MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 13


__ADS_3

Hari ini kedua keluarga itu janjian untuk makan siang bersama dan tak lupa juga membawa anak mereka,sebab ada sesuatu hal yang penting ingin di bicarakan.


"Pagi ma,pagi pa " ucap Reina yang baru saja datang untuk sarapan kemudian duduk di sebelah mamanya.


"Pagi sayang....Oh iya Rei,hari ini kamu kuliah ?" tanya mama Reina.


"Nggak kok ma,masih libur. Memangnya kenapa ma? " ucap Reina bertanya balik ke mamanya.


"Bagus dong,entar siang kita makan bersama papa di restoran X,ada yang mau di omongin katanya" ucap mama Reina.


"Memangnya harus yah di restoran...! Kenapa nggak disini aja pa omonginnya " tanya Reina ke papanya.


"Tidak bisa sayang,direstoran nanti ada yang nungguin kita,jadi kita harus kesana " jawab papa Reina tersenyum.


"Hh gitu..." ucap Reina angguk-anggukan kepalanya.


"kenapa perasaan gue nggak enak gini yah dengan pertemuan sebentar siang dan siapa orang yang menunggu itu...Aneh " batin Reina.


***


Siang pun tiba......


Sedari tadi,Reina sangat penasaran dengan orang yang di maksud papanya itu.Reina dan mamanya datang kecepetan sebelum jam yang di sepakati,al-hasilnya mereka menunggu seperti orang bodoh.


"Ma,apa kita datang nggak kecepetan ya ?" tanya Reina.


"Kecepetan sih sayang,tapi biarlah mumpung belum macet " jawab mama Reina lalu tersenyum.


Reina sudah sangat bosan menunggu.Rasanya ia ingin pergi saja dari sana,tapi niatnya itu ia urungkan setelah mendengar perkataan mamanya.


"Itu mereka sudah datang " ucap mama Reina lalu melambaikan tangan ke udara menyuruh mereka menghampirinya.


"Akhirnya mereka datang juga,loh......Kok papa sama om Hendra dan tante Siska barengan datangnya " ucap Reina heran dan langsung melirik mamanya.


"Ini pasti kerjaan mama yah ? " tanya Reina.


"Mungkin " jawab mama Reina lalu terkekeh.


"Ini orangtua satu selalu deh kerjain anaknya mulu " batin Reina lalu mengela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maaf mba Tias kami sedikit terlambat,soalnya tadi dijalanan sangat macet deh " ucap Siska yang baru saja datang dan mereka semua pun duduk dan hanya tersisa 1 kursi lagi.


"Iya,tidak apa-apa kok mba.Aku dan Reina kecepetan datangnya takut kena macet,oh iya ngomong-ongmong mana anaknya mba ! Tidak datang ya ?" ucap Tias lalu menanyakan seseorang.


"Katanya sebentar lagi dia sampai,nah....Sana dia orangnya " ucap Siska lalu kemudian melihat anaknya memasuki restoran.

__ADS_1


"Dafaaaaa,kesini nak "ucap Siska menyuruh anaknya datang ketempat mereka sedang berkumpul lalu Dafa pun menghampiri mereka.


"Maaf semuanya saya terlambat " ucap Dafa sopan,kemudian ia menarik kursi lalu duduk bersebelahan dengan papanya.


"Tidak apa-apa kok,kita juga baru sampai " ucap papa Reina tersenyum.


Makan siang pun berjalan dengan hikmatnya sambil sesekali mereka bersendau gurau.Namun di tengah-tengah perbincangan,tiba-tiba Hendra membuka suara yang mengagetkan Reina dan Dafa,refleks Reina langsung menghentak meja karena kaget mendengarnya.


"Apaaaaa.....Menikah? "ucap Reina refleks menghentak meja yang membuat mereka semua terkaget.


"Aduhhhh Rei,kamu bikin kaget mama saja " ucap Tias menyenggol tangan Reina.


"Maaf semuanya Reina tadi refleks " ucap Reina merasa bersalah dan malu.


"Pa,apa Dafa nggak salah dengar ? "ucap Dafa memastikan kembali yang ia barusan dengar.


"Iya,kamu tidak salah dengar nak.Papa ingin kalian langsung menikah saja,nggak perlu tunangan dulu " jawab Hendra kepada anaknya.


"Kok tiba-tiba sekali pa.Kenapa harus langsung nikah,kan kita bisa tunangan dulu.Reina juga masih kuliah " ucap Dafa mencoba menolak secara halus dan di anggukkan Reina juga.


"Benar om,kok mendadak sekali yah?" sambung Reina juga.


"Papa juga sebenarnya maunya begitu nak,kalian tunangan dulu.Tapi,Perusahaan cabang papa yang ada di yogyakarta lagi krisis " jawab Hendra menjelaskan situasi Perusahaan saat ini.


"Ada hubungannya nak,kamu kan tahu sendiri semua Perusahaan papa akan papa serahkan ke kamu nantinya.Tapi selama kamu belum menikah papa tidak bisa menyerahkan posisi CEO kepada kamu,karena peraturan yang akan menjadi CEO itu harus sudah menikah " ucap Hendra


"Bohong,ini hanya akak-akalan papa saja,arghh... Sial " batin Dafa lalu mengepalkan kedua tangannya di bawa meja.


"Saya mengerti ini sangat tiba-tiba dan melukai hati kalian.Tapi,saya harus lakukan itu " ucap Hendra lalu memegang tangan Reina dan Dafa bersamaan.


"Hmmmm...Kasian banget om Hendra,apa yang harus aku jawab ya,gue terima atau nggak " batin Reina.


Setelah Reina berfikir cukup lama,akhirnya dia mendapatkan keputusan yang mungkin membuat semua orang yang berada disana senang.Tapi tidak dengan dia.


"Kalau ini yang terbaik buat semuanya,Reina ikut saja " ucap Reina lalu memberikan senyum terpaksa.


Mereka semua kaget mendengar penuturan dari Reina yang tiba-tiba,apalagi Dafa.Dia sangat-sangat kaget mendengar itu dengan kata lain Reina menyetujui pernikahan ini diadakan.


"Anak ini,kenapa dia sangat polos sih,udah tahu ini cuma akal-akalan papa.Huftt...apa gue akan sanggup menikah dengan dia " batin Dafa kemudian melirik tajam ke arah Reina.


"Reina,apa keputusan kamu ini sudah kamu fikirkan dengan matang-matang ?" tanya papa Reina kepada anaknya.


"Iya pa,Reina ikut saja apa kata mama dan papa,karena Reina tahu keputusan kalian adalah yang terbaik untuk Reina nantinya " jawab Reina tersenyum lalu memegang tangan papanya untuk menandakan bahwa dia baik-baik saja.


"Anak mama ternyata sudah besar yah " ucap mama Reina terharu kepada anaknya lalu merangkul pundak anaknya itu.

__ADS_1


"Iya mba,saya nggak nyangka loh dengan keputusan besar Reina ini.Saya kira dia akan menolak,tapi ternyata dia menerimanya " ucap Siska memegang tangan Tias.


"Reina mengambil keputusan ini karena Reina tahu,orang yang dipilih mama & papa ini pasti yang terbaik buat aku dan bisa menjaga aku pastinya " batin Reina kemudian Reina mengingat kejadian kemarin bersama Dafa yang perhatian.


"Kamu bisa fikirkan lagi tentang keputusan ini " ucap Hendra menepuk pundak anaknya.


"Baik pa,Dafa akan fikirkan dulu " jawab Dafa.


"Jangan lama-lama ya sayang,mama ingin segera punya menantu dan cucu pastinya "ucap Siska mengoda anaknya kemudian terkekeh.


"Emmmm" jawab Dafa singkat.


Setelah acara makan siang bersama tadi,Dafa langsung meluncur ke Apartement Edo untuk menghilangkan penaknya sejenak.


"Tumben bro,lo kesini ? " tanya Edo merasa heran dengan adik sepupunya ini yang tiba-tiba datang,padahal sebelumnya nggak pernah kemari.


"Gue nginap disini yah.Malas gue pulang ke rumah " ucap Dafa lalu duduk di sofa.


"Ada apa lagi sih ! Apa ini masalah perjodohan lo dengan anak teman papa lo itu ? " tanya Edo menduga-duga.


"Emmm....Papa minta gue secepatnya nikah sama anak itu,katanya itu peraturan buat jadi CEO di Perusahaan papa " jawab Dafa lalu memijit kepalanya yang sedikit terasa pusing.


"Itu benar bro,semua manager dan staf-staf lainnya menyetujui peraturan itu di Perusahaan om Hendra,untuk siapa pun yang akan menjadi CEO " ucap Edo meyakinkan Dafa.


"Maaf bro....Gue terpaksa bohong,ini demi om Hendra biar lo menjauh dari anak musuh papa lo itu " batin Edo.


"Lo bohongkan,gue tahu lo itu udah kerja sama dengan papa gue.Masa ada peraturan seperti itu sih,gue rasa ini cuma akal-akalan papa gue" ucap Dafa masih tak percaya dengan peraturan itu.


"Gue nggak bohong bro.Semua Perusahaan mempunyai peraturan yang berbeda-beda,mungkin ini salah satu peraturan yang di buat papa lo dan di setujui mereka semua " ucap Edo masih meyakinkan Dafa.


"Arhhh.....Gue pusing.Gimana hubungan gue nanti dengan Alexa kalau gue nikah nantinya?" ucap Dafa lalu mengacak-acak rambutnya.


"Dengan terpaksa lo harus putusin dia,ini demi kebaikan bersama bro " ucap Edo kemudian menepuk pundak Dafa.


"Lo tahu sendirikan,gue cinta banget sama Alexa.Hubungan kita udah berjalan 3 tahun lamanya,gue nggak bisa nyakitin dia " ucap Dafa.


"Gue tahu bro,tapi lo harus fikirkan orangtua lo juga.Mungkin keputusan yang mereka ambil ini yang terbaik buat lo " jawab Edo merasa kasihan dengan adiknya ini.


"Apa yang akan gue katakan nanti ke Alexa...! Apa dia akan terima dengan keputusan gue.Gue takut do,dia akan mengambil jalan yang salah nanti" ucap Dafa sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Lo harus bicara baik-baik ke dia,semoga dia akan mengerti dengan keputusan lo ini " jawab Edo.


"Arghhhhhh...." teriak Dafa


"Gue keluar dulu bro,kalau lo lapar ambil sendiri aja di kulkas " ucap Edo lalu mengambil kunci mobilnya kemudian pergi dari sana meninggalkan Dafa.

__ADS_1


__ADS_2