MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 9


__ADS_3

Sesaat ia melangkah masuk kembali ke dalam rumah,tiba-tiba Reina dipanggil oleh papanya dan menyuruhnya kesana.


"Reina kesini dulu sayang " panggil papa Reina menyuruhnya kesana.


"Oh iya pa " jawab Reina lalu pergi mendekati papanya dan om Hendra yang sedang berbincang-bincang.


"Rei..kamu lihat anak om tidak,dari tadi saya cari nggak ketemu-ketemu juga " tanya Hendra kepada Reina.


"Nggak tahu om,Reina nggak lihat juga " jawab Reina menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Om bisa minta tolong nggak cariin anak om Dafa,om ada perlu sama dia "ucap Hendra menyuruh Reina mencari anaknya.Itu hanya taktik mereka untuk mendekatkan anak mereka sebelum perjodohan yang sebenarnya berlangsung.


"Iya om,Reina akan cari keberadaan k'Dafa dulu,permisi " ucap Reina lalu pergi mencari seseorang yang bernama Dafa itu.


Reina sudah berkeliling kesana-kemari mencari keberadaan orang yang sedari tadi di carinya,namun belum ketemu-ketemu juga.Ia mencari mulai dari taman samping rumah,ke dapur dan terakhir ke halaman depan rumahnya tapi tak kunjung-kunjung ketemu,kakinya sudah terasa pegal karena dia memakai sepatu hak tinggi.


"Dasar anaknya om Hendra,kemana sih perginya,nggak tahu apa nih rumahnya luas banget capek gue carinya dari tadi.Mana kaki gue sakit,awas aja kalau ketemu gue jitak tuh kepalanya " ucap Reina bergerutu sendiri.


"Berisik lo,ganggu gue aja " ucap seseorang yang sedari tadi mendengar perkataan Reina.


"Astaga...Kok ada suara tapi orangnya nggak ada yah " ucap Reina mencari-cari asal suara tadi dan berhasil menemukannya di dalam garasi, tepatnya berada di dalam mobil sedang sedang tiduran.Lalu Reina menghampiri orang itu.


"Pergi sana,gue nggak mau diganggu " ucap seseorang yang ternyata adalah Dafa yang sedari tadi dicari Reina.


"Ehhhh...Lo anaknya om Hendra kan ?" tanya Reina yang mulai mendekat ke arah Dafa untuk memastikan kalau benar yang sedari tadi ia cari.


"Emmmm " jawab Dafa singkat


"Ehh lo...Eh maksudnya kak,om Hendra tadi nyuruh aku cari kakak katanya ada yang mau di omongin " ucap Reina mencoba mengakrabkan diri.


"Terus " ucap dafa cuek.


"Ya... Kakak di suruh kesana temuin om Hendralah " jawab Reina berpura-pura ramah,padahal sedari tadi ia ingin menjitak kepala orang ini saking jengkelnya tapi ia urungkan.


"Ohh...Terus ngapain kamu masih berdiri disini ?" ucap Dafa lalu melirik ke arah Reina yang masih berada di sana.


"Tungguin kakak,kita masuknya bersamaan aja,sekalian aku mau pamit untuk pulang duluan " jawab Reina lalu tersenyum.


"Kamu duluan saja,saya masih mau disini " ucap Dafa menyuruh Reina pergi.


"Dasar...Anaknya om Hendra,gue kirain di baik,ramah dan penyayang seperti orangtuanya ehhh...Ternyata dia orangnya cuek dan ngeselin banget....sabar Reina " batin Reina.p


"Oke....Aku masuk duluan ya,dan bilang ke om Hendra kalau kakak nggak mau masuk ke dalam " ucap Reina lalu bermaksud ingin pergi namun tangannya di pegang oleh Dafa.


"Tunggu...Kita masuk barengan " ucap Dafa berjalan duluan setelah keluar dari persembunyiannya dan meninggalkan Reina sendirian.

__ADS_1


"dasar nyebelin " teriak Reina kesal lalu meremas-remas bajunya kemudian menyusul Dafa masuk ke rumah.


Reina masuk ke dalam rumah dengan sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah kaki Dafa,mereka menuju ke arah orangtua mereka yang sedang asyik ngobrol di sofa ruang tengah.


"Waaah....Kalian seperti pasangan serasi,lihat baju mereka warnanya sama-sama coklat kayak sudah janjian sebelumnya " ucap Siska menggoda anaknya yang baru saja sampai.


"Iya mba,mereka cocok banget ya " sambung Tias tersenyum.


"Ihhh...Mama apaan sih " ucap Reina melirik ke mamanya.


"Pa,katanya ada yang mau diomongin ya?" tanya Dafa ke papanya.


"Oh itu ya....Aduh papa lupa apa yang mau di bicarain tadi " ucap Hendra menepuk jidatnya.


"Oh...Kalau gitu Dafa naik ke kamar dulu ya " ucap Dafa lalu beranjak pergi.


"Sekalian juga Reina mau pamit duluan ya semuanya,soalnya ada teman Reina di rumah lagi nungguin Reina " ucap Reina berpamitan ingin pulang duluan.


"Tapi kamu mau naik apa Rei...! Kita perginya barengan semua tadi ?" tanya mama Reina.


"Nanti Reina pesan taksi online aja ma " jawab Reina.


"Nggak baik anak perempuan jalan sendirian malam-malam begini,nanti kamu di antar Dafa saja supaya aman " ucap Hendra.


"Nggak usah om,nanti ngerepotin kak Dafa " jawab Reina berniat menolak.


"Baiklah tante" jawab Reina lalu tersenyum.


"Dafa....Dafa...Sini nak " teriak Siska memanggil anaknya yang sedang menaiki tangga menuju kamarnya.


"Iya ma " jawab Dafa menoleh lalu kembali ke ruang tengah.


"Sayang,kamu anterin Reina pulang yah,katanya ia ada urusan mendadak jadi mau balik duluan " ucap Siska ke anaknya.


"Tapi ma....! Dafa udah ngantuk banget nih mau tidur" jawab Dafa pura-pura menguap.


"Tidak ada tapi-tapian,kamu tahukan mama tak suka penolakan " ucap Siska tegas ke Dafa.


"Baiklah....Om,tante,pa,ma kami pergi dulu " ucap Dafa berlalu pergi lalu disusul Reina.


Disaat mereka sudah sampai dibagasi,Reina diam mematung sekaligus bingung dengan kelakuan Dafa.Bagaimana tidak,harusnya Dafa duduk di kursi kemudi dan Reina duduk di sampingnya,nah.....ini Dafa duduk di belakang kemudi,maksudnya apa coba.


"Kak,kok kakak duduknya di belakang sih.Terus yang mau nyetir siapa dong ?" tanya Reina bingung melihat kelakuan Dafa.


"Kamu...Saya sangat ngantuk sekali ini,jadi kamu yang bawa mobilnya " jawab Dafa dingin.

__ADS_1


"apaaaa....! Aku ngak mau,mending aku nelpon taksi online aja " ucap Reina sangat kesal lalu mengambil ponselnya mencari kontak taksi online langganannya.


"Terserah " ucap Dafa cuek lalu menutup matanya dengan posisi duduk berpura-pura tidur.


"Oke....Aku nggak tanggung yah,kalau kakak nanti di omelin oleh tante Siska karena nggak anterin aku " ucap Reina berpura-pura mengancam Dafa.


..."Rasain lo.....Gue kerjain" batin Reina ...


"Dasar anak tukang ngaduh,cepat naik " ucap Dafa lalu ia berpindah tempat ke kursi kemudi dan menyuruh Reina untuk masuk mobil.


"Biarin " ucap Reina menjulurkan lidahnya lalu masuk kedalam mobil Dafa dan mereka pun pergi menuju rumah Reina.


Disepanjang jalan,hanya suara musik yang terdengar mengiringi perjalanan mereka.Dafa fokus mengemudi dan Reina asyik bermain game diponselnya.


"Hey,rumah kamu bagian mana dan nomor berapa ?" tanya Dafa karena sudah memasuki komplek rumah Reina tapi tak tahu rumah.


"Aku tuh punya nama,R.E.I.N.A Reina bukan hey " ucap Reina kesal lalu menekankan namanya.


"Nggak penting dengan nama kamu,yang penting itu rumah kamu sebelah mana sih tunjukin cepat " ucap Dafa yang masih fokus menyetir lalu menyuruh Reina menunjukan rumahnya.


"Tuh yang sana kak,cat warna abu-abu nomor 26 " jawab Reina lalu menunjuk arah rumahnya.


Setelah sampai di depan rumahnya,Reina turun dari mobil dan bermaksud ingin mengucapkan terima kasih,tapi sayangnya belum saja ia ucapkan.....Dafa sudah melajukan mobilnya dengan cepat.


"Dasar cowok rese,nyebelinnnnnnnn.Awas aja kalau ketemu gue jitak beneran lo " teriak Reina kesal dengan Dafa.


"Woi.....Malam-malam teriak aja,emang ini di hutan apa " ucap Jojo yang tiba-tiba muncul karena mendengar suara teriakan sahabatnya itu.


"Biarin...Soalnya gue kesal banget deh sama k'dafa yang super duper nyebelin itu " ucap Reina masih kesal.


"Dafa...!Bukannya itu nama orang yang akan dijodohin ke lo Rei?" tanya Jojo mengira-ngira.


"Emmm,gue harap semoga perjodohan ini di batalin....Nggak mau gue punya calon suami kayak dia " ucap Reina berharap itu akan terjadi.


"Husstt....Jangan bilang gitu Rei,nanti kalau lo suka beneran gimana?" tanya Jojo menggoda sahabatnya itu.


"Nggak akan dan nggak mungkin,emang cowok di dunia ini cuma dia seorang apa" jawab Reina dengan nada angkuhnya.


"Hmmm.....Terserah lo aja Rei " ucap Jojo


"Lo pulang sana,gue malas dengerin lo curhat.Hari in mood gue lagi nggak bagus " ucap Reina lalu melangkah masuk ke rumahnya.


"Kebiasaan lo Rei,gue udah nungguin lo sampai kesemutan juga,ehhh malah disuruh pulang " ucao Jojo kesal.


"Besok aja ya di Kampus lo curhat,gue mau tidur nih udah ngantuk banget " ucap Reina lalu menguap.

__ADS_1


"Oke deh,gue pamit pulang dulu" ucap Jojo memeluk sahabatnya itu lalu masuk ke dalam mobinya dan berlalu pergi.


__ADS_2