MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 22


__ADS_3

Sekitar 30 menit akhirnya Jojo sampai juga di toko buku itu.


"Lama banget sih lo Jo,gue udah tungguin dari tadi nih " ucap Reina kesal.


"Syukur gue udah jemput lo,ngucapin terima kasih kek " ucap Jojo.


"Hmmm..Terima kasih Jojo,kita langsung ke hotel aja " ucap Reina.


Mereka melanjutkan perjalanannya menuju hotel dimana Reina dan Dafa masih menginap selama 3 hari ini.


Hotel X....


"Akhirnya sampai juga Jo,terima kasih ya atas tumpangannya" ucap Reina tersenyum lalu turun dari mobil jojo.


"Emmm....Oh iya Rei,kenapa lo nggak balik ke rumah aja? acara lo sudah selesai juga kan?" tanya jojo yang juga ikut keluar mobil lalu mendekati Reina untuk mengajaknya bercerita sedikit.


"Hmmmm....Gue juga maunya begitu,tapi orangtua dan mertua gue sudah membayar hotel ini selama 3 hari katanya sih hadiah pernikahan dari mereka "ucap Reina memanyunkan bibirnya.


"Berarti kalian udah tidur bareng dong semalam ?" tanya Jojo penasaran.


"Ya enggaklah.K'dafa itu tidur di sofa dan gue tidur di ranjang " jawab reina tersenyum.


"Hhhaaaa...Parah lo Rei,suami sendiri di suruh tidur di sofa " ucap jojo kaget mendengar perkataan sahabatnya itu.


"Dia nya yang mau sendiri juga,gue sudah bilang kita tidur bareng di ranjang,kan ada bantal jadi pemisah ehhh dia nggak mau " ucap Reina.


"Mungkin dia takut kali tidur sama lo,kan lo kayak nenek sihir hahahahha" ucap Jojo meledek sahabatnya itu.


"Dasar lo Jo,lo pulang aja sana " ucap Reina mencubit lengan Jojo dan menyuruhnya pergi.


"Ahhhhh....sakit Rei,iya iya gue pulang gue nggak mau ganggu malam lo dan suami lo " ucap Jojo mengedipkan 1 matanya dan berlalu pergi.


"Dasar lo jo,fikiran anehnya muncul lagi" ucap Reina berbicara sendiri.


"Ekhmmmm " ucap seseorang dari belakang


"Kakak" ucap Reina setelah melihat ke belakang.


"Kamu dari mana saja sampai malam gini pulangnya?" tanya Dafa ke Reina.


"Maaf kak,tadi aku ke toko buku langganan aku,aku nggak sempat lihat jam karena asyik baca buku jadi nggak tahu kalau udah larut malam " jawab Reina tersenyum di paksa.


"Gue nggak larang lo mau keluar sama siapa pun itu,tapi lo harus ingat jam pulang.Gue sekarang udah jadi suami lo dan lo itu tanggung jawab gue kalau lo ada apa-apa di jalan gimana ?" ucap Dafa menahan emosinya.

__ADS_1


"Maaf kak,aku janji nggak gini lagi " ucap Reina


"Gue pegang janji lo,sana lo masuk duluan " ucap Dafa menyuruh Reina masuk duluan.


"Kak dafa nggak masuk ?" tanya Reina.


"Entar,gue mau cari udara segar dulu " ucap Dafa.


"Oh gitu,ya udah " ucap Reina lalu pergi menuju kamarnya.


Dafa kini sendirian di taman hotel itu,entah apa yang mengganggu fikirannya saat ini,ia hanya menatap bintang-bintang yang berada di langit.


Setelah puas menatap langit malam,Dafa lalu berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


"Dasar bocah " ucap Dafa yang baru masuk kamar dan melihat Reina sudah terlelap tidur di atas ranjang seperti bocah.


Dafa kemudian menyelimuti Reina lalu ia pergi menuju sofa untuk tidur juga.


***


Pagi yang cerah.....


"Huammmmmmmmmmm....Udah pagi ternyata "ucap Reina khas orang bangun tidur lalu mengucek-ucek matanya.


"Wahhh...k'dafa keren banget pagi ini " batin Reina.


"Heiiii....Kamu dengar nggak yang saya bilang tadi ?" tanya Dafa menatap Reina.


"Ehhh iya kak,aku dengar kok.Tapi kok kita udah check out hari ini,kan masih sehari lagi harusnya ?" tanya Reina.


"Aku ada urusan mendadak,jadi kita keluar hari ini dan langsung ke apartemen aku saja" ucap Dafa.


"Apartemen..! bukannya dari sini harusnya kita balik kerumah kakak dulu menginap beberapa hari setelah itu kerumah aku ?" tanya Reina bingung.


"Kan saya sudah bilang ada urusan mendadak,jadi kamu nurut aja yang saya katakan...Ngerti " ucap Dafa dengan nada ketusnya.


"Kenapa nih orang,pagi-pagi udah ngajak gue ribut aja " batin Reina.


"Iya kak aku ngerti" ucap Reina lalu pergi menuju kamar mandi.


Setelah rapi,Reina kemudian membereskan pakaian dan perlengkapan yang sempat ia bawa di hotel itu lalu mereka segera check out.


Diperjalanan menuju apartemen,seperti biasa mereka hanya saling diam dan Reina hanya sibuk memainkan ponselnya tanpa tahu mereka sudah sampai ketempat tujuan.

__ADS_1


"Turun " ucap Dafa lalu keluar dari mobilnya dan langsung menuju bagasi untuk mengambil koper.


"Eh iya kak " ucap Reina ikut turun dari mobil lalu ia hendak berjalan masuk ke dalam apartemen namun tertahan oleh suara Dafa.


"Mau kemana kamu ?" tanya Dafa yang melihat Reina ingin berjalan masuk.


"Mau masuk ke dalam kak " jawab Reina dengan polosnya.


"Kamu fikir saya pembantu kamu apa..! ini bawa sendiri " ucap Dafa dengan nada dinginnya lalu menyerahkan 1 koper ke Reina kemudian berjalan masuk duluan.


"Dasar k'dafa nyebelinnnnnnn....." ucap Reina tak terlalu nyaring karena takut di dengar oleh Dafa kemudian Reina membawa kopernya sendiri.


Reina lalu mengikuti Dafa dari belakang menuju apartemen milik Dafa.


"Wahhhhh....Apartemen k'dafa rapi banget " ucap Reina setelah masuk ke dalam apartemen dafa dan melihat-lihat isi ruangan itu.


"Kamar kamu ada di sana,kalau kamu butuh apa-apa tinggal cari sendiri " ucap Dafa.


"Disini 2 kamar ya kak,aku baru tahu " ucap Reina lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Oh iya kak,apa orangtua kita udah tahu kalau kita akan tinggal di apartemen ini ? " tanya Reina yang baru keluar dari kamarnya.


"Nanti aku akan tanya mereka " jawab Dafa.


"Oh gitu baiklah terserah k'dafa aja " ucap Reina lalu berjalan-jalan mengelilingi apartemen milik dafa itu.


"Kak,apa k'dafa nggak lapar ya..! kita kan belum sarapan tadi di hotel ?" tanya Reina ke suaminya.


"Iya saya juga lapar,kamu masak sekarang " ucap Dafa.


"'Hhhhaaa...aku yang masak ?" tanya Reina.


"Iya,memangnya mau siapa lagi disini cuma kita berdua" jawab Dafa yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Hmmm...anu..it...tu aku nggak tahu masak,kita pesan aja ya " ucap Reina.


"Astaga Reina,kalau kamu nggak pintar masak kita mau makan apa tiap hari..!pesan makanan terus ha ?" tanya Dafa kesal dan mulai meninggikan suaranya.


"Maaf kak,nanti aku belajar masak sama mbok " ucap Reina menundukkan kepalanya.Ia kaget karena baru kali ini ada seseorang yang membentaknya.


"Harus itu,sekarang kamu sudah punya suami dan bukan anak manja lagi.Jadi mulai sekarang kamu harus terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri " ucap Dafa.


"Iya kak,Reina tahu kok " ucap reina lalu pergi mengambil ponselnya dan mulai memesan makanan yang di jual online.

__ADS_1


Cukup lama mereka menunggu,akhirnya sampai juga pesanan Reina dan mereka mulai menyantapnya dengan lahap karena sudah kelaparan sedari tadi.


__ADS_2