
Mahendra Group.
Dafa sangat sibuk akhir-akhir ini karena banyak investor asing maupun dalam negeri yang ingin bekerja sama dengan Perusahaannya.Kini sudah lewat jam makan siang dan Dafa seharian ini hanya berada didalam ruangannya melihat satu persatu dokumen-dokumen yang ingin bekerja sama dengan dirinya.
Tuk ...tuk...tukk
"Ia masuk saja" ucap Dafa setelah mendengar ada suara ketukan pintu dari luar.
"Daf,lo udah makan siang?" tanya Edo lalu berjalan masuk untuk menghampiri Dafa.
"Tanggung Do,gue harus selesain ini semua secepatnya" jawab Dafa.
Dafa merasa tak enak jika harus berlama-lama dalam bekerja apalagi satu bulan ini ia cuti berlibur ke Bali.
"Lo tenang aja kali kan ada gue bro,selama lo ke Bali gue yang Hendle pekerjaan disini supaya lo puas nikmatin liburan lo disana " ucap Edo percaya diri.
"Kalau itu sih gue juga tahu.Jadi sekarang kita gantian lo pasti capek banget ngurusin ini semua selama gue pergi,mending lo liburan gih sana gue kasih lo cuti sebulan" ucap Dafa menawarkan cuti liburan buat kakaknya itu.
"Malas ah.Gue juga bingung mau kemana terus sama siapa." ucap Edo sambil berjalan duduk ke sofa sementara Dafa masih duduk dikursi kerjanya.
"Ini nih kelemahan loh karena terlalu sibuk kerja akhirnya nggak ada cewek satu pun yang bisa lo gaet " ucap Dafa menggeleng-gelengkan kepalanya merasa prihatin dengan nasib Edo.
"Nah itu dia masalahnya,masa iya gue liburannya ngajak si Aldo dan Andra " ucap Edo.
"Kebetulan lo nyebut nama si Andra,gimana kabar tu anak sekarang?" tanya Dafa.
"Ya kabarnya baiklah.Palingan dia lagi sibuk di Rumah sakit ngurusin pasien-pasiennya." jawab Edo.
Saat Edo tadi menyebut nama Andra,Dafa tiba-tiba mengingat Reina.
"Kenapa gue langsung ke inget Reina yah" batin Dafa.
"Daf,lo ngelamun?" tanya Edo yang melihat Dafa sedang melamunkan sesuatu.
"Enggak kok gue hanya kepikiran Reina aja" jawab Dafa jujur.
"Wahhhhhhh....udah ada yang mulai membuka hati nih buat si bidadari gue" ucap Edo sengaja menggoda Dafa.
"Bidadari loh....mimpi sana" ucap Dafa kesal sambil menatap tajam ke Edo.
"Bidadari lo apanya yang ada itu anak pasnya mak lampir" batin Dafa.
"Udududuhhh....ada yang marah nih gue manggil istrinya dengan sebutan bidadari gue " ucap Edo lalu tertawa terbahak-bahak.
"Siapa juga yang marah.Gue hanya kasihan sama lo kalau lo nyebut si Reina bidadari lo yang ada tuh anak pasnya di sebut mak lampir " ucap Dafa.
__ADS_1
"Jadi lo nikah sama mak lampir dong " ucap Edo lagi lalu tertawa lepas.
"Dasar lo " ucap Dafa kesal sambil melemparkan satu map ke hadapan Edo.
"Daf......Daf....lo kenapa sih hari ini sensi banget orangnya,apa lo lagi PMS ya " ucap Edo sengaja memancing emosi adiknya itu karena ia suka jika Dafa marah-marah.
"Bacot lo" jawab Dafa yang terbawa perasaan dengan kata-kata Edo tadi.
"Cup...cup...cup anak ganteng nggak boleh marah loh nanti cepat tua hahahahhahahhaha" ucap Edo kembali menertawai Dafa.
Dafa mulai kepancing emosinya untuk memberi pelajar kepada Edo dengan menjitak kepalanya namun karena ada ketukan pintu akhirnya niatnya ia urungkan dulu.
"Masuk saja " teriak Dafa.
"Hai broooooo " ucap Aldo lalu melangkah masuk kemudian duduk di sofa tanpa di persilahkan terlebih dahulu.
"Tambah lagi nih anak satu kenapa dia harus datang di situasi kayak gini sih " batin Dafa.
"Kebetulan lo datang Al " ucap Edo.
"Memangnya kalian lagi ngapain sih?" tanya Aldo kepo.
"Itu si Dafa lagi cemburu noh" jawab Edo.
"Cemburu? sama siapa?" tanya Aldo yang heran mendengar Dafa cemburu.
"Dasar lo Do gue kira beneran Dafa udah mulai cemburuin si Reina.Gue udah dengar baik-baik juga " ucap Aldo sambil melemparkan bantal sofa ke arah Edo saking kesalnya.
"Mending kalian keluar sana,gue lagi sibuk " ucap Dafa mengusir kedua sahabatnya itu.
"Wahhhh tega ya lo Daf gue baru datang juga udah main usir-usir aja " ucap Aldo.
"Kalian ganggu gue lagi kerja bego" ucap Dafa.
"Hmmm ini nih contohnya kalau perasaannya lagi kacau karena seorang wanita jadi emosian mulu" ucap Aldo yang sengaja menggoda sahabatnya itu seperti yang dilakukan Edo tadi.
"Sialan lo berdua " ucap Dafa yang sudah mulai kembali Emosi.
"Sabar bro santai-santai jangan emosian mulu dong kan kita jadi takut " ucap Aldo lalu tertawa bersama Edo juga.
Dafa mulai mengatur nafasnya supaya emosinya cepat mereda.
"Oh iya Daf gimana lo dengan Reina sekarang,apa udah ada kemajuan sepulang dari Bali?" tanya Aldo merasa penasaran.
"Hmmm kemajuan dari hongkong.Yang ada tuh anak nambah stres sepulang dari Bali " jawab Dafa.
__ADS_1
"Kok bisa?" giliran Edo yang bertanya.
"Gue juga nggak paham sama tuh anak.Tadi pagi sebelum gue berangkat kerja tuh anak gue lihat seperti kemasukan jin apa gitu.Dia tiba-tiba nyiapin gue sarapan terus gue mau berangkat dia cium tangan gue katanya mau jadi istri berbakti pada suaminya,anehkan dia." ucap Dafa menceritakan drama tadi pagi dia dan Reina.
"Bagus dong,berarti Reina udah berubah.Harusnya lo senang akhirnya anak manja itu berubah secepat ini " ucap Aldo.
"Menurut kalian dia benar-benar berubah atau hanya pura-pura aja karena ada maunya? " tanya Dafa curiga dan tak paham dengan kelakuan Reina.
"Menurut gue sih tuh anak benar-benar ingin berubah Daf.Mungkin saat di Bali dia diberi wejangan-wejangan sama tante dan omanya " ucap Aldo.
"Apa benar yang dibilang Aldo kalau Reina benar-benar mulai berubah" batin Dafa.
Dafa kemudian teringat dengan permintaan Oma dan Opa saat di Bali mereka ingin secepatnya di beri cicit.
"Astaga....Apa karena itu Reina sekarang berubah" ucap Dafa sambil memukul meja membuat Aldo dan Edo kaget.
"Lo kenapa Daf bikin kaget aja " ucap Edo.
Dafa tersadar dengan tingkahnya tadi yang hampir saja keceplosan.
"Enggak apa-apa" ucap Dafa bersikap acuh.
"Aneh lo " ucap Aldo.
"Lo yang aneh " ucap Dafa tak mau kalah.
"Hampir aja gue lupa ngundang kalian.Entar malam kalian datang yah di acara party gue terserah mau bawa siapa aja " ucap Aldo.
"Dalam rangka apa nih?" tanya Dafa hanya melirik .
"Ulang tahun guelah memangnya acara apalagi coba" ucap Aldo.
"Oh,entar dilihat tapi gue nggak janji " ucap Dafa singkat.
"Jangan lupa lo bawa ipar gue kalau perlu suruh dia bawa teman-temannya juga supaya tambah rame " ucap Aldo lalu mengedipkan satu matanya pada Dafa seolah memberi kode.
Edo hanya diam sambil menyibukkan diri memainkan ponselnya saja.Ia merasa tersingkirkan dalam pembicaraan ini karena ujung-ujungnya ia sudah tahu harus membawa pasangan dan itu membuatnya lemah.
"hmmm nasib-nasib " batin Edo.
"Do,lo jangan lupa datang bawa gebetan juga yah untung-untung kalau ada" ucap Aldo menyindir kemudian dia dan Dafa tertawa kecuali Edo pastinya.
"Ini nih yang gue nggak suka.Gue udah diam juga tapi masih kena jugakan " ucap Edo.
"Makanya cepat gih nikah,ingat umur bro hahahhahah" ucap Aldo tertawa.
__ADS_1
"Sialan lo Al" ucap Edo melemparkan bantal ke Aldo.
Pembahasan mereka masih berlanjut sampai sore hari.Jangan tanyakan Dafa dengan dokumen-dokumennya yang tadi ia periksa karena kedatangan Edo dan Aldo membuat semuanya terabaikan oleh Dafa,namun bukan Dafa namanya kalau tidak mempunyai rencana B sebab semuanya akan ia bawa ke Apartemen saja.