
Semenjak kejadian itu,Reina maupun Dafa saling canggung jika bertemu apalagi dengan Dafa yang selalu menjauh apabila tak sengaja berpaspasan dengan istrinya itu.Melihat tingkah Dafa seperti itu,Reina merasa suaminya itu berubah dan aneh.Lalu ia memberanikan diri untuk bertanya langsung mengapa ia seperti itu.
"Kak,kenapa sih sifat kakak berubah gitu?" tanya Reina ke suaminya.
"Itu cuma perasaan kamu saja" jawab Dafa yang sedang asik menononton sepak bola kesukaannya.
"Anak ini,apa dia lupa atau pura-pura lupa dengan kejadian tadi itu." batin Dafa.
"Nggak usah ngelak deh,memangnya aku ini bodoh apa nggak bisa bedain kalau kak Dafa selalu ngehindar kalau kita bertemu." ucap Reina lagi.
"Oh itu,aku hanya banyak fikiran saja,jangan dimasukkan ke hati."ucap Dafa.
"Dasar nyebelin.....Gengsi banget sih tinggal jawab jujur aja " batin Reina.
"Oh iya kak,besok aku sudah masuk kuliah lagi" ucap Reina.
"Terus " ucap Dafa singkat.
"Ya...Akunya mau kuliah lagi,kakak izinin aku nggak? " tanya Reina ke suaminya itu.
"Kenapa kamu harus minta izin ke aku? " ucap Dafa bertanya balik.
"Kak Dafaku sayang,sekarang kakak sudah menjadi suami aku.Segala sesuatu pun aku harus meminta izin ke kakak bukan lagi ke orangtua aku " ucap Reina.
Mendengar perkataan Reina barusan,Dafa seperti salah tingkah dan berlalu pergi ke kamarnya dengan alasan sudah sangat mengantuk.Namun alasan sebenarnya adalah mukanya sudah memerah karena panggilan Reina barusan dan dia tak ingin dilihat jika mukanya sedang bersemu merah.
"Kak....Kak Dafa,kakak izinkan aku kuliah atau enggak sih? " teriak Reina di depan pintu kamar Dafa sambil mengetuk pintu.
Di dalam kamar,Dafa sedang mencuci muka dikamar mandi karena tadi sempat kemerahan.Setelah cukup dirasa mukanya sudah tak merah,ia lalu pergi membuka pintu karena sedari tadi Reina selalu mengetuknya.
"Iya,saya izinkan kamu kuliah.Tapi ingat setelah kuliah kamu jangan keluyuran dan kamu harus ingat waktu." ucap Dafa.
"Kalau itu beres kak,terima kasih kak Dafa" ucap Reina tersenyum bahagia lalu balik ke kamarnya.
"Dasar anak kecil" batin Dafa.
Setelah mendengar persetujuan dari suaminya itu,Reina sangat kegirangan karena ia bisa ke Kampus lagi dan menemui sahabat-sahabatnya yang sudah ia rindukan.Reina kemudian tertidur karena besok ia harus bangun pagi karena ada kuliah pagi menantinya.
***
__ADS_1
Awal pagi yang sangat indah,Reina tak bangun kesiangan lagi seperti dulu waktu di rumahnya.Hari ini Reina sangat bersemangat,ia tiba-tiba rajin membersihkan rumah yang tak terlalu kotor itu,membuang sampah dan tak lupa menyapu isi ruangan kecuali kamar Dafa karena masih tertutup.Setelah acara bersih-bersih dan sudah di cukup rapi semua,Reina masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap-siap ke kampus supaya tak telat lagi.
"Oh iya,aku lupa tanya kak Dafa kalau aku masuk pagi dan tak sempat membelikan sarapan untuk dia " ucap Reina setelah sampai di Kampus.
"Akukan udah punya nomornya,telpon aja kali ya " batin Reina.
Kemudian ia mengambil ponselnya yang berada di dalam tas lalu menelpon suaminya.
"Hallo kak,apa kakak masih dirumah."
"Emmm,memangnya kenapa"
"Reina minta maaf ya kak,Reina nggak sempat beliin sarapan buat kakak karena buru-buru ke Kampus"
"Iya,nggak apa-apa"
"Kakak pesan sendiri saja yah,sekali lagi Reina minta maaf "
"Iya,kamu tak usah khawatir.Saya bisa urus diri saya sendiri kok"
"Iya kak ".Lalu Reina mematikan telponnya.
Reina cukup lama melamun sampai akhirnya Jeni datang mengagetkannya.
"Rei....Akhirnya cuti lo berakhir juga " teriak Jeni yang kegirangan melihat sahabatnya itu sudah kembali berkuliah.
"Emmmm,lo sendirian saja? " ucap Reina.
"Begitulah....Lisa lagi izin karena neneknya sakit dan Alexa nggak tahu kalau dia masuk atau enggak hari ini " ucap Jeni.
"Oh gitu.Oh iya Jen,kemarin gue sempat nelpon kalian tapi kalian nggak angkat-angkat telpon gue,kalian sengaja ya ?" ucap Reina melirik tajam sahabatnya itu.
"Oh itu,gue lagi bersama pacar baru gue dan alasan gue nggak angkat telpon lo karena gue lagi nonton dibioskop bersama doi " ucap Jeni lalu mencubit lengan Reina.
"Ahhhh....Sakit Jen,lo ngapain sih cubit gue segala.Aneh deh lo " ucap Reina.
"Maaf Rei kalau terlalu keras cubitan gue.Gue lagi senang banget jadi refleks deh nyubit lo " ucap Jeni lalu senyum-senyum sendiri.
"Iya nggak apa-apa,gue lihat lo senang banget hari ini.! Memangnya hari ini ada apa sih? " ucap Reina.
__ADS_1
"Gue malu deh ceritainnya " ucap Jeni malu -malu sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Wahhhh....Kayaknya lo udah gila deh Jen,entar gue bawa lo ke Rumah Sakit jiwa baru lo tahu rasa" ucap Reina geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh temannya itu.
"Ihhh....Reina,gue nggak gila kali,hanya kelewat senang aja" ucap Jeni tersenyum.
Beberapa saat kemudian,Alexa muncul bersama Jojo.
"Wahhh...Gue nggak salah lihat ini,nyonya Reina sudah kembali berkuliah? " ucap Jojo mengejek.
"Iya,memangnya lo kira siapa? hantu gitu " ucap Reina ketus.
"Wihhhh....Pagi-pagi gini moodnya udah nggak bagus,apa kabar entar siang yaaa " ucap Jojo terkekeh.
"Keluar lo sana,ini bukan kelas lo " ucap Reina mengusir sahabatnya itu.
"Santai...Gue juga udah mau keluar kok,dada nyonya Reina " ucap Jojo mengedipkan 1 matanya setelah itu berlalu pergi.
Jojo sebenarnya sengaja memanggil Reina dengan sebutan nyonya hanya untuk melihat ekspresi dari Alexa dan ternyata benar,Alexa sepertinya tak suka mendengar itu.
"Gais...Gue keluar dulu ya,mau ke toilet " ucap Alexa yang diangguki Reina dan Jeni lalu ia keluar dari kelasnya menuju toilet Kampus.
"Reinnnaaaaa....Gue sangat benci lo,untuk kali ini gue nggak mau lagi mengalah.Lihat aja nanti " ucap Alexa dengan senyum semiriknya sambil menatap cermin di dalam toilet itu.
Kembalinya Reina di Kampus,membuat semua teman sekelasnya heboh dan menanyakan langsung ke sumbernya karena gosip yang beredar jika suami Reina akan menjadi seorang CEO di salah satu Perusahaan ternama di Jakarta ini.
"Reina,apa gosip itu benar ya..! jika suami lo akan menjadi CEO? " tanya Agnes teman sekelas mereka.
"Hmmm...Mungkin,gue juga kurang tahu soalnya " ucap Reina.
"Wahhh...Gue bangga banget sama lo Rei,di kelas kita ada istrinya pimpinan salah satu perusahaan ternama di Jakarta.Gue bisa magang dong disana,ia kan Rei? " ucap Kenzo mengedip-ngedipkan matanya.
"Hurfffff....Dasar lo Ken,ada maunya aja sok manis gitu di depan Reina" ucap Jeni lalu mengacak-acak rambut Kenzo kemudian semua orang yang berada dikelas itu tertawa melihat tingkah Jeni dan Kenzo.
"Ehhhhh....Jen hentiin nggak,rusak nih rambut gue lo acak-acakin terus " ucap Kenzo mulai kesal.
"Biarin " ucap Jeni.
"Sudahlah,malas gue lihat kalian berdua,udah sana jauh-jauh dari gue " ucap Reina yang pusing melihat tingkah teman-temannya itu.
__ADS_1