
Setelah mendengar perkataan Dafa tadi,Reina semakin yakin jika Dafa masih berhubungan dengan mantannya itu sebab pengakuan Dafa yang menurut Reina kurang menyakinkan hatinya dan sepertinya ada yang masih disembunyikan di belakangnya.
"Kalau kak Dafa tetap nggak ngaku,terpaksa aku yang akan cari tahu sendiri.Maafin kak Dafa" ucap Reina kekeh.
Reina kemudian beranjak lalu menuju kamarnya untuk mencari sesuatu.
"Ketemu juga" ucap Reina setelah menemukan ponselnya yang ia taruh disembarangan tempat dalam kamarnya.Reina lalu mencari kontak adik iparnya yaitu Safa untuk mengajaknya ketemuan sebentar dan mengobrolkan sesuatu.
Tak berlangsung lama setelah Reina mengirim chat pada adik iparnya itu,Safa kemudian membalasnya dan mengatakan mereka ketemuan di Restoran Aldo saja.Reina lalu keluar Apartemennya tanpa pamit pada Dafa suaminya.
Perjalanan menuju Restoran milik Aldo tak memerlukan waktu lama karena jaraknya yang dekat dari Apartemen dan Safa yang ada keperluan dekat situ jadi memutuskan bertemu disana saja.
"Safa...."panggil Reina saat melihat adik kesayangannya sudah datang.
"Kak Reina....." ucap Safa tersenyum sambil berlari kecil mendatangi Reina lalu mereka berpelukan.
"Kakak mau bicarain apa sih..! tumben nyari aku" tanya Safa yang duduk di dekat Reina.
"Fa,kakak mau nanya sama kamu.Sebenarnya serumit apa sih hubungan kak Dafa sama mantanya itu sampai-sampai bunda dan ayah nggak setuju ?" tanya Reina.
"Safa kurang tau sih kak serumit apa karena mereka nggak pernah cerita dan Safa hanya tau kalau bunda nggak akan pernah setuju karena alasan dimasa lalu" jawab Safa.
"Hmm gitu ya" ucap Reina lesuh karena tak mendapatkan jawaban yang ia cari.
" Kenapa sih kakak nanyain itu lagi..! kan sekarang kak Dafa bersama kakak jadi nggak penting lagi nyari masa lalunya kak Dafa bersama perempuan itu nggak guna jugakan " ucap Safa.
"Iya sih,tapi setiap kali aku nanya kak Dafa tentang mantannya itu pasti jawabannya kurang memuaskan gitu Fa.Jadi kakak rasa seperti masih ada yang disembunyiin oleh kak Dafa dari aku deh" ucap Reina dengan insting mencurigakannya.
"Mungkin itu cuma perasaan kakak saja.Safa yakin kak Dafa nggak akan berbuat aneh-aneh dibelakang kakak apalagi masih berhubungan dengan mantannya itu." ucap Safa sambil mengusap pundak kakak ipar satu-satunya itu.
"Fa,kakak mau cari tahu tentang mantannya kak Dafa itu gimana sih orangnya.kamu mau bantu nggak?" ucap Reina.
"Hmmm.....untuk apa sih kita nyari tahu tentang dia..! nggak penting " ucap Safa bingung dengan kakak iparnya itu yang ingin menggali masa lalu kakaknya lagi.
" Yaaaa....supaya kakak tenang aja nggak kepikiran terus" jawab Reina.
"Aku takut kalau Dafa suatu saat kembali sama mantannya itu" batin Reina.
__ADS_1
"Oke aku akan bantu.tapi kakak harus janji jangan sedih yah " ucap Safa.Safa tahu yang dilakukan kakak iparnya ini benar untuk mencari tahu masa lalu dari suaminya itu bersama mantannya tapi di satu sisi Safa takut jika Reina akan sakit hati nantinya.
"Iya " ucap Reina lalu tersenyum pada adik iparnya itu.
"Terus Safa harus ngapain kak untuk mencari tahu mantannya kak Dafa itu?" tanya Safa.
"Kamu masuk ke kamar kak Dafa lalu cari siapa tahu masih ada barang pemberian mantannya itu yang belum dibuang kak Dafa " ucap Reina.
"Hmmm...kalau menurut aku kak Dafa udah ngebuang semua barang itu tanpa tersisa deh.kak Dafa itu orangnya berkomitmen banget,sekali mengambil keputusan maka ia harus jalanin keputusan itu." ucap Safa.
"Yaaa....kamu nyari aja siapa tahu masih ada yang tertinggal,dan kakak juga minta rahasiin ini dari bunda ya" ucap Reina.
"Kalau itu sih beres.oh iya kak cuma mengingatkan nama mantannya kak Dafa itu Alexandra dan aku sering dengar kak Dafa manggilnya Alexa." ucap Safa bersemangat sambil menyerumput minuman yang ia pesan tadi.
"Alexa....! wahhh kebetulan sekali namanya sama dengan nama sahabatnya aku " ucap Reina.
"Iya kak,jaman sekarang nama banyak samaan " ucap Safa.
"Oh aku baru inget Safa kan pernah bilang ke aku kalau nama mantannya kak Dafa bernama Alexandra.Reina...reina " batin Reina.
Safa keluar dari mobil dengan muka cemberut pasalnya yang ia kira kakak iparnya itu akan membawanya untuk bershoping ria tapi kenyataannya malah ke kantor.
"Kakak mau ngapain sih disini ?" tanya Safa malas dan masih dengan muka cemberutnya.
"Kakak mau cari tahu lewat kak Edo tentang masa lalu kak Dafa.
"Hmmm....sia-sia kakakku sayang,kak Dafa dan kak Edo itu bagaikan perangko yang selalu melekat nggak akan bisa dipisahkan" ucap Safa.
"Maksudnya..?" tanya Reina tak mengerti.
"Maksudnya percuma aja kakak nanya sama kak Edo,kak Aldo atau kak Andra karena jawabannya pasti sama dengan jawaban kak Dafa karena mereka sepaket akan bohongnya.menurut aku sih lebih baik kakak nyari tahu sendiri deh " ucap Safa memberi saran.
"Benar juga sih yang dibilang Safa kalau aku nanya salah satu dari mereka pasti jawabannya sama dengan kak Dafa,merekakan sahabatan jadi otomatis mereka belain kak Dafa dengan nggak jawab jujur ke aku" batin Reina.
"Kamu benar juga.ayo kita pulang" ucap Reina lalu menarik tangan adiknya itu kembali ke mobil lalu mereka pergi.
"Hmmm.....kenapa sih orang dewasa selalu ngeribetin" batin Safa menghela nafasnya.
__ADS_1
Tujuan mereka kali ini pergi ke Mall saja sebab kalau Reina ajak Safa ke Apartemen Safa akan tahu jika dia dan Dafa tidak tidur sekamar.
Saat mereka telah sampai di Mall X lalu berjalan-jalan di dalamnya,Reina tak sengaja mengedarkan pandangannya melihat disana ada Jojo dan Alexa di sebuah toko sepatu wanita.
"Jojo...." teriak Reina saat melihat jojo dan Alexa sedang berada di toko sepatu kemudian Reina mengajak adik iparnya itu untuk menemui mereka.
"Reina" ucap Jojo.
"Rei,lo sama siapa?" tanya Alexa saat melihat Safa yang sebenarnya sudah ia tahu kalau Safa adalah adik dari Dafa yang pernah Dafa kasih lihat foto adiknya.
"Oh ini adik gue lebih tepatnya adik ipar gue" jawab Reina.
"Wahhh....cantik juga ya adiknya kak Dafa " ucap Jojo memuji Safa.
"Makasih " ucap Safa cuek.
"Oh iya Rei kalian hanya berdua aja datangnya ?" tanya Alexa sembari mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang lagi yang datang bersama mereka siapa tahu ia akan bertemu dengan seseorang yang selama ini tak suka dengannya yaitu tante siska alias mama Dafa.
"Iya kita cuma berdua aja" jawab Reina.
Sedari tadi Safa hanya melihat ke arah Alexa karena menurutnya suara Alexa sepertinya tak asing ditelingannya tapi ia lupa pernah dengar dimana.
"Oh" ucap Alexa lega.
"Kakak penyiar radio ya?" tanya Safa pada Alexa.
"Bukan" jawab Alexa bingung dengan pertanyaan Safa.
"Oh....aku kira kakak penyiar radio yang sering Safa dengar karena suara kakak nggak asing gitu ditelinga aku kayak pernah dimana gitu." ucap Safa dengan polosnya.
Mendengar penuturan Safa,Jojo kemudian langsung menatap Alexa untuk melihat ekspresi dari Alexa karena jojo tahu yang Safa maksud itu pasti Alexa.
"Mungkin kamu cuma salah dengar kali,kitakan baru pertama kali bertemu" ucap Alexa dengan ekspresi biasa saja.
"Hmmm...mungkin aja" ucap Safa lalu tersenyum.
Alexa tahu yang dikatakan Safa itu pasti dirinya sebab sewaktu ia berpacaran dengan Dafa dulu ia sempat berbicara via telpon dengan adiknya Dafa namun mereka belum bertatap muka secara langsung ataupun videocall jadi Safa tak tahu kalau dirinya lah mantan dari Dafa.
__ADS_1