
Reina pulang telat dari biasanya sebab keasyikkan ngobrol bersama ketiga sahabatnya.
"Semoga kak Dafa suka dengan kue bikinan aku" ucap Reina sambil senyum-senyum sendiri kemudian berjalan menuju Apertemennya.
"Darimana kamu,jam segini baru pulang?" ucap Dafa ketus saat melihat Reina baru saja datang.
"Aduhhh si balok es ini bikin gue kaget aja " batin Reina.
"Ini tadi aku dari cafe sama teman-teman.Kita keasyikkan cerita sampai aku lupa waktu deh" jawab Reina.
"Oh begitu,jadi sekarang lebih penting teman-teman kamu daripada suami kamu dirumah sendiri dan belum makan seharian" ucap Dafa sambil melangkah mendekati Reina yang masih berada di depan pintu.
"Kenapa nih kak Dafa kok aneh,kan biasanya juga dia masak sendiri nggak nungguin aku" batin Reina.
"Bukan begitu juga kak,tapikan kak Dafa tahu sendiri aku nggak tahu masak " ucap Reina.
"Dan apa kamu juga tahu bahan-bahan makanan dikulkas udah pada habis,menurut kamu siapa yang salah disini?" ucap Dafa.
"Oh my good.....Gue lupa belanja,pantes nih manusia kutub es marah-marah gini" batin Reina.
"Maaf kak aku lupa belanja.Oh iya kenapa kak Dafa nggak pesan makanan aja sih?.kan biasanya juga gitu" tanya Reina.
"Aku lupa karena keasyikan nonton" ucap Dafa lalu kembali lagi duduk disofa untuk menonton siaran kesukaannya.
"Dasar marah-marah nggak jelas nih orang,gue pengen deh sekali aja siksa nih orang sampai nggak bisa jalan kalau perlu" batin Reina.
Reina kemudian berjalan ke ruang dapur untuk meletakkan kue bawaannya tadi di atas meja.
"Oh iya kak aku punya kue nih,kak Dafa mau nggak?" ucap reina menawarkan.
"Emmm bawa kesini aja" jawab Dafa.
Kemudian Reina melangkah mendekati Dafa untuk menyerahkan kue.
"Semoga kak Dafa suka" batin Reina.
Kemudian Dafa mengambil potongan kue itu lalu memasukkannya kemulutnya dan......
"Ekhmm,kamu beli dimana kue ini?" tanya Dafa kepada Reina
Reina yang masih setia berdiri di depan Dafa karena Reina ingin melihat ekspresi Dafa apakah kue buatannya enak apa tidak.
"Aku bikin sendirilah,masak beli" ucap Reina menyombongkan diri.
"Bohong,kue ini sama rasanya dengan kue ditoko mama" ucap Dafa.
"Emang,kan aku bikinnya disana sama Lia.Gimana kak rasanya enak apa enggak ? " ucap Reina dengan mengedip-mengedipkan matanya sambil tersenyum.
"Nih anak mukanya lucu juga kalau dia begitu.Hmm gue kerjain aja kali ya" batin Dafa.
"Biasa aja,rasanya sama seperti kue-kue yang lainnya" ucap Dafa.
"Ihhh masa sih.Inikan resep kue terbaru disana dan kata Lia belum diperjual belikan masa rasanya sama denhan kue yang lainnya." ucap Reina kesal dengan jawaban suami es baloknya itu.
"Terus maunya kamu saya jawab bagaimana?" tanya Dafa.
"Ya terserah asal jangan bilang rasanya sama seperti kue yang lainnya.Aku tuh bikinnya dengan susah payah lo cuma untuk nunjukin ke kak Dafa dan teman-teman kalau aku udah tahu bikin kue dan nantinya juga aku akan pintar masak" ucap Reina masih dengan suasana kesalnya lalu berjalan masuk ke kamarnya karena kesal sama Dafa.
"Apa saya salah ngomong ya tadi?Dasar wanita jaman sekarang moodnya cepat berubah-ubah" batin Dafa bingung dengan sikap Reina.
__ADS_1
Dafa kemudian mengetuk pintu kamar Reina untuk meminta maaf.
"Reina...Reina...Bisa buka pintunya sebentar,saya ingin bicara" ucap Dafa sambil mengetuk pintu kamar Reina.
ceklek......
"Mau bicara apa cepetan deh,aku mau mandi nih gerah" ucap Reina masih kesal setelah membuka pintu.
"Itu.....Saya mau minta maaf " ucap Dafa.
"Soal apa?" ucap Reina.
"Itu....yang kue bikinan kamu" ucap Dafa.
"Kenapa gue gugup kayak gini sih,kan gue nggak salah" batin Dafa.
"Kenapa kue bikinan aku?" tanya Reina lagi.
"Itu enak sekali,tadi saya hanya bohong bilang rasanya biasa saja" jawab Dafa agak malu-malu.
"Oh,cuma itu aja?" tanya Reina.
"Ihhhh mukanya kak Dafa imut benget sih kalau lagi gugup gini,penget nyubit deh" batin Reina
"Emmm,kamu mandi gih sana bau" ucap Dafa menyuruh Reina.
Lalu Dafa ingin beranjak dari sana namun Reina memegang tangan Dafa.
"Kenapa?" tanya Dafa.
"Makasih ya kak Dafa atas kejujurannya tadi" ucap Reina dengan senyum terbaiknya.
"Iya" ucap Dafa kemudian ia melangkah kembali duduk di sofa dan melanjutkan nontonnya.
"Yes.....gue berhasil,hmmm gue akan buat si balok es itu bertekuk lutut didepan gue lihat aja nanti.Ini baru awal kak Dafaku sayang" ucap Reina sedikit berbisik supaya tak di dengar Dafa.
"Kak Dafa kak Dafa,sepertinya gue mulai suka deh dengan si kutub es itu.Walau sifatnya agak dingin tapi di baik" batin Reina.
***
Keesokkan harinya Reina bangun lebih awal dari biasanya lalu pergi ke supermarket terdekat untuk belanja keperluan dapurnya.
"Tumben pagi-pagi gini semuanya sudah rapi" batin Dafa melihat semua sudut rumahnya sudah bersih.
Dafa lalu melangkah ke dapur untuk mengambil minum kemudian ia teringat semalam isi kulkas sudah pada habis.
"Reina...Reina...." teriak Dafa namun tak ada balasan
"Apa dia belum bangun,dasar anak bocah" batin Dafa.
Kemudian ia melangkah pergi mengetuk pintu kamar Reina tapi ia melihat kamarnya tak terkunci jadi Dafa langsung masuk saja namun ia tak mendapati Reina berada disana.
"Kemana nih anak pagi-pagi begini,apa dia kuliah? tapi inikan hari minggu" ucap Dafa berbicara sendiri lalu melangkah keluar dari kamar Reina.
Ceklek....
Pintu Apartemen terbuka dan menunjukkan seseorang.
"Kamu dari mana saja?" pertanyaan Dafa pada Istrinya yang baru saja datang dan membawa dua kantong plastik.
__ADS_1
"Ini kak aku dari supermarket belanja kebutuhan dapur" jawab Reina lalu melangkah ke dapur untuk menyimpan belanjaan yang ia bawa.
"Oh baguslah kalau kamu sudah sadar dengan tugas kamu" ucap Dafa dengan ketus.
"Ihh bukannya muji istrinya yang baik hati ini,malah nyinggung bikin mood gue down aja dipagi hari ini" batin Reina.
"Iya,makasih ya atas singgungannya suamiku" ucap Reina menekankan kata suamiku.
"Emmm" jawab Dafa singkat.
"Sekarang kamu pesan makan gih,saya lapar mau sarapan" ucap Dafa yang sedang duduk di sofa.
"Nggak usah pesan makan kak,gimana kalau kita masak saja?"'ucap Reina menawarkan.
"Memangnya kamu sudah pintar masak?" tanya Dafa.
"Belumlah,kan kak Dafa yang akan masak aku cuma bantuin aja" ucap Reina sambil tersenyum
"Hmmm dasar,kirain kamu yang mau masak" ucap Dafa lalu melangkah pergi ke dapur.
"Reina lo harus gunain kesempatan ini buat si es balok itu muji lo" batin Reina.
"Terus kita mau masak apa?" tanya Dafa yang sedang memilih apa yang bagus mereka masak untuk sarapan.
"Terserah chef Dafa aja,asisten Reina cuman membantu" ucap Reina lalu tersenyum.
"Dasar kamu yah" ucap Dafa tersenyum karena mendengar perkataan Reina.
"Sumpah demi apa kak Dafa tersenyum.Baru kali ini gue lihat dia tersenyum dengan ikhlas gitu, biasanyakan dia senyumnya terpaksa gitu."batin Reina.
"Gimana kalau kita bikin spageti aja kak?" tanya Reina.
"Hmmm oke itu aja,sekarang kamu bagian potong-potong bawwang,lomboknya" ucap Dafa.
"Siap bos" jawab Reina.
Mereka kemudian mengerjakan masing-masing yang mereka bisa dan tak memerlukan waktu lama spageti buatan chef Dafa dan Reina sudah siap.
"Wahhhhh masakan kak Dafa bagus banget dan pastinya enak" ucap Reina memuji masakan Dafa lalu memberikan jempol.
Reina kemudian langsung memakan spageti buatan suaminya itu dengan lahapnya dan sedikit belepotan di sudut bibirnya.
"Makan itu pelan-pelan saja,nanti kamu keselek baru tahu rasa" ucao Dafa sambil mengunyah makanannya.
"Habisnya masakan kak Dafa enak banget,terus aku juga udah lapar banget ini" ucap Reina.
"Iya,tapi kamu makan jangan begitu kayak anak kecil saja belepotan" ucap Dafa sambil menatap Reina.
"Biarin,nggak ada yang lihat juga" jawab Reina.
"Nih anak imut juga kalau lagi makan gini" batin Dafa.
Kemudian Dafa refleks membersihkan sisa makanan disudut bibir Reina menggunakan tangannya dan membuat Reina terkaget dibuatnya.
"Uhuk....uhukkk.uhuk.." Reina batuk karena sentuhan Dafa yang tiba-tiba.
"Minum dulu " ucap Dafa mengasih minum ke Reina.
"Terima kasih kak" ucap Reina setelah meneguk minumannya.
__ADS_1
"Iya sama-sama" ucap Dafa singkat.
"Aduh....Kenapa dengan jantung gue yah kok berdetak cepat kayak gini sih" batin Reina.