
Dafa merasa nyeri di perutnya itu sudah tak tertahan lagi kemudian ia keluar dari ruangannya yang sedari tadi ia pakai untuk memeriksa berkas-berkas lalu mencari bantuan karena ia sudah merasa kesakitan.
"Tolong....Bisa bantu saya " teriak Dafa sambil memegang perutnya yang sangat sakit untuk meminta pertolongan pada staf atau siapa pun yang lewat di depan ruangannya itu.
"Astaga pak Dafa,bapak kenapa?" ucap pegawai wanita itu yang tak sengaja lewat kemudian menghampiri bosnya yang sadang kesakitan.
"Tolong saya panggilkan taksi.Saya mau kerumah sakit sekarang"ucap Dafa masih merintih memegang perutnya yang masih sakit.
"Tak usah bapak pakai taksi,kita ada mobil kantor kok pak.Kalau begitu saya permisi dulu mau menyiapkan mobil untuk bapak pakai" ucap pegawai itu lalu pergi meninggalkan Dafa mencari keberadaan supir yang akan membawa bos mereka ke Rumah Sakit.
Beberapa menit kemudian,datanglah seorang supir untuk membantu Dafa berjalan sampai ke mobil lalu kemudian mereka melaju pergi ke salah satu Rumah Sakit yang berada di Jogjakarta.
"Pak Dafa,bapak mau ke rumah sakit mana?" tanya supir itu.
"Yang terdekat saja dari sini" ucap Dafa singkat dan masih memegang perutnya.
"Kasihan sekali pak Dafa ini" batin supir itu.
Tak memerlukan waktu lama,kini mereka sudah sampai di Rumah Sakit yang tak jauh dari Perusahaan.
"Bapak mau saya bantu?" tanya supir itu menawarkan bantuannya.
"Tak usah,saya bisa sendiri saja masuknya.Kamu disini saja tunggu saya" ucap Dafa kemudian keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke Rumah sakit.
Kini Dafa sudah berada di depan meja resepsionis dan menanyakan bagian mana ruangan Dokter umum.
"Bapak tinggal jangan lurus saja kumudian belok kanan.Disana bapak tinggal lihat nama-nama ruangannya" ucap wanita itu dengan ramah.
"Terima kasih" ucap Dafa kemudian pergi mencari keberadaan ruangan dokter sesuai arahan dari wanita yang bekerja di resepsionis tadi.
Setelah di periksa,Dafa kemudian menemui Dokter yang memeriksanya itu dan menanyakan bagaimana kondisi perutnya.
"Bagaimana dok pemeriksaan saya?" tanya Dafa sambil duduk di kursi.
"Apa bapak sering telat makan?" ucap dokter itu bertanya balik.
"Iya dok.Jika saya sudah terlanjur menyibukkan diri,saya sering kelupaan makan dok" jawab Dafa.
"Begini pak,karena kebiasaan bapak ini yang sering telat makan membuat bapak terkena mag.Tapi ini sudah mag kronis sebab sudah parah " ucap Dokter itu.
"Jadi saya harus bagaimana dok? " tanya Dafa lagi
"Saya sarankan bapak jangan telat makan lagi dan ini saya sudah menuliskan resep obat untuk menyembuhkan sakit perut bapak " ucap Dokter lalu menyerahkan resep obat pada pasiennya itu.
"Baik dok terima kasih.Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dafa kemudian mengambil selembar kertas itu lalu berpamit keluar.
"Iya " ucap dokter itu lalu tersenyum.
Sehabis dari Rumah Sakit,Dafa singga ke apotik dulu untuk menebus obat sesuai resep dokter tadi dan mereka juga sebelumnya singga di Restoran untuk makan siang kemudian kembali lagi ke kantor.
Dafa kembali melanjutkan memeriksa berkas-berkas tadi karena merasa nyeri di perutnya sudah mendingan setelah meminum obat.Hari ini rencananya Dafa memeriksa semua berkas dan besok tinggal di selesaikan yang lainnya.
__ADS_1
"Kenapa sih papa harus nyuruh aku yang selesaiin semua disini.Padahalkan ada Edo yang sudah berpengalaman masalah Perusahaan" ucap Dafa sambil memeriksa berkas-berkas.
Ponsel Dafa kemudian berbunyi menandakan ada yang menelponnya namun Dafa malas mengangkatnya karena itu telpon dari temannya yaitu Aldo.
"Pasti ada maunya nih anak,tumben nelpon gue"batin Dafa curiga pada temannya itu.
Dafa mengabaikan panggilan dari temannya itu dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
***
Alexa mencari keberadaan temannya itu karena sedari tadi ia cari tidak ketemu juga.
"Kemana sih tuh anak.Apa dia nggak masuk Kampus ya,mana nomornya nggak aktif lagi" ucap Alexa masih mencari temannya itu karena beberapa menit lagi mereka masuk.
"Lex,udah ketemu sama si Reina? " tanya Jeni yang melihat Alexa masuk ke kelas sendirian saja.
"Hmmmm nggak tahu tuh anak dimana.Gue udah cari kemana-mana nggak ketemu juga,mungkin dia nggak ke Kampus kali" ucap Alexa.
"Bisa jadi sih" ucap Jeni.
Di lain tempat,Reina baru saja menyelesaikan tugasnya dan sekarang bersiap-siap pergi menuju kelasnya karena beberapa menit lagi masuk.
"Itu si Reina " ucap Lisa yang melihat temannya baru datang.
"Lo kemana aja sih Rei.Kirain lo nggak masuk kampus hari ini " ucap Jeni.
"Hmmmm gue ada di Perpustakaan sedari tadi" ucap Reina.
"Itu nyelesaiin tugas dari bu Rina.Semalam gue nggak sempat nyelesaiinnya" ucap Reina.
"Rei,kitakan hari ini kuliah sore.Lo ngapain aja dari pagi lalu siang ini sampai-sampai lo baru selesaiin tugas lo ?" ucap Jeni merasa heran pada temannya ini.
"Hmmmm biasalah,mama gue minta di anterin belanja karena dia tahu gue ada kuliah sore hari ini jadi manfaatin keluar dulu" ucap Reina memanyunkan bibirnya.
"Pantas aja" ucap Jeni.
"Oh iya Rei,gimana entar malam rencana kita mau ngadain party di rumah lo.Jadi?" tanya Lisa.
"Jadi dong" jawab Reina penuh semangat.
"Asik "ucap Lisa kegirangan.
"Gimana gais,kalian jadi nginap nggak? "tanya Reina pada teman-temannya.
"Kalau gue jadi dong" ucap Lisa.
"Kalau gue masih fifty-fifty ya gais,soalnya entar malam gue ada diner sama pacar gue" ucap Jeni tersenyum malu-malu.
"Kalau lo Lex? tanya Reina.
"Gue sih ngikut Lisa aja mau nginap juga" jawab Alexa.
__ADS_1
"Kebetulan juga gue mau lihat apa saja isi Apartemen kak Dafa" bati**n Alexa.
"Asik ......Berarti tinggal si Jojo aja yang belum gue beritahu" ucap Reina.
"Beritahu dia juga Rei.Kasihan dia nanti ngambek lagi kalau kita nggak ungundang dia juga" ucap Lisa.
"Oke " ucap Reina.
Reina kemudian mengambil ponselnya yang berada di dalam tas lalu mengirimkan pesan kepada Jojo untuk datang sebentar malam di Apartemennya.
Kebetulan hari ini jadwal kuliah mereka sore,jadi sehabis kuliah mereka bertiga langsung ke Apartemen Reina untuk menyiapkan keperluan party entar malam.
"Gais....Nggak seru deh kita cuma berempat saja.Bagaimana kita ngundang yang lain juga?" ucap Lisa memberi usul untuk mengundang teman mereka yang lainnya.
"Hmmm....Terserah lo aja mau ngundang siapa" ucap Reina ikut saja apa kata temannya.
"Tapi memangnya lo mau ngundang siapa Lis" tanya Alexa.
"Ada deh,entar kalian tahu juga" ucap Lisa kemudian tersenyum.
"Ihhh si Lisa bikin penasaran aja deh" ucap Alexa.
"Iya nih" sambung Reina.
"Rei,kayaknya ponsel lo bunyi deh" ucap Alexa yang mendengar ada ponsel berbunyi.
Lalu Reina mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelpon dan ternyata mamanya kemudian ia mengangkat telpon itu.
"Hallo ma"
"Halo sayangnya mama juga"
"Tumben mama nelpon,memangnya ada apa ya"
"Ini kakak sepupu kamu lagi datang liburan dan dia nanyain alamat Apartemen kamu,apa mama kasih aja"
"Kasih aja ma,tapi sepupu yang mana ya ma"
"Agnes,dia sekarang lagi di rumah nih dan nanyain kamu.Katanya dia kangen banget sama kamu"
"Pas banget kak Agnes lagi disini.Mama kasih aja alamat Apartemen Reina dan bilangin ke dia bawain kue kesukaan Reina ya ma"
"Iya sayang,entar mama kasih tahu dia deh"
"Oke ma"
"Iya.kalau begitu udah dulu ya sayang,mama lagi ada kerjaan ini"
"Baik ma"
Kemudian Reina mematikan telponnya dan menunggu kedatangan kakak sepupunya itu.
__ADS_1