan kak?" ucap Safa lalu bertanya pada Reina sambil mengedipkan satu matanya untuk memberi kode.
"Benar Rei" tanya Siska.
"Iya bun,Reina ingin tahu tipe cewek yang Dafa suka itu gimana supaya Reina bisa begitu" jawab Reina.
"Kamu nggak perlu berubah seperti tipe yang Dafa mau,kamu cukup menjadi dirimu sendiri dan apa adanya itu sudah poin penting.Jangan menjadi seperti orang inginkan yang kamu sendiri tak menginginkannya " ucap Siska menasehati.
Reina merasa kata-kata ibu mertuanya itu sedikit menyentuh hatinya.
"Begitu ya bun.Apa suatu saat kak Dafa bisa mencintai Reina?" ucap Reina.
"Bisa sayang,nggak ada yang nggak mungkin.Kamu hanya cukup bersabar aja ya" ucap Siska lalu tersenyum.
"Bunda harap dengan adanya kamu,Dafa bisa cepat melupakan Alexa dan belajar mencintai kamu " batin Siska.
"Iya bun" ucap Reina.
"Ayo sekarang kita pesan makan,setelah itu bunda akan ngajak kamu ke suatu tempat rahasia" ucap Siska pada menantunya.
"Kemana bun.Reina penasaran deh" ucap Reina.
"Rahasia dong,entar saja kamu bakalan tahu kok" jawab Siska.
Setelah ngobrol sebentar,mereka lalu makan siang kemudian pergi menuju tempat yang di sebutkan.
__ADS_1