MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 73


__ADS_3

_Tidur bersama.


Malam sudah begitu larut dan kedua orangtua Dafa beberapa menit yang lalu sudah pamit pulang untuk beristirahat.


Perbincangan panjang tadi membuat mereka semua ingin cepat-cepat beristirahat karena kelelahan sebab banyak cerita yang mereka rangkai mulai dari kisah lalu sampai cerita-cerita lucu yang membuat mereka capek untuk tertawa.


"Rei,kita bisa ngobrol sebentar?" tanya Dafa yang sedang duduk disofa kamar mereka.


"Emm" jawab Reina singkat yang masih fokus di depan cermin sedang mengoles krim malam di wajahnya.


"Kamu dan Andra ada hubungan?" tanya Dafa to the point pada Reina.


"Hubungan ! maksudnya..?" tanya balik Reina karena tak mengerti perkataan Dafa.


"Aku tadi temuin Andra " ucap Dafa sambil menatap Reina dari pantulan cermin.


"Terus " ucap Reina yang masih belum peka dengan perkataan dari Dafa.


"Bodoh lo Daf,kenapa lo nggak bisa berkata-kata lagi saat natap Reina" batin Dafa.


"Nggak usah berbelit-belit,langsung jawab aja kamu ada hubungan nggak sama Andra?" ucap Dafa ketus sebab sudah tak tahu harus berkata apa lagi karena Reina kurang peka.


"Aku nggak ada hubungan sama kak Andra" hawab Reina jujur.

__ADS_1


"Terus kenapa kalian bertemu hanya berdua ?" tanya Dafa.


"Aku nggak sengaja ketemu sama kak Andra dicafe itu " ucap Reina.


"maaf kak aku bohong" batin Reina.


"Oh" tutur Dafa.


"Kak Dafa cemburu?" tanya Reina memberanikan diri.


Mendengar kata itu Raut wajah Dafa yang kaget dan salah tingkah.


"Cemburu sama kamu..! ya enggaklah.Aku hanya nggak suka ada seorang istri yang diam-diam bertemu dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan dari suaminya." singgung Dafa.


Dafa yang melihat Reina sudah menuju ranjang dan ingin berbaring,kemudian ia juga beranjak menuju ranjang untuk beristirahat.


"Kak Dafa ngapain disini?" tanya Reina kaget yang melihat Dafa berbaring disampingnya.


"Ya tidurlah,memangnya mau apa lagi" ucap Dafa.


"Nggak boleh,kak Dafa tidurnya disofa sana gih..." ucap Reina sambil mendorong-dorong badan Dafa supaya beranjak dari sana.


"Aku capek sekali malam ini.Kalau kamu nggak mau tidur bersama,kamu aja yang tidur di sofa" ucap Dafa.

__ADS_1


"Aku tidur di sofa? Kak Dafa lupa inikan kamar aku dan rumah aku.Aku yang berhak nentuin siapa yang bisa tidur sama aku bukan kak Dafa." ucap Reina kesal.


"Apa kamu lupa kita udah nikah.Aku juga berhak atas kamar ini dan ngelakuin apa pun dikamar ini sesuka aku " ucap Dafa menatap Reina cukup lama.


Melihat tatapan dari Dafa,Reina seperti terhipnotis dan tak bisa berkata-kata lagi.Malam ini Dafa seperti tak biasanya,Reina merasa ada yang salah pada diri Dafa sebab Dafa dari awal mereka menikah tak mau tidur seranjang dengan Reina dan lebih memilih tidur di sofa tapi sekarang kenapa dia kekeh mau tidur seranjang bersama.


"Kak Dafa nggak amnesiakan?" tanya Reina yang sedari tadi heran dengan sikap Dafa.


"Enggak.Udah yah Rei aku udah ngantuk banget mau cepat-cepat tidur" ucap Dafa lalu berbalik badan membelakangi Reina.


Reina merasa malam ini sangat bahagia sebab bisa tidur seranjang dengan Dafa dan lebih leluasa tentunya melihat wajah tidur dari Dafa yang selama ini sangat ia dambakan.


"Aku percaya kak Dafa nggak akan ngapa-ngapain aku tanpa izin dari aku" batin Reina.


Reina percaya Dafa tak akan berbuat macam-macam padanya walau mereka sekarang tidur seranjang.


"Tidur yang nyenyak kak Dafa good night" batin Reina.


Reina kemudian meletakkan bantal guling di tengah sebagai batas tidur mereka lalu memejamkan matanya dan terlelap.


Dafa sebenarnya belum tidur dan mungkin tak bisa tidur sebab ini pertama kalinya ia tidur seranjang bersama wanita.


"Lo pasti udah gila Dafa,kenapa bisa-bisanya malam ini lo ingin tidur berdua dengan Reina.Apa gue udah......Argh...enggak usah mikir yang macem-macem lebih baik lo tidur dan mimpi indah " batin Dafa.

__ADS_1


__ADS_2