
Sepulang dari rumah Aexa,Dafa langsung kembali ke apartemen milik Edo.Hari ini fikirannya tak karuan dan dia ingin disini saja.
"Lo dari mana ? " tanya Edo yang baru keluar kamar.
"Gue habis ketemuan sama Alexa" jawab Dafa.
"Terus kalian sudah putus ?" tanya Edo.
"Iya,dia sangat hancur mendengar semua itu dan nggak bisa terima " ucap Dafa memijit kepalanya.
"Dia butuh waktu bro,tenang saja cepat atau lambat dia akan luapain lo " ucap Edo merangkul pundak sepupunya itu.
"Semoga saja " ucap Dafa.
Setelah pembicaraan tadi,Dafa masuk ke kamar satunya lagi untung menenangkan fikirannya dan mencoba melupakan yang terjadi hari ini karena besok adalah hari pernikahannya.
***
Hari yang dinantikan pun tiba.......
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba,hari ini adalah hari pernikahan Dafa dan Reina yang di selenggarakan di salah satu hotel berbintang lima di kawasan jakarta.
Semua persiapan sudah sempurna mulai dari dekorasi,kursi dan lain-lainnya semua sudah lengkap tanpa ada kendala.
Disalah satu kamar hotel dilantai 2 itu,Reina baru saja selesai dirias dan sekarang sedang mengenakan baju pengantinnya.
"Wahhhh....Anak mama cantik sekali " ucap Tias tersenyum haru.
"Terimah kasih mamaku sayang,mama juga cantik " ucal Reina membalas senyuman mamanya.
"Tidak terasa ya,nak mama sudah besar dan sebentar lagi menjadi seorang istri " ucap Tias lalu matanya mulai berkaca-kaca.
"Mama jangan nangis dong,Reina nanti ikut nangis juga " ucap Reina memeluk mamanya supaya tidak menangis.
"Mama menangis karena bahagia sayang,sebentar lagi kamu menjadi seorang istri dan itu berarti kamu akan tinggalin mama dan papa untuk ikut suami kamu" ucap Tias memeluk anak semata wayangnya itu.
"Reina nggak mau jauh-jauh dari mama,nanti Reina akan tanya k'dafa untuk tinggal dirumah kita saja ya ma.Kamar Reina cukup luas kok untuk berdua aja" ucap Reina tersenyum.
"Hmmm...Anak ini fikirannya masih sempit saja " ucap Tias mengeleng-gelengkan kepalanya lalu tersenyum.
"Reinaaaaa....." ucap Jeni yang baru saja muncul dan di susul oleh Alexa dan Lisa dibelakangnya.
"Akhirnya kalian datang juga " ucap Reina memeluk semua sahabatnya itu.
"Masa sih kita nggak datang di acara spesialnya sahabat terbaik gue " ucap Lisa tersenyum.
"Iya Reinaku sayang,ini kan hari pernikahan lo dan kita wajib datang sekalian juga gue penasaran sama calon ipar gue "sambung Jeni terkekeh.
"Kalian temani Reina ya sayang,tante tinggal dulu mau ke bawah nyambut tamu " ucap Tias lalu berjalan pergi dari kamar itu menuju tempat resepsi yang di adakan di lantai 1.
"Iya tante " ucap mereka bersamaan.
"Oh iya Lex,kemarin lo kenapa sih? " tanya Reina khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
"Gue nggak apa-apa kok,mbok gue aja terlalu berlebihan " jawab Alexa lalu tersenyum.
"Maaf Rei,gue nggak bisa cerita ke lo sekarang.Gue nggak mau ganggu acara bahagia lo" batin Alexa.
"Memangnya lo kenapa Lex..! kok lo nggak cerita ke kita sih ?" tanya Jeni.Ia penasaran apa yang terjadi sama Alexa.
"Gue nggak apa-apa kok gais,hanya masalah kecil aja biasalah kalau orang pacaran " ucap Alexa tersenyum supaya membuat temannya tidak khawatir.
"Hmmmm....Ini nih yang membuat gue nggak mau pacaran,gue takut sakit hati " ucap Reina.
"Sama Rei,lebih baik gue dijodohin kayak lo aja deh,pacarannya setelah sudah nikah kan bagus tuh " sambung Lisa terkekeh.
"Yeeeee...Itu maunya lo " ucap Jeni mencubit pipi Lisa lalu mereka pun tertawa bersama.
"Gaissss.....Kok gue gugup banget yah " ucap Reina mondar-mandir.
"Tenang Rei,coba deh lo tarik nafas lalu buang pelan-pelan,supaya lo rileks " ucap Alexa.
__ADS_1
"Ahhhh...Nggak bisa,gue masih gugup nih " ucap Reina mencoba menenangkan fikirannya.
"Rei,udah dong gue pusing nih lihat lo mondar - mandir terus " ucap Lisa.
Beberapa menit kemudian,pintu diketuk oleh seseorang kemudian Jeni pergi membukanya.
"Jojo,lo kenapa kesini ?" tanya Jeni.
"Gue di suruh om Dimas manggil Reina turun, soalnya pihak laki-lakinya sudah datang" ucap Jojo.
"Gimana Rei,apa lo udah nggak gugup lagi? " tanya Alexa.
"Oke....Ayo kita turun sekarang "ucap Reina yang sudah sedikit membaik tak segugup tadi.
Mereka semua berjalan turun dengan posisi Jeni memegang lengan kiri Reina dan Alexa di sebelah kanan kemudian Lisa dan jojo bertugas memegang gaun belakang Reina supaya tak terinjak.
Setelah mereka sudah sampai di bawah,alangkah terkejutnya Alexa saat tahu pria yang akan menikahi sahabatnya itu adalah mantan pacarnya yang baru kemarin putus yaitu Dafa.
"Kak Dafa...." ucap Alexa kaget.
"Alexa " ucap Dafa juga ikut terkejut lalu kemudian melihat kedua orangtuanya.
"Dafa...Semoga kamu tidak mengacaukan acara ini " batin Hendra lalu menatap anaknya itu.
"Alexa,lo kenal sama calon suaminya Reina ?" tanya Jeni.
Alexa tiba-tiba berlari pergi keluar gedung itu,karena ia tak ingin menangis di depan semua orang di tambah lagi ada orangtua Dafa yang tak menyukainya.
"Alexa....Lex " panggil Jojo lalu berlari menyusul Alexa keluar.
Semua orang yang berada di sana saling pandang karena kejadian tadi termaksud kedua orangtua Reina,jadi pak penghulu berinisiatif langsung saja membuka suara.
"Maafkan aku Alexa...Maaf " batin Dafa.l
"Kenapa ya Alexa langsung lari setelah melihat muka k'dafa,apa k'dafa semenyeramkan itu" batin Reina.
"Baik,apa kita mulai saja sekarang ? " ucap pak penghulu mencairkan suasana.
"Iya pak,lebih cepat lebih baik " jawab Hendra.
"Saya langsung saja ya,bagaimana saksi semua sudah siap ?" ucap pak penghulu lagi.
"Sudah pak " ucap Dimas yang selaku wali nikah dari pihak wanita.
"Baik saya akan mulai saja " ucap pak penghulu itu yang sudah berpegangan tangan dengan mempelai lelaki.
"Saya akan nikahkan engkau saudara Dafa Mahendra dengan saudari Reina Putri Maharani dengan maskawin 80 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai " ucap pak penghulu.
"saya terima nikahnya reina putri maharani dengan maskawin 80 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai " ucap Dafa.
"Bagaimana para saksi sah..." ucap pak penghulu.
"Sah " ucap semua orang yang berada di sana.
"Sekarang gue sudah menikah " batin Reina lalu ia menitikan air mata.
Setelah itu pak penghulu mengucapkan doa untuk mereka.
***
Acara resepsi pun dilanjutkan ke malam,karena akad nikah tadi dilakukan sore hari.Para tamu berdatangan hadir mengucapkan selamat kepada mereka,namun Reina sedikit gelisah sebab sedari tadi setelah selesai akad nikah dia belum melihat Jojo dan Alexa.
"Apa yang terjadi sih sebenarnya...! kenapa Alexa pergi dari acara gue dan belum balik-balik sampai sekarang" batin Reina.
"Selamat ya bro,semoga pernikahan kalian awet sampai kakek nenek " ucap Aldo yang datang bersamaan Edo lalu mereka pun berpelukan.
"Iya bro,semoga lo cepat nyusul " ucap Dafa.
"Doain aja bro " ucap Aldo kemudian tersenyum.
"Selamat ya adikku.Oh iya Daf,kata Andra dia minta maaf nggak bisa hadir dihari bahagianya lo,minggu depan dia baru balik ke sini " ucap Edo lalu memeluk adiknya itu.
__ADS_1
"Andra...! oh iya dokter andrakan yang nolongin gue di acaranya k'dafa waktu itu.Berarti mereka temanan dong " batin Reina.
"Nggak apa-apa kok,bagus juga dia nggak hadir di pernikahan gue" jawab Dafa dengan nada ketusnya.
"Ihhhh dasar...Kok dia senang temannya nggak hadir sih" batin Reina.
"Selamat ya,semoga pernikahan kalian langgeng sampai ajal menjemput " ucap Aldo menyalami Reina setelah sebelumnya ke Dafa.
"Amin kak " ucap Reina tersenyum.
"Selamat ya Reina " ucap Edo bersalaman dengan Reina.
"Iya kak Edo " ucap Reina tersenyum.
Sudah sekitar 2 jam lamanya ia berdiri karena banyaknya tamu masih saja berdatangan membuat kakinya pegal dan sakit.
"Kamu duduk saja "ucap Dafa yang melihat Reina sudah pegal berdiri.
"Memangnya nggak apa-apa? " tanya Reina.
"Emmm,duduk aja " ucap Dafa.Lalu kemudian Dafa membantunya duduk karena Reina sudah merasa kakinya sangat pegal sedari tadi berdiri terus dan susah untuk digerakkan.
"Ternyata si balok es ini perhatian juga sama cewek" batin Reina.
Dafa memberikan perhatian ke Reina itu bukan karena dia sudah mulai menyukai Reina,namun lebih kepada tak tega melihat wanita yang sedari tadi sudah kesakitan.
***
Akhirnya acara resepsi pun selesai dan sesi foto-foto pun juga sudah berakhir,kini Reina masuk ke dalam kamar yang sudah di pesan oleh orangtua mereka untuk menginap selama 3 hari sebagai kado pernikahan.
"Aduh.....Badan gue serasa remuk semua,kalau gue tahu acaranya akan lama gini,gue nggak akan pakai hak tinggi kayak tadi " ucap Reina memegang kakinya yang sakit.
"Ekhmmm" ucap Dfa berdehem.
"Eh kok k'dafa dikamar aku sih ? keluar sana " ucap Reina kaget kenapa Dafa masuk ke kamarnya.
"Kamu lupa,kita itu sudah sah jadi suami istri, jadi ini kamar aku juga " ucap Dafa ketus.
"Oh iya ya,gue kan udah nikah sama dia" batin Reina.
"Kamu mandi duluan sana " sambung Dafa lagi dengan ketus dan menyuruh Reina segera membersihkan diri duluan.
"Kak Dafa saja yang duluan,kaki aku masih sakit nih nggak bisa jalan " ucap Reina beralasan.
"Oke " ucap Dafa lalu masuk ke dalam kamar mandi tak lupa membawa baju gantinya.
"Masa sih gue harus berbagi tempat tidur sama dia " ucap Reina berbicara sendiri.
Beberapa menit kemudian Dafa keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju tidur lengkap,kini bergantian Reina yang akan masuk kedalam kamar mandi tak lupa juga membawa baju gantinya dan ia masih menggunakan gaun pengantin.
"Aduh....Gimana nih bukanya kok susah sih,gue minta tolong aja deh sama k'dafa " ucap Reina mencoba membuka kasper baju yang berada di belakangnya namun tak bisa ia jangkau,lalu ia keluar menuju Dafa yang berada di sofa sedang memainkan ponselnya.
"Kak,bisa bukain baju aku nggak ! soalnya susah nih,aku nggak bisa " ucap Reina membelakangi Dafa.
"Kok aku ?" tanya Dafa kaget.
"Memangnya siapa lagi,disini cuma kita berdua aja.Cepat kak buka kaspernya aja gampangkan " ucap Reina yang mulai kesal.
"Dasar anak ini,apa dia mau menggoda gue...." batin Dafa.
"Iya tunggu " ucap Dafa menutup mata lalu perlahan membuka kasper gaun Reina lalu Reina langsung berlari menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian,Reina sudah selesai dengan ritual mandinya.
"Akhirnya gue segar juga " ucap Reina keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidurnya.
"Kok k'dafa tidur di sofa sih ?" ucap reina melihat Dafa sedang tiduran di atas sofa sambil memainkan ponselnya.
"Kamu saja yang tidur di ranjang" jawab Dafa sambil memainkan ponselnya.
"Oh...Baiklah good night " ucap Reina lalu membaringkan tubuhnya yang sedari tadi sakit semua dan mulai tertidur.
__ADS_1
"Emmmm" ucap Dafa.
Dafa terus memikirkan Alexa kemana perginya tadi,sampai-sampai Ia sudah sangat mengantuk dan mulai tertidur saking letihnya seharian ini berdiri terus.