MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 48


__ADS_3

1 bulan kemudian.....


Seperti rencana yang telah mereka siapkan dijauh-jauh hari kalau bulan depan mereka akan ke Bali untuk liburan sekaligus menjenguk keluarga mereka yang berada disana.


"Hmmmmm.....Akhirnya hari ini datang juga,gue senang banget deh" ucap Reina yang baru bangun.


Reina kemudian bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka lalu keluar kamar.


"Kak Dafa nggak ke kantor?" tanya Reina yang melihat suaminya sedang memainkan ponselnya sambil duduk disofa dengan pakaian santai.


"Kamu lupa saya ambil cuci seminggu karena mau ke Bali" jawab Dafa.


"Oh iya aku lupa,kitakan mau ke Bali " ucap Reina sambil menepuk jidatnya.


"Itu sekarang ingat" ucap Dafa.


"Kalau kak Dafa nggak mau pergi,nggak apa-apa kok dari pada nggak ihklas gitu" ucap Reina.


"Siapa bilang saya tidak ikhlas perginya?" tanya Dafa sambil menatap Reina.


"Itu muka kak Dafa nggak bersemangat gitu,harusnya kak Dafa itu senang karena ngambil cuti jadi nggak kerja lagi" ucap Reina.


"Oh gitu" ucap Dafa singkat.


"Idihhh dasar es balok,kalau suka ngomongnya dikit doang untung ganteng" batin Reina.


"Oh iya,aku juga ngajak teman-teman aku loh liburan kesana supaya kita nantinya rame" ucap Reina.


"Emm" jawab Dafa.


"Oh iya bunda sama ayah jadi pergi nggak?" tanya Reina.


"Kayaknya mereka tidak pergi,soalnya Safa nggak mau ditinggal sendiri" jawab Dafa.


"Hmmm padahal kan bagus kalau kita perginya rame-rame gitu" ucap Reina lalu membuat muka sedih.


"Hmmm nanti dilain waktu saja" ucap Dafa lalu melangkah pergi masuk ke kamarnya.


"Padahalkan seru tuh kalau si Safa ikut juga.Hmm aku kangen sama tuh anak gue videocall aja deh" ucap Reina.


Kemudian Reina pergi mengambil ponselnya yang berada diatas nakas dekat ranjangnya lalu keluar kembali keruang tengah untuk videocall sama adik iparnya.


Video call tersambung....


"Hai kak Reina"


"Hai juga Safa,gimana kabar kamu"


"Aku baik kak,tumben kakak video call "


"Iya nih aku tiba-tiba kangen kamu dan pengen dengar suara kamu "


"Hmmm pasti kakak ada maunya nih kalau udah gini.iyakan"


"Enggak,kakak serius ini kangen kamu.Tadi kak Dafa bilang kalau kalian nggak bisa ikut ke Bali karena nggak tega ninggalin Safa sendiri "


"Iya nih kak,padahal aku pengeeeeen banget ikut sekalian jalan-jalan ke Bali tapi lusa aku ada ujian jadi nggak jadi deh"

__ADS_1


"Hmmm padahal kalau ada kamu pasti disana akan seru dan buat kakak tertawa terus"


"Maaf ya kak aku nggak bisa pergi"


"Iya kakak ngerti kok,kamu belajar yang rajin ya"


"Siap itu kak,Oh iya kak Dafa mana kak aku pengen lihat mukanya tuh orang"


"Ada dikamarnya"


"Haaa dikamarnya?"


"Astaga gue keceplosan lagi" batin Reina.


"Maksudnya ada di kamar lagi beres-beres barang yang akan dibawa ke Bali"


"Kok bukan kak Reina sih yang siapin pakaian kak Dafa?"


"Dianya nggak mau"


"Hmmm dasar kak Dafa sama istri sendiri aja nggak mau disentuh barang-barangnya"


"Hmmm emang tuh kak Dafa sok perfecsionis banget"


Tiba-tiba Dafa muncul dibelakang Reina dan membuat Safa dan Reina yang sedang video call terkaget dibuatnya


"Ihhh kak Dafa ngagetin aku aja deh"


"Kalian lagi jelek-jelekkan aku ya"


"Hmmm iya nih,mungkin kak Dafa salah dengar kali"


"Oh begitu,jadi menurut kalian saya sudah tuli gitu.Saya dengar ya dengan jelas kalian berdua sedang ceritain saya"


"Kalau iya terus kenapa,marah"


"Harusnya sih begitu,andai aja kamu ada disini tuh pipi udah merah-merah kakak cubitin karena ceritain kakak mulu"


"Hehehehe maaf kakakku sayang yang ganteng,baik hati dan tidak sombong tapi adikmu ini nggak ada disitu jadi nggak bisa dicubit deh pipi gemesnya aku"


"Awas aja kalau ketemu kakak akan bejek-bejek pipi kamu "


"Ihhh kak Dafa ngeri deh,kan Safa jauh jadi hukumannya sama kak Reina aja kalau perlu cubitnya jangan sampai lepas hahahahahahh"


"Loh kok nama aku dibawa-bawa sih,kan ini urusan kalian berdua aku nggak ikut campur yah"


"Hmmm boleh juga,mumpung tangan aku lagi gatal nih mau nyubit pipi orang"


"Itu pipinya kak Reina aja kakak cubitin sampai puas"


"Awas ya kak Dafa kalau nyubitin aku,aku akan buat perhitungan sama kak Dafa"


"Hmm silahkan aja"


Dafa kemudian mencubit pipi Reina dwngan keras lalu berlari masuk ke kamarnya.


"Awwwwww kak Dafaaaaaaaaaaaa awas yah"

__ADS_1


"Safa,kakak matiin dulu yah,kak Reina harus buat perhitungan sama kakak kamu sialan itu"


Setelah mematikan video call mereka,Reina kemudian berlari masuk ke kamar Dafa yang ternyata tak dikunci lalu mencari-cari keberadaan Dafa.


"Kak Dafa kamu dimanaaaaa,keluar nggak" teriak Reina mencari-cari keberadaan Dafa namun tak menemukannya.


Reina kemudian melihat ke arah pintu kamar mandi,sepertinya orang yang ia cari ngumpet didalam sana.


"Aku hitung sampai 3 kalau kakak nggak keluar juga terpaksa aku dobrak pintu ini.1...2....3 aku dobrak sekarang" ucap Reina.


Reina yang bodoh tak tahu jika pintu itu ternyata tak terkunci tapi langsung ia dobrak saja dengan aba-abanya tadi,al hasil ia tersungkur ke lantai karena kebodohannya.


"Aduhhhhhh sakit" ucap Reina yang masih dengan posisi dilantai.


Dafa sangat puas dan tertawa terbahak-bahak melihat Reina terjatuh karena kebodohannya sendiri.


"Reina...Reina...." ucap Dafa sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa tadi.


"Senang yah tertawain aku.Aduhhhhh" ucap Reina ingin berdiri namun ia terjatuh lagi karena kakinya tiba-tiba sakit.


"Hmmm kamu akting ya?" ucap Dafa.


"Aku beneran sakit kak Dafa,kaki aku kayaknya keseleo deh " ucap Reina ingin berdiri namun tak bisa.


"Sepertinya ini anak beneran kesakitan" batin Dafa.


"Sini saya bantu kamu" ucap Dafa lalu menggendong Reina menuju kamarnya.


"Kok jantung gue berdebuk kencang banget yah,semoga kak Dafa nggak dengar" batin Reina.


"Makasih kak" ucap Reina yang sudah berada ditempat tidur dengan posisi duduk.


"Jangan bergerak,tunggu disini saya akan ambilkan sesuatu" ucap Dafa lalu keluar kamar Reina.


Tak lama Dafa kemudian masuk kembali ke kamar Reina dengan membawa minyak di mangkok kecil.


"Kenapa kakak bawa minyak segala?" tanya Reina.


"Mau urut kaki kamulah" jawab Dafa singkat.


"Ehh nggak usah,nanti kak Dafa salah ngurutnya lagi.Kita ke Rumah Sakitnya kak Andra aja" ucap Reina.


"Andra..? kayakknya Reina sudah akrab sama Andra." batin Dafa.


"Ini cuma keseleo aja nggak perlu ke Rumah Sakit segala.Kamu nggak usah manja " ucap Dafa ketus kemudian perlahan mengurut kaki Reina yang terkilir tadi.


"Auuuuuu aduhhhh kak Dafa jangan kencang-kencang dong sakit tahu" teriak Reina.


"Iya,kamu jangan manja deh jadi perempuan cuma terkilir saja" ucap Dafa.


"Tapikan ini sakit banget kak Dafa" ucap Reina.


"Ini udah selesai,jadi cewek itu jangan manja" ucap Dafa lalu melangkah keluar dari kamar istrinya itu.


"Dasar kak Dafa nyebelinnnnnnnnnnnn,orang lagi sakit juga malah dimarahin " ucap Reina yang masih bisa di dengar Dafa dari luar.


"Dasar anak itu kadang bikin gue marah kadang bikin gue senang.Hmmm tapi kenapa gue suka aja kalau dia begitu ya" ucap Dafa sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2