
Hari ini Reina berencana pergi berkunjung menemui orangtuanya karena sudah sangat merindukan mereka.Sesampainya dirumah Reina melihat ada satu mobil terparkir dihalaman rumahnya.
"Kayaknya ada tamu deh " ucap Reina kemudian keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam rumanhya.
"Assalamualaikum ma" ucap Reina menyapa.
"Waalaikum salam sayang " jawab mama Reina lalu memeluk anak semata wayangnya itu yang sudah lama tak bertemu.kemudian mengajak Reina untuk duduk bersama mereka.
"Ehh ada tamu rupanya" ucap Reina tersenyum saat melihat ada tamu mamanya sedang datang berkunjung.
"Iya Reina tante tadi ada keperluan dekat sini jadi sekalian mampir deh" ucap tamu itu teman mamanya yang ternyata adalah mama Andra yang pernah mereka temui waktu itu.
"Oh gitu,tante sendirian aja?" tanya Reina.
"Enggak,tante sama Andra tapi andranya lagi ke toilet dulu mules katanya" ucap Mama andra tersenyum.
"Oh.." ucap Reina.
Tak lama kemudian Andra muncul lalu ikut duduk bersama mereka.
"Eh ada Reina" ucap Andra saat melihat ada Reina juga disini.
"Iya kak,lagi datang ngunjungin mama plus kangen juga udah lama nggak ketemu" ucap Reina.
"Oh begitu " ucap Andra.
Para mama asik dengan obrolan mereka sendiri sedangkan Reina dan Andra hanya diam dan sesekali berbicara jika perlu.
"Oh iya Rei,tolong dong kamu beliin mama bahan-bahan kue di supermarket depan.mama mau bikin kue nih kebetulan ada mamanya andra sang ahli bikin kue jadi mama mau nyuri-nyuri resepnya nih" ucap Mama Reina cengengesan.
"Ahh kamu bisa aja jeng" ucap mama andra malu-malu.
"Loh ini beneran jeng.Aku masih ingat deh waktu dulu kamukan sering bikinin kita kue kalau lagi ngumpul arisan dan rasanya itu super enak banget dan dijaminketagihan" ucap mama Reina memuji temannya itu.
"Wahhh....berarti tante udah senior dong bikin kuenya,Reina mau di ajarin dong" ucap Reina nimbrung di percakapan mamanya itu.
"Iya sayang tante akan ajarin kamu" ucap mama Andra tersenyum.
"Asikkkk....yeeeee" ucap Reina kegirangan.
Andra yang sedang memainkan ponselnya sedari tadi kemudian berhenti saat melihat Reina sedang kegirangan seperti anak kecil yang mendapat hadiah besar.
"Reina...reina udah dewasa begini tapi masih menggemaskan" batin Andra.
"Ini udah mama catat semua yang kamu mau beli tanpa terlewatkan satu pun,sekarang kamu pergi deh " ucap mama Reina mengasih catatan yang akan dibeli Reina disupermarket.
"Beres bos" ucap Reina lalu memberi hormat pada mamanya.
"Ma aku ngajak mbok ya bantu aku karena aku nggak tahu nyarinya dibagian mana" ucap Reina.
"Makanya belajar dong sayang jangan ngerepotin mbok mulu tahunya.Masa udah nikah belanja ginian aja nggak tahu kamu" ucap mama Reina.
"Ihhh mama....kan Reina lagi sibuk ngurusin kuliah supaya cepat selesai,jadi hal kecil kayak gini Reina pending dulu belajarnya" ucap Reina mencari alasan yang tepat.
"Alasan aja kami Rei.Udab sana pergi nggak ada alasan dibantuin mbok karena mboknya juga lagi nggak ada disini" ucap mama Reina.
__ADS_1
"Memangnya mbok kemana ma?" tanya Reina.
"Mbok lagi pulang kampung selama seminggu ini karena anaknya lagi sakit katanya" jawab mama Reina.
"Oh gitu kasihan banget anaknya mbok" ucap Reina merasa prihatin pada mboknya itu yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.
"Udah sana" ucap mama Reina menyuruh anaknya pergi belanja.
"Iya ma" ucap Reina beranjak ingin pergi namun tertahan saat mendengar suara Andra.
"Tante boleh nggak saya nemenin Reina belanja, takutnya dia nggak tahu apa-apa saja yang mau di beli" ucap Andra menawarkan diri.
"Lebih baik begitu nak,sekalian kamu ajarin Reina belanja kamukan udah sering lihat mama belanja perlengkapan kue jadi udah tahu" ucap mama Andra.
"Hmmm benar juga anak ini tak bisa di andalkan.lebih baik kamu temani dia Andra sekalian ajarin supaya dia tahu bagaimana cara menjadi istri yang menyenangi suami" ucap mama Reina.
"Ihhh mama deh" ucap Reina kesal dengan penuturan mamanya.
"Baiklah tante kalau gitu kita pergi dulu." ucap Andra kemudian mereka berdua pamit pergi ke supermarket dengan mobil Andra.
Disepanjang jalan Reina hanya menatap ke depan seperti biasanya.ia merasa canggung hanya berduaan bersama Andra di dalam mobil.
"Oh iya Rei,gimana kamu dengan Dafa apa udah ada kemajuan?" tanya Andra sambil mengemudikan mobilnya dan menatap ke depan.
"Kemajuan apa yah? " Reina balik bertanya karena tak mengerti maksud dari Andra.
"Maksudnya kalian kan udah beberapa bulan menikah masa belum ada kemajuan juga contohnya seperti buatin kita keponakan gitu hehehehe" ucap Andra dengan entengnya.
Secepat kilat muka Reina sudah bersemu merah setelah mendengar perkataan Andra yang ingin dibuatkan keponakan.Fikiran Reina langsung mengingat kejadian saat Dafa mencium bibirnya yang sudah ia lakukan dua kali.
"Hmmm...itu juga penting sih tapi jangan kelamaan nundanya takut didahuluin orang" ucap Andra.
"Maksudnya kak Andra apa yah Reina nggak ngerti deh " ucap Reina.
Fikiran Reina langsung tertuju pada mantannya Dafa.Ia takut jika wanita itu kembali pada Dafa dan akan merebutnya kembali.
"Masa kamu udah sebesar ini nggak ngerti juga maksud aku.Kalau kamu terus mengabaikan Dafa dan fokus ke kuliah kamu,takutnya Dafa mencari yang lainnya karena kamu nggak perhatian sama dia" jawab Andra panjang lebar.
"Benar juga yang dibilang kak Andra,kalau aku fokus yang lainnya takutnya kak Dafa akan berpaling ke aku dan kalau benar ia sudah melupakan mantannya kan masih banyak wanita lain diluaran sana yang incar kak Dafa secara kak Dafa udah mapan" batin Reina bergejolak.
"Terus aku harus ngapain kak supaya kak Dafa nggak berpaling? " tanya Reina.
"Ya kamu harus menjadi istri yang baik,berbakti pada suami dan selalu ada disaat dia butuhkan" ucap Andra.
Reina lalu teringat perkataan Safa saat itu kalau ketiga sahabat Dafa pasti akan membelah sahabatnya itu tapi Reina rasa tak ada salahnya bertanya sama Andra karena menurutnya Andra cowok yang baik dan dan semoga lewat Andra ia sedikit tahu tentang masa lalu Dafa.
Saat Reina ingin bertanya lagi ternyata mereka sudah sampai di depan supermarket itu jadi terpaksa ia urungkan ingin bertanya pada Andra.
"Kita langsung ke bagian perlengkapan kue saja" ucap Andra saat mereka sudah di dalam supermarket itu lalu melangkah menuju tujuannya dan dikuti oleh Reina.
Tak beberapa lama mereka akhirnya selesai berbelanja semua bahan kue itu kemudian mereka kembali pulang ke rumah Reina.
Reina memantapkan hatinya ingin bertanya lagi ke Andra tentang masa lalu dari Dafa suaminya itu dan ini waktu yang tepat sebelum mereka sampai di rumah.Andra sedari tadi hanya fokus menyetir tak seperti tadi yang asik ngobrol.
"Kak,Reina boleh nanya nggak?" ucap Reina.
__ADS_1
"Tanya aja bebas,asal jangan nanya kapan aku nikah yah" ucap Andra cengengesan untuk mencairkan suasana dan hanya di senyumkan oleh Reina.
"Kak Andra ini lucu juga yah beda sama kak Dafa yang orangnya cuek banget" batin Reina.
"Selama aku nikah sama kak Dafa tak satupun aku tahu tentangnya dan bagaimana masa lalunya bersama mantannya itu.Yahhh emang betul pernikahan kita karena perjodohan yang dilakukan oleh orangtua kita masing-masing dan kita hanya terpaksa mengikuti kemauan mereka namun sekarang aku nggak bisa pungkiri selama berbulan-bulan ini aku nikah sama kak Dafa aku udah mulai menyukainya" ucap Reina sambil menatap ke Andra.
"Terus kamu mau nanya aku bagaimana masa lalu Dafa?" tanya Andra yang sudah tahu arah pembicaraan Reina.
"Iya" jawab Reina.
"Kalau nyeritain dari awal sampai akhir pasti panjang ceritanya Rei " ucap Andra menatap Reina.
"Nggak usah ceritain semuanya kak,yang intinya aja supaya aku tahu sedikit tentang mereka " ucap Reina.
"Dulu Alexa itu wanita yang aku suka namun sayangnya aku tak berani mengakui perasaan itu.Saat aku sekolah diluar negri mengambil spesialis ortopedi ternyata diam-diam Dafa dan Alexa menjalin hubungan tanpa sepengetahuan aku.Awalnya aku sangat marah sama Dafa karena mengambil wanita yang aku sukai tapi aku sadar disini yang salah aku karena belum mengakui perasaan itu pada Alexa secara langsung dan Dafa tak tahu itu.berjalannya waktu aku belajar mengikhlaskannya tanpa merusak persahabatan kita namun tak di sangkah orangtua Dafa tak pernah setuju dengan hubungan mereka sampai kapan pun karena alasan dimasa lalu tapi Dafa tetap memperjuangkan hubungan mereka karena dia sangat mencintai Alexa apapun yang terjadi" ucap Andra terhenti karena melihat Reina memasang muka sendu.
"Terusin aja kak,aku baik-baik aja" ucap Reina.
Andra kemudian menepikan mobilnya sebentar lalu melanjutkan perkataannya.
"Aku tahu jelas Dafa itu orangnya sangat setia pada pasangannya apalagi Alexa itu wanita yang bisa meluluhkan hati Dafa dan sebaliknya Alexa juga seperti itu mempertahankan hubungan mereka walau tahu mereka tak mendapatkan restu tapi Dafa tetap berusaha meyakinkan orangtuanya dengan pilihan hatinya.Rasanya memang sakit melepaskan orang yang kita cintai selama ini tapi tak ada salahnya jika kita bisa membuka lembaran baru" ucap Andra menepuk pundak Reina memberinya semangat.
"Selama ini kak Dafa sangat tersakiti dengan pernikahan ini dan itu semua salah aku karena egois.Aku hanya mementingkan diriku sendiri dan perasaan orangtua aku" ucap Reina mulai menitikan air matanya.
"Kalian hanya berbakti dan menuruti keinginan orangtua kalian.Jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri Reina,mungkin mereka tak jodoh dan jodohnya Dafa yaitu kamu " ucap Andra sambil menghapus air mata Reina dengan jari lembutnya.
Entah kenapa perasaan Reina jika bersama Andra rasanya sangat nyaman sekali seperti ada yang menjaganya.
"Jika saja aku dijodohkannya sama kak Andra pasti hidupku sangat bahagia mendapatkan lelaki seperti kak Andra ini" batin Reina.
"Kak Andra berarti kenal dekat dong sama mantannya kak Dafa" ucap Reina sambil mengusap air matanya.
"Iya begitulah.Oh iya dia juga datang di acara kecil-kecilan waktu dirumah aku,kamu jugakan ada disana" ucap Andra mencoba mengingat pertemuan mereka.
"Oh yah,kalau aku tahu dia disana juga pasti aku udah lihat mukanya,Hmmm...namun sayangnya kak Dafa mau pulang cepet-cepet dasar kak Dafa itu " ucap Reina dengan cemberut.
"Waktu itu dia di de......" ucap Andra terhenti karena Reina mengangkat telpon.
"Hallo ..ma"
"Rei kalian dimana sih lama sekali sampainya"
"iya mah kita lagi di jalan ini nggak lama lagi sampai kok"
"Oke mama tunggu cepat ya rei"
"Iya ma". kemudian Reina mengakhiri telponnya.
"Kak kita cepatan balik,soalnya mama udah nungguin kita sedari tadi" ucap Reina.
"Oke" ucap Andra lalu melajukan mobilnya kembali ke rumah Reina.
Beberapa menit kemudian mereka sampai juga dihalaman rumah Reina.
"Oh iya Rei,aku langsung balik ke Rumah sakit ya ada urusan mendesak soalnya.Tolong sampein juga ke tante dan mama aku minta maaf nggak sempat nyicipin kuenya" ucap Andra sambil fokus melihat ponselnya.
__ADS_1
"Oh iya kak.Kapan-kapan kita ketemuan lagi dan lanjutin obrolan tadi" ucap Reina lalu berjalan masuk duluan meninggalkan Andra.Tak beberapa lama Andra pun melesat pergi juga meninggalkan pekarangan rumah Reina menuju Rumah sakit tempat ia bekerja.