MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 27


__ADS_3

Diperjalanan pulang dari tempat pertemuan mereka tadi,Dafa tak sengaja lewat di depan taman favorit dia dan Alexa lalu ia menghentikan mobilnya dan beranjak turun menuju kursi taman yang berada di dekat danau itu.


Beberapa hari ini fikirannya sering terganggu dan ia ingin pergi ke tempat dimana tak ada seorang pun yang bisa mengganggunya dan di taman ini lah pilihannya.Perlahan Ia kemudian memejamkan mata lalu menghirup udara segar yang berada disana dengan hembusan angin yang menenangkan jiwa


"Sudah lama aku tak merasakan seperti ini " batin Dafa dan masih memejamkan matanya.


Cukup lama ia berada disana dan masih setia memejamkan matanya namun beberapa saat kemudian ia mendengar suara seseorang yang sangat ia kenali dan ia langsung berbalik ke belakang dimana asal suara itu.


"Kak dafa " ucap seseorang itu yang ternyata adalah Alexa.


"Alexa " ucap Dafa kaget.


"Sudah lama yah kita nggak ketemu " ucap Alexa yang kemudian berjalan maju dan duduk di sebelah Dafa lalu menghadap danau yang berada di depannya.


"Iya " ucap Dafa singkat lalu ia melihat ke danau mengalihkan pandangannya dari Alexa.


"Bagaimana kabar K'dafa sekarang ?" tanya Alexa namun tak melihat ke arah Dafa karena merasa canggung.


"Seperti yang kamu lihat sekarang,aku baik-baik saja " jawab Dafa masih melihat ke arah danau.


"Kenapa k'dafa kesini ?" tanya Alexa lagi.


"Untuk menenangkan fikiran sejenak,disini tempat yang tepat.Kamu sendiri ?" jawab Dafa lalu bertanya balik ke Alexa.


"Sama,disini tempat yang sangat cocok untuk menenangkan fikiran dan luka hati kita " jawab Alexq memberanikan diri melihat wajah Dafa.


Setelah perkataan Alexa tadi,Dafa kemudian diam beberapa saat dan hanya menunduk.


"Maafkan aku Alexa " ucap Dafa lalu beranjak berdiri dan ingin pergi dari sana namun Alexa tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"K'dafa nggak salah,mungkin ini takdir kita nggak bisa bersama.Jangan nyalahin diri kakak sendiri " ucap Alexa masih memeluk Dafa.


"Maafkan aku Alexa " ucap Dafa lalu berbalik dan memeluk Alexa.

__ADS_1


Perasaan yang beberapa hari ini selalu membuatnya bersalah,kini sudah sedikit terobati dengan perkataan Alexa tadi.Hari ini fikiran Dafa hanya tertuju pada Alexa,pelukan yang sudah lama dinantikan satu sama lain kini sedang berlangsung cukup lama kemudian mereka bercumbu mesra tanpa memikirkan hal lainnya.


Hari ini menjadi saksi bisu dua sejoli yang saling mencintai namun dipisahkan oleh keadaan sedang bercumbu mesra layaknya pasangan yang sudah lama terpisahkan.Alexa sangat menikmati hari ini karena ia bisa bertemu kembali sama orang yang sangat ia cintai tapi telah dimiliki oleh orang lain dan parahnya lagi di miliki sama sahabatnya sendiri.


Suasana di taman itu menambah kemesraan mereka karena sangat sunyi.Mungkin disana selain mereka hanya ada beberapa orang saja yang sedang menikmati keindahan taman itu,jadi membuat mereka tak terganggu.cukup lama mereka bercumbu sampai akhirnya Dafa tersadar dan menyudahi permainan mereka kemudian mendorong Alexa sedikit menjauh darinya.


"Oh tuhan....Apa yang barusan aku lakukan dengan Alexa " batin Dafa.


"Maaf Alexa " ucap Dafa lalu pergi dari sana meninggalkan Alexa sendirian.


"Kak Dafaaaaaaaaaaaa" teriak Alexa yang sudah berlinang air mata.


"Hiks...Hiks...Hiks...K'dafa kamu jahat " ucap Alexa sambil menangis.


Cukup lama Alexa menangis sendirian di taman itu sampai ia tak sadar sudah berjam-jam ia berada disana.Fikirannya sangat kacau.


"K'dafa,aku sudah belajar melupakan kamu.Tapi kenapa hari ini kamu hadir kembali di dalam hidup aku,kenapa k'dafa....Kenapa ! " teriak Alexa merasa frustasi sambil menangis.


***


Sesampainya di Apartemen,Reina langsung menuju kamarnya tanpa menoleh ke arah sofa yang disana ternyata ada Dafa sedang tertidur.


"Hmmm....Gue kira cuti kuliah itu menyenangkan ternyata enggak " ucap Reina membaringkan badannya di atas ranjang karena seharian ini kerjaannya hanya berputar menyusuri jakarta dan tak terasa waktu sudah menunjukan sore, Reina mulai mengantuk dan tertidur.


Beberapa saat yang lalu sebelum Reina datang,Dafa memasuki Apartemennya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan,rasa bersalah menyelimuti dirinya karena kelakuannya tadi bersama Alexa.


"Bodoh....Apa yang barusan gue lakuin arghhhhh..." ucap Dafa meninju tembok berkali-kali sampai tanganya terluka.


Setelah merasa amarahnya sudah stabil,Dafa mencoba tidur untuk melupakan kejadian tadi.


***


Dafa terbangun karena suara ponselnya berbunyi dan ternyata Edo yang sedari tadi menelpon lalu ia mengangkatnya.

__ADS_1


"Ada apa"


"Daf,kata om Hendra besok lo harus ke Perusahaan ada yang mau lo tanda tanganin "


"kenapa nggak malam aja sih lo nelponnya,lo ganggu tidur siang gue "


"bro....lo nggak mimpikan ini sudah malam bego "


"Apa...berarti gue yang tidurnya kelamaan,sorry bro "


"iya..lo nggak apa-apakan "


"emm...gue baik-baik saja,udah dulu yah gue mau mandi " ucap dafa lalu mengakhiri telponnya.


"Anak itu kemana yah...Udah malam belum balik juga " ucap Dafa sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.


Kemudian ia hendak memasuki kamarnya namun berhenti di depan pintu lalu melirik ke arah pintu kamar Reina.Dafa ingin memastikan jika Reina ada atau tak ada didalam kamarnya lalu ia membuka pintu kamar itu lalu masuk ke dalam kamar Reina namun tak menemukan keberadaannya.


"Dasar anak ini,kemana sih dia keluyuran sampai malam begini " ucap Dafa lalu ingin berjalan keluar tapi berhenti saat mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka dan matanya fokus kearah pintu itu.


ceklek....


"Aaaaaaaaaaa........" teriak Reina saat melihat Dafa berada dikamarnya dan ia hanya menggunakan handuk diatas lutut.


"Maaf " ucap Dafa lalu keluar kamar Reina dan masuk ke kamarnya dan tak lupa ia mengunci pintu.


"Astaga...Apa yang barusan gue lihat " ucap Dafa mondar-mandir mengusir fikiran kotornya.


Di dalam kamar,Reina sudah seperti cacing kepanasan mukanya sudah bersemu merah karena saking malunya tadi.


"Dasar cowok gila....Kenapa coba dia masuk ke kamar gue tanpa mengetuk pintu dulu " ucap Reina kesal dan sambil mengenakan pakaiannya.


Fikiran Reina sudah kemana-mana karena kejadian tadi dan sekarang ia canggung jika bertemu Dafa.Reina mencoba menetralkan fikirannya sejenak dan menganggap kejadian itu tak pernah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2