MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 39


__ADS_3

Sudah dua hari ini Dafa berada di Jogjakarta.Ia selalu menyibukkan diri dengan semua berkas supaya masalah di cabang Perusahaan milik papanya cepat selesai agar dia segera balik ke Jakarta.


"Baru dua hari disini tapi serasa udah seminggu,bosan juga ya di kantor mulu" ucap Dafa sambil menyelesaikan pekerjaannya.


Tuk..tuk..tuk..


"Masuk" ucap Dafa dari dalam ruangannya.


"Pak,saya bawakan berkas yang bawa minta tadi" ucap Riko selaku manager di Perusahaan itu.


"Ya,kamu taruh di situ saja" ucap Dafa sambil menunjuk mejanya.


"Baik pak,kalau begitu saya permisi keluar dulu" ucap Riko lalu ingin melangkah pergi.


"Tunggu dulu" ucap Dafa menahan Riko.


Mendengar jika Bosnya memanggilnya,Riko kemudian terhenti lalu berbalik dan melangkah kembali ke hadapan Dafa.


"Kenapa pak?" ucap Riko.


"Oh ini,Saya mau ngajak kamu keluar sebentar sore untuk temani saya jalan-jalan putarin Jogja, mumpung saya disini.Kamu mau ?" ucap Dafa.


"Baik pak,bapak tinggal panggil saya saja kapanpun" ucap Riko lalu tersenyum.


"Oke baiklah,kamu silahkan keluar" ucap Dafa.


"Baik pak" ucap Riko kemudian melangkah pergi keluar.


***


"Rei....Rei,cepat bangun deh udah siang nih" ucap Agnes sambil membangunkan adiknya itu.


"Emmm lagi enak nih,kak Agnes ganggu aja deh" ucap Reina masih keenakkan tidur.


"Dasar nih anak cewek satu.Udah nikah juga nggak ada berubah-berubahnya.Gue telpon nih suami lo supaya dia tahu kerjaan istrinya disini molor mulu" ucap Agnes sengaja mengancam adiknya.


Mendengar hal itu Reina hanya masa bodo lalu mengambil bantal gulingnya untuk menutupi kupingnya dan kembali menutup matanya lalu ingin kembali tidur.


"Kakak nggak bohong loh Rei.Kak Agnes telpon ya sekarang suami kamu." ucap Agnes lagi tapi tak di hiraukan oleh Reina.


"Telpon aja kalau berani" ucap Reina yang masih tiduran.


"Oke" ucap Agnes sambil memeriksa ponsel Reina dan mencari kontak milik Dafa.


"Hmmm...Palingan kak Agnes gertak gue juga.Memangnya dia tahu nomor telponya kak Dafa" batin Reina.


"Ketemu juga" ucap Agnes sedikit berbisik supaya tak di dengar oleh Reina.Kemudian ia langsung menelpon nomor tersebut dan sengaja mengaktifkan speakernya sehingga Reina dengar kalau ia ia tak berbohong menelpon suaminya itu.


Tit...tit...tit....tit...tit.....


"Hallo...Halo...." suara Dafa.


Reina kemudian langsung terbangun setelah mendengar suara di telpon itu kemudian ia melihat Agnes yang tersenyum puas.Tak perlu waktu lama,Reina kemudian mengambil ponselnya yang di pegang oleh Agnes dan mengangkat telpon Dafa dan mematikan speakernya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Halo" ucap Reina lembut.


"Tumben kamu telpon "


"Oh ituuuuuuuu Reina mau tanyain aja kapan kak Dafa balik ke Jakarta"


"Mungkin lusa.Kenapa memangnya"


"Kok cepat.Waktu itukan kak Dafa bilang mau seminggu disana atau kalau perlu sebulan"


"Karena urusan disini tidak terlalu ribet,jadi cepat selesainya"


"Ohhhhh gitu"


"Kenapa,kamu tak suka saya cepat balik ke jakarta"


"Ya iyalah......Eh maksudnya ya enggaklah.Masa suami mau cepat pulang istrinya nggak suka,kan aneh"


"Sudah,malas saya bicara sama kamu.Saya masih ada kerjaan ini"


"Iya udah,bye suamiku sayang" ucap Reina sengaja supaya di dengar oleh Agnes lalu ia mematikan telponnya.


"Wihhhhhh....Adiknya kakak ternyata mesra juga kalau telponan sama suami" ucap Agnes menggoda adiknya.


"Iya dong,kan aku baru nikah jadi masih suasana seperti pacaran gitu kita berduanya" ucap Reina lalu memasang senyum indahnya.


"Idihhhhh.....Kalau aja nggak ada kak Agnes disini,mana mau gue bicara kayak tadi.Gue harus pura-pura bahagia supaya kak Agnes nggak curiga,kan mulutnya lemes banget jangan sampai dia cerita sama mama dan papa " batin Reina.


Reina kemudian keluar dan pergi menuju kamar sebelah tempat Alexa dan Lisa tidur,tapi kamar itu sudah rapi dan ia tak melihat teman-temannya.


"Ya balik ke rumah masing-masinglah,masa tungguin kamu bangun sih" jawab Agnes.


"Memangnya ini sudah berapa sih?" tanya Reina lagi.


"Reina sayang ini udah jam 10 pagi" ucap Agnes sambil menunjuk jam dinding yang ada dikamar itu.


"Oh" ucap Reina lalu kemudian pergi menuju kamarny untuk mandi.


"Astaga tuh anak,dia yang tidurnya kesiangan kenapa aku yang beresin tempat tidurnya" ucap Agnes sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah dirasa sudah beres dan rapi semuanya,Agnes kemudian keluar kamar dan langsung menuju dapur untuk membuatkan mereka sarapan.


Beberapa menit kumudian Reina keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur tempat Agnes berada.


"Kak Agnes berapa hari diJakarta?" tanya Reina sambil membantu Agnes menyiapkan makanan diatas meja.


"3 hari aja,setelah itu balik lahi ke bali" jawab Agnes.


"Hmmm berarti besok kak agnes udah balik lagi dong" ucap Reina memasang muka sedih.


"Iya,maunya kakak sih cutinya dilamain lagi,tapikan pekerjaan kakak ini nggak memperbolehin cuti lama dan hanya 3 hari aja" ucap Agnes.


"Oh gitu,nanti deh Reina akan ke bali aja supaya bisa ketemu kak Agnes terus" ucap Reina.

__ADS_1


"Emmm iya kamunya aja yang kesana.Kakak bakalan antar kamu jalan-jalan sepuasnya" ucap Agnes lalu tersenyum senang.


"Itu sudah pasti dong" ucap Reina lalu duduk dikursi untuk sarapan bersama.


"Memangnya kamu kesana nantinya pergi sama siapa?" ucap Agnes lalu memasukan makanannya ke mulutnya.


"Kayaknya sama teman-teman deh.Soalnya bulan depan itu kami ada liburan seminggu gitu,jadi manfaatin liburan aja" ucap Reina.


"Bulan depan ya.Wahhhh Rei,kan oma bulan depan ulang tahun,gimana sekalian aja kita rayainnya di bali?" ucap Agnes.


"Wah ide bagus tuh,aku serahin ke kakak aja urusan ini yang hendel semua" ucap Reina.


"Siap,jangan lupa kamu tanya teman-teman kamu dan juga suami kamu ya" ucap Agnes.


"Hmmmm kalau kak Dafa ikut,aku nggak bisa dong jalan-jalan dan pergi kemana pun yang aku mau" ucap Reina lalu memasang muka cemberutnya.


"Itu udah resiko nikah muda,mau nggak mau harus bawa suami kemana pun" ucap Agnes lalu tertawa.


"Pokoknya aku harus mencari cara supaya kak Dafa nggak ikut nanti ke bali.Kalau dia ikutkan aku nggak bebas " batin Reina.


"Ihhh kak Agnes,nanti aja kalau sudah ada suami baru kakak dilarang kesana-kemari baru tahu rasa" ucap Reina.


"Ibu lagi curhat ya" ucap Agnes kemudian tertawa lagi.


"ihhhh udah deh kak Agnes,nggak lucu deh" ucap Reina sedikit kesal melihat kakaknya itu tertawa ladahal perkataan benar.


"Iya...iya...Oh iya Rei,temanin kakak entar ya ketemu teman mumpung lagi di Jakarta" ajak Agnes.


"Siap bos" ucap Reina lalu mereka melanjutkan sarapannya kembali.


Setelah memyelesaikan sarapan dan beristirahat sebentar,mereka kemudian bersiap-siap ingin keluar dan pergi menemui teman Agnes yang sebelumnya sudah sepakat janjian di salah satu Restoran setelah jam makan siang ini.


"Teman kak Agnes cewek atau cowok?" ucap Reina sambil fokus menyetir.


"Cowok" ucap Agnes.


"Oh,mantan yaaaaa?" ucap Reina menggoda kakaknya itu.


"Bukan,hanya teman aja kok" ucap Agnes dengan santai.


"Hmmmm kirain mantannya kak Agnes,memangnya kakak nggak punya mantan gitu dari Jakarta atau kota lain gitu" ucap Reina penasaran.


"Dulu sih ada,tapi nggak sempat pacaran hanya dekat doang " ucap Agnes.


"Memangnya tipe cowok kak Agnes itu gimana sih?" ucap Reina.


"Gampang kok,kakak itu sukanya cowok blasteran gitu mau dia hitam atau putih terserah yang penting dia ganteng dan bodinya itu ada roti sobeknya gitu" ucap Agnes lalu menghayal.


"Memangnya ada ya,kirain aku hanya oppa-oppa korea aja yang gituan?" ucap Reina merasa aneh dengan perkataan kakaknya.Ia pernah sih melihat di drama korea bodi cowok seperti itu,tapi dia belum pernah melihat langsung.


"Hmmm parah nih anak,kelamaan jomblo sih jadi nggak tahu bodi perfecnya cowok itu gimana.Kakak saranin kamu pergi ke gym deh kalau mau lihat seperti yang gituan" ucap Agnes.


"Oke" ucap Reina kemudian memarkirkan mobilnya dulu karena mereka sudah sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


Mereka kemudian keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Restoran untuk menemui teman Agnes.


__ADS_2