MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 7


__ADS_3

Malam ini,kedatangan Hendra dan istrinya itu ke rumah Reina untuk sekedar bersilahturahmi karena sudah lama tak berjumpa,namun selain itu mereka juga ingin memperkenalkan Dafa dan Reina lebih dekat lagi.


Orangtua Dafa sangat tak suka dengan pacar Dafa yang bernama Alexa,sebab orangtua Alexa dulunya pernah bermusuhan dengan keluarga Dafa,lebih tepatnya papa Alexa yang bernama Handoko itu,pernah membuat perusahaan milik Hendra bangkrut dan mempunyai banyak hutang.Dari itulah Hendra tak suka dan tak mau mempunyai urusan,apalagi menantu dari keluarga Handoko yang sangat ia benci itu.


Disaat ia terpuruk,seorang teman datang membantunya.Hendra sangat berterima kasih kepada Dimas,karena berkat bantuan dan dukungannyalah ia bisa bangkit dan memajukan kembali perusahaanya sampai sekarang ini.Jadi menurut Hendra,Dimas sangat berarti baginya dan keluarga.Maka dari itulah,ia ingin mempunyai hubungan lebih erat dengan keluarga itu dengan menikahkan anak mereka yaitu Dafa dan Reina.


19:30


"Selamat malam Om,Tante " sapa Reina yang baru datang lalu menghampiri mereka yang sedang asyik bersenda gurau di ruang tamu.


"Malam sayang,wahh...Udah lama ya tante nggak lihat kamu,rasanya baru kemarin deh tante lihat kamu masih anak remaja,ehhhh.... Sekarang kamu sudah tumbuh besar dan cantik " ucap Siska memuji Reina.


"Ahhhh...Tante mujinya berlebihan deh "ucap Reina yang malu-malu.


"Beneran sayang....Tante tidak bohong kok,kamu sudah besar dan sangat cantik,iyakan pa ? " ucap Siska lalu bertanya ke suaminya.


"Iya Reina benar kata tante,kamu sudah tumbuh menjadi wanita dewasa dan cantik " jawab Hendra tersenyum rama pada calon menantunya itu.


"Makasih ya om,tante atas pujiannya,Reina sangat tersanjung " ucap Reina setelah mendengar perkataan mereka.


"Iya sama-sama sayang.Oh iya Rei,apa kamu sudah punya pacar ?" tanya Siska kepada Reina.


"Belum tante" jawab Reina.


"Masa sih anak secantik kamu tidak punya pacar ? " ucap Siska merasa heran dengan penuturan Reina.


"Hmmmm....Gimana mau punya pacar mba,orangnya cuek kayak gitu,nggak ada yang mau sama dia mba" ucap Tias yang menjawab pertanyaan dari temannya itu.


"Ya sudahah mba Tias,mungkin itu kemauan Reina.Mereka masih ingin bebas " ucap Siska(mama dafa).


"Yah mungkin begitulah.Tapi Reina ini ya mba,selama kuliah belum pernah bawa cowok ke rumah untuk sekedar jalan-jalan aja,saya fikir Reina belum mau pacaran,ehh....Ternyata kata jojo,di kampus Reina itu kayak maklampir jadi semua cowok takut dekatinnya " ucap Tias terkekeh lalu melihat anaknya.


"Ihhhhh....Mama percaya aja deh apa yang dibilang Jojo.Reina itu nggak mau pacaran bukan karena cuek atau apalah,tapi Reina untuk saat ini hanya mau fokus kuliah dulu ma," jawab Reina.

__ADS_1


"Tapi,kam.... " ucap Tias tetapi dipotong oleh Siska.


"Sudahlah mba,kita sebagai orangtua ikut saja maunya anak dulu,toh..Mereka juga sudah besar dan sudah bisa jaga diri " ucap Siska tersenyum lalu mengedipkan 1 matanya kepada Reina sebagai kode.


"Benar yang dbilang tante Siska ma,Reina mau kok pacaran,tapi sampai saat ini Reina belum dapatin cowok yang cocok aja " ucap reina lalu berekting memasang muka sedih.


"Reina mau nggak kalau tante jodohin sama anak tante.Anak tante ganteng loh dan juga baik hati" ucap siska pada Reina.


"Dijodohin....Sama anak tante ?" ucap Reina kaget dengan perkataan tante Siska itu.


"Iya,tante serius loh.Kalian kenalan aja dulu,kalau cocok bisa lanjut " jawab Siska.


"Mati gue,kok jadi gini sih pembahasannya,kayaknya gue salah ngomong deh tadi,bodohnya gue....Kenapa nggak bilang aja udah punya pacar " batin reina


"Hmmmm....Reina fikir-fikir dulu ya tan " ucap Reina kemudian tersenyum pada tante Siska.


"Iya sayang.tapi jangan lama-lama yah" jawab Siska lalu tersenyum rama.


"Iya tan tenang aja,kalau gitu Reina angkat telfon dulu,takutnya penting " ucap Reina berbohong lalu ia beranjak pergi dari tempat duduknya menuju kamar dan berpura-pura mengangkat telpon.


"Begitulah anak muda jaman sekarang mba,fikiran mereka masih ingin bersenang-senang" ucap Siska.


"Wah...Kalian lagi bahas apa ini,serius sekali ?" tanya Hendra yang tiba-tiba memotong pembicaraan mereka (para istri).


"Begitulah wanita Hen,kalau sudah bicara yang serius lupa sama suami-suaminya" sambung Dimas.


"Biasalah pa,cerita masalah wanita " ucap Siska.


"Kalau itu saya nggak ikut campur deh " ucap Hendra lalu mengangkat kedua tangannya.


"Benarkan yang saya bilang,kalau wanita sudah ketemu serasa dunia milik mereka dan kita ini sebagai lelaki hanya numpang saja hahaha " ucap Dimas lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Wah....Tidak terasa yah sudah jam 9 malam,kita lanjutin besok saja pembahasan bisnisnya Dim,kita pamit pulang dulu yah sudah kemalaman ini" ucap Hendra berpamitan pulang.

__ADS_1


"Iya Hen,kalian hati-hati di jalan " jawab Dimas mengantarkan kawannya itu sampai depan pintu.


"Mba Tias,kapan-kapan kita ngobrol lagi ya...Selamat malam " ucap Siska melambaikan tangannya kemudian mereka berlalu pergi.


Setelah mengantarkan temannya itu,mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan duduk diruang tengah untuk sekedar ongobrol-ngobrol sebentar.


"Pa....." ucap Tias.


"Emmm" jawab Dimas yang sedang asyik menonton siaran televisi.


"Menurut papa keluarga mas Hendra akan suka nggak dengan Reina,kalau kita jodohin ?" tanya Tias.


"Tidak tahulah ma,kita lihat nanti saja,untuk saat ini biarlah mereka kenal dulu kalau mereka cocok kita lanjutin "jawab Dimas tegas.


"Iya pa,mama setuju keputusan papa,semoga anaknya mas Hendra bisa ngerubah kelakuan Reina itu" ucap Tias berharap.


"Iya,semoga keputusan kita ini bisa membuat Reina lebih dewasa dan tidak manja lagi " ucap Dimas.


Reina hendak balik ke kamarnya setelah mengambil minum di dapur,Reina tak sengaja menguping pembicaraan kedua orangtuanya itu di ruang tengah dan mendengar semua yang mereka bicarakan tanpa mereka ketahui.


"yang benar saja,masa gue mau di jodohin sih..! Emang ini masih jamannya siti nurbaya apa.Pokoknya gue harus batalkan perjodohan itu,lihat aja nanti " batin reina.


Setelah mendengar perkataan kedua orangtuanya tadi,Reina mengendap-endap berjalan menuju kamarnya supaya tak di ketahui,tapi sayangnya dia ketahuan.


"Rei....Kamu dari mana nak?" ucap Tias melihat tingkah anaknya yang seperti pencuri dalam rumah sendiri.


"Oh....Ini ma,Reina dari dapur ambil minum,kalau gitu Reina masuk kamar ya" jawab Reina tersenyum lalu ingin beranjak pergi.


"Terus kenapa kamu jalannya kayak maling gitu ngendap-ndap segala ? " tanya Tias lagi.


"Oh iniiiiiii lagi latihan ma " jawab Reina sambil mencari alasan yang tepat.


"Latihan apa malam-malam gini,Reina....Reina...." ucap Tias menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Huaaaaaaum.....Reina ke kamar dulu ya udah ngantuk nih" ucap Reina berpura-pura mengantuk agar tak ditanya-tanya lagi.


__ADS_2