
Setelah merenungkan semua yang terjadi begitu tiba-tiba,kini fikiran Dafa sudah lebih baik dari sebelumnya.Langkah pertama yang akan ia ambil yaitu menyetujui pernikahan ini demi keinginan orangtua dan Perusahaan ayahnya lalu ia akan memutuskan hubungannya dengan orang yang sangat ia cintai walau terasa berat,tapi ia harus lakukan.
Hari ini Hendra rencananya akan ke jogja memeriksa cabang Perusahaannya disana yang ada masalah dan Perusahaan yang disini,dia serahkan sementara ke asistennya yang tak lain adalah Edo ponakannya sendiri dan di bantu Dafa juga.
"Berapa hari papa akan ke jogja ?" tanya Siska sambil memasukkan pakaian suaminya ke dalam koper.
"Papa rencananya ke jogja selama seminggu ini,doakan semoga urusannya cepat selesai ya ma" ucap Hendra kemudian mencium kepala istrinya.
"Amin pa,mama doakan yang terbaik " ucap Siska memberikan semangat ke suaminya.
tuk...tuk..tukk.
"Pa,ma Dafa boleh masuk ?" ucap Dafa di depan pintu kamar orangtuanya.
"Iya sayang masuk saja,tidak di kunci kok " jawab mama Dafa lalu kemudian Dafa masuk.
"Pa,ada yang ingin Dafa bicarain " ucap Dafa lalu melihat ada koper besar di samping nakas.
"Katakan saja,sebentar lagi papa mau berangkat ke jogja " ucap Hendra sambil memakai jam tangannya.
"Dafa setuju menikah sama Reina " ucap Dafa lantang.
Hendra dan Siska kaget lalu saling bepandangan mendengar keputusan anaknya yang menurut mereka terlalu cepat untuk dia fikirkan.
"Terima kasih nak,kamu mengabulkan keinginan papa.Tapi kamu harus ingat satu hal Dafa,semua yang papa lakukan ini demi kebaikan kamu walau ini terkesan egois,tapi papa harap kamu jangan anggap ini hanya main-main " ucap Hendra memeluk anaknya saking bahagia mendengar keputusan Dafa
"Iya pa,Dafa sudah memikirkan ini dengan matang-matang "ucap Dafa membalas pelukan dari papanya.
"Nak,maafkan keegoisan kami.Tapi ini demi kebaikkan kamu dan mama berharap kamu bisa menjaga Reina " ucap Siska memeluk anaknya juga lalu tersenyum bahagia.
"Wahhh....Pagi-pagi udah pelukan aja nih,memangnya ada kabar gembira apa ya " ucap Safa yang berada di depan pintu kamar orangtuanya.
"Anak kecil juga nggak perlu tahu masalah orang dewasa " ucap Dafa melepaskan pelukannya kemudian berjalan keluar lalu menyenggol lengan adiknya saat mereka berpas-pasan.
"Ihhhhh kakak,Safa kan udah kelas 3 SMA bukan anak kecil lagi " teriak Safa yang tak terima masih dibilang anak kecil.
"Aduh....Suara kamu bikin telinga kakak jadi sakit nih " ucap Dafa kesal dengan kelakuan adiknya itu.
"Biarin " ucap Safa lalu menjulurkan lidahnya.
***
__ADS_1
Tanggal pernikahan Dafa dan Reina akan di tentukan setelah Hendra kembali dari jogja.Saat ini Reina dan Dafa masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing tanpa memperdulikan tentang pernikahan itu.
Seperti biasanya,Dafa saat ini menggantikan posisi Edo dan sesekali juga dia di ajarkan cara kerja menjadi CEO.Sedangkan Edo menggantikan posisi pamanya selama ia pergi di jogja,sudah beberapa hari ini Dafa tak lagi bertemu dan berhubungan dengan Alexa,karena pekerjaan yang begitu banyak menumpuk sampai ia lupa akan pertemuannya dengan Alexa hari ini.
isi pesan dari Alexa :
@alexa
Kak,kita jadi ketemuan hari ini kan ?
@dafa
Maaf sayang hari ini aku sibuk sekali,kita ketemuan di lain waktu aja yah.
@alexa
Hmmm iya kak,jangan lupa makan dan jaga kesehatan kakak.
@dafa
Iya...terima kasih sayang I love you.
@alexa
Setelah membalas pesan dari Alexa,Dafa lalu meremas ponsel yang ia genggam begitu kerasnya.
"Apa yang harus aku lakukan,nggak mungkin aku bisa meninggalkan orang yang begitu aku sayangi...Arghhh " batin Dafa.
tuk....tuk...tukk
"Masuk " ucap Dafa menyuruh orang tersebut masuk.
"Maaf pak,kita ada meeting diluar sebentar lagi " ucap Dinda sekretaris Edo.
"Baik,kamu urus semuanya setelah itu kita berangkat " ucap Dafa.
"Baik pak,saya permisi dulu" ucap Dinda lalu keluar dari ruangan itu.
***
__ADS_1
Restoran X....
Meeting berjalan begitu lancar dan semua klien merasa puas dengan kinerja pak Dafa lalu mereka tak lupa juga memujinya.Namun saat mereka sedang berbincang-bincang,mereka terganggu dengan suara wanita yang berada di sebelah meja mereka.Restoran itu mempunyai konsep unik karena setiap meja ditutupi sekat-sekat setinggi 1 meter yang tak bisa terlihat dengan meja-meja lainnya.
"Sepertinya gue tak asing dengan suara wanita itu " batin Dafa mendengar suara wanita yang berada di sebelah mejanya,namun ia tak bisa melihatnnya karena ada sekat yang menghalangi.
"Baiklah pak,meeting hari ini saya rasa cukup memuaskan.Saya harap kerja sama kita ini berjalan lancar,saya permisi dulu pak " ucap pak Darwin bersalaman dengan Dafa,kemudian ia berlalu pergi bersama asistennya.
"Pak,apa kita langsung balik ke Perusahaan? " tanya Dinda.
"Iya " jawab Dafa lalu berdiri dari kursinya kemudian melihat ke arah sebelahnya tadi karena merasa penasaran dengan suara wanita yang tertawa itu.
"Dia,bersama cowok" batin Dafa.
"Pak...." ucap Dinda memegang pundak Dafa dan membuat Dafa sontak terkaget sebab sedari tadi melihat ke arah wanita disebelahnya itu yang ternyata adalah Reina calon istrinya.
"Iya,ayo kita pergi "ucap Dafa lalu kemudian mereka pun pergi dari restoran itu.
Tibanya di Perusahaan,Dafa langsung ke ruangan Edo yang saat ini menjadi ruangannya untuk sementara waktu.
"Tadi itu sepertinya Reina.Tapi sama siapa yah..! ahhh....Bodo amat mungkin pacarnya,tapi kalau dia punya pacar kenapa dia mau di jodohin, harusnya kan dia tolak.Aneh anak itu " ucap Dafa dengan pemikirannya sendiri.
***
Di restoran itu Reina dan Jojo bercerita tentang hal-hal yang lucu dan membuat mereka tertawa tanpa mempedulikan orang di sekitar mereka yang terganggu dengan suara mereka.
"Jo,udah deh ceritanya,gue sudah sakit perut nih " ucap Reina
"oke,Rei gimana perjodohan lo dengan anaknya om Hendra itu apa dia setuju? " tanya Jojo.
"Tak tahulah,waktu pertemuan terakhir gue dan keluarga om Hendra,gue setuju aja mau di jodohin sama kak Dafa,tapi dianya belum jawab apa dia setuju atau enggak.Katanya sih dia mikir-mikir dulu " jawab Reina sambil meminum jusnya
"Kok lo setuju-setuju aja ! Dulu bilangnya nggak mau dijodohin dan berdoa semoga perjodohan ini batal,aneh lo Rei " ucap Jojo merasa bingung dengan sikap Reina yang cepat berubah-ubah.
"Entahlah.....Hari itu gue lihat raut wajah om Hendra sangat sedih dan gue nggak tega melihat orang baik kayak dia bersedih.Gue sudah anggap om Hendra dan istrinya itu seperti paman gue sendiri jadi gue setuju perjodohan itu di lakukan dan gue lihat mama dan papa gue sangat bahagia mendengar itu " jawab Reina.
"Hmmm....Gue tahu om dan tante nggak akan salah pilih orang buat jagain lo Rei,gue percaya lo akan bahagia sama dia nantinya " ucap Jojo merangkul pundak sahabatnya itu.
"Iya Jo,mama pernah cerita jika kak dafa itu orangnya penurut sama orang tuanya dan sayang keluarga.Yahhhh....walaupun sikapnya yang dingin dan cuek,tapi gue rasa sikapnya itu menutupinya supaya ia tak dibilang anak mami kayak lo " ucap Reina kemudian terkekeh.
"Kok bawa-bawa gue sih...!cowok maco kayak gue ini dibilang anak mami,gila lo " ucap Jojo kesal di bilang anak mami.
__ADS_1
"Iya gue percaya kok.Jojoku sayang temanin gue ya ke toko buku,ada buku yang ingin gue beli " ucap Reina kemudian di anggukan oleh Jojo dan mereka pun pergi dari restoran itu menuju tempat selanjutnya yaitu ke toko buku favorit Reina.