MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 32


__ADS_3

Malam.


Dafa sengaja pulang cepat hari ini dan menyerahkan semua urusan kantor ke Edo.Malam ini Dafa sedang menyiapkan perlengkapan yang akan ia bawa ke Jogja besok,setelah dirasa semua sudah lengkap mulai dari pakaian yang akan ia bawa dan berkas-berkas yang sudah tersedia,Dafa kemudian duduk di sofa kamarnya karena merasa letih membereskan semua perlengkapannya sendiri.


"Akhirnya selesai juga " ucap Dafa merebahkan tubuhnya di kursi.


Sesaat kemudian ponselnya berbunyi kemudian ia pergi mengambilnya di atas nakas samping ranjang.


"Tumben mama nelpon malam-malam " ucap Dafa yang melihat ponselnya dan tertera nama mamanya yang menelpon.


"Halo ma "


"Halo sayang,kata papa besok kamu akan ke Jogja ya "


"Iya,memangnya kenapa ma"


"Enggak apa-apa mama cuma nanya,kirain papa kamu bohongin mama"


"Papa benar kok,ada masalah kecil di Perusahaan jadi Dafa harus pergi menyelesaikannya "


"Terus istri kamu gimana "


"Oh iya,gue lupa belum kasih tahu Reina gue mau berangkat ke Jogja besok,untung mama nelpon " batin Dafa.


"Untuk sementara Dafa akan bawa Reina ke rumah orangtuanya dan tinggal disana sampai Dafa kembali "


"Lebih baik begitu sayang,daripada dia tinggal sendiri di Apartemen kan kasihan nggak ada temannya"


"Iya ma "


"Ya sudah sekarang kamu istirahat saja supaya besok nggak terlambat bangunnya "


"Baik ma,selamat malam "


"Selamat malam juga sayang"


Setelah itu Dafa mematikan telponnya lalu keluar kamar mencari keberadaan istrinya itu.


"Reina.....Reina..." panggil Dafa.


"Iya,ada apa?" ucap Reina yang berada di dapur.


"Saya mau kasih tahu kalau besok saya akan ke Jogja " ucap Dafa sambil berjalan menghampiri Reina.


"Terus ?" ucap Reina berbalik tanya dan masih mengaduk-aduk mie instan yang ia masak untuk makan malamnya.


"Selama saya pergi,kamu akan tinggal dirumah orangtua kamu sampai saya kembali" ucap Dafa.


"Memangnya harus ya aku kesana ?" tanya Reina lagi.


"Terserah kamu saja " ucap Dafa.

__ADS_1


"Aku disini saja ya kak,kebetulan juga nggak jauh dari Kampus.Kalau aku tinggal dirumah mama aku sering terlambat ke Kampus karena sering macet di jalan" ucap Reina.


"Emmm,terserah kamu " ucap Dafa.


"Terima kasih kak " ucap Reina tersenyum.


"Kamu nggak pesan makanan ya,aku sudah lapar" ucap Dafa.


"Enggak,kirain aku kak Dafa masih di Kantor jadi pasti udah makan malam " ucap Reina.


"Astaga Reinaaaaa,saya itu sudah balik dari tadi sore hanya saja saya sibuk merapikan pakaian dan berkas-berkas yang akan saya bawa ke Jogja besok.Terus saya harus makan apa sekarang haaa" ucap Dafa dengan kesalnya.


"Maaf kak,Reina nggak tahu kan biasanya kak Dafa pulangnya malam dan kalau Reina tanya sudah makan apa belum kak Dafa bilangnya sudah" ucap Reina tak mau disalahkan.


"Oh jadi maksud kamu,karena saya sering pulang malam dan sudah makan diluar lantas kamu nggak pernah pesan makan malam lagi begitu " ucaf Dafa masih kesal.


"Reinaaaaaaa,sabar Dafa sabar " batin Dafa.


"Iya,kalau aku pesan makanan terus nggak di makan,kan jadi mubasir nantinya " ucap Reina.


"Oke udah,capek aku debat sama kamu terus " ucap Dafa lalu ingin pergi dari dapur tapi perutnya berbunyi menandakan ia sangat lapar malam ini.


"Kakak mau nggak ? "ucap Reina menawarkan mie instan buatannya kepada Dafa.


"Apa tidak ada makanan lain selain ini? " tanya Dafa.


"nggak ada kak,isi kulkas semua udah kosong hanya ini yang tersisa" ucap Reina.


"Astaga Reina,memangnya kamu tidak belanja apa " ucap Dafa semakin kesal.


"Sekarang kamu ganti baju,kita makan diluar saja sekalian belanja perlengkapan di dapur " ucap Dafa lalu menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"Baik kak " ucap Reina lalu beranjak ke kamarnya mengganti baju karena mau keluar.


Sesudah bersiap-siap,mereka kemudian menuju tempat makan yang terdekat dari Apartemen,namun dipertengahan jalan Reina meminta berhenti dan menunjuk tempat makan yang sangat enak.


"Kak,berhenti depan sana " ucap Reina.


"Memangnya kenapa?" tanya Dafa heran sama Reina karena meminta berhenti dijalan sementara tempat yang ingin ia tuju masih jauh di depan.Lalu ia menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Kita makan disana saja kak,dijamin enak kok kayak di Restoran gitu " ucap Reina lalu menunjuk penjual bakso yang ada di pinggir jalan.


"Jangan ngaco kamu,disana itu makanannya tidak higenis bagaimana kalau kamu sakit perut nantinya " ucap Dafa menolak karena ia tak terbiasa makan dipinggir jalan.


"Nggak akan kak,Reina jamin deh.Ayo kita keluar "ucap Reina mengajak suaminya juga.


"Hmmm oke " ucap Dafa pasrah karena perutnya sudah sedari tadi keroncongan.


"Mang,pesan baksonya 2 mangkuk " ucap Reina yang sudah sampai di warung itu lalu mereka duduk di bangku yang kosong.


"Baik neng " jawab penjual bakso itu.

__ADS_1


"Oh iya kak,memangnya berapa lama kak Dafa akan pergi ke Jogja?" ucap Reina mencairkan suasana.


"Entahlah,kalau urusannya cepat selesai mungkin 2 atau 3 hari tapi kalau enggak, mungkin seminggu atau kalau perlu sebulan aku disana" jawab Dafa.


"Haaaaaa..Memangnya urusannya sangat rumit ya sampai kak Dafa akan lama disananya " ucap Reina.


"Tergantung,doain aja supaya urusan disana cepat beres " ucap Dafa.


"Amin kak " ucap Reina.


"Silahkan dimakan mba,mas " ucap penjual bakso itu dengan ramah.


"Baik mang " ucap mereka bersamaan.


Setelah selesai makan malam,mereka melanjutkan perjalannya menuju Supermarket terdekat untuk belanja kebutuhan di dapur.


"Kak,Reina boleh nanya nggak ?" ucap Reina memberanikan diri.


"Emm,mau tanya apa" ucap Dafa sambil memilih apa saja yang ingin ia beli.


"Kakak kok pintar masak sih,padahal kan kak Dafa cowok apa nggak malu pegang alat-alat dapur " ucap Reina berjalan disamping Dafa sambil memegang keranjang.


"Memangnya yang bisa didapur hanya cewek saja ?"ucap Dafa berbalik tanya.


"Yaaaaa...Enggak juga sih,tapi biasanya kalau cowok itu suka masak berarti waktu kecil mainannya masak-masak dengan bonekaan "ucap Reina lalu tertawa nyaring.


"Aduh...." ucap Reina merasa kesakitan karena Dafa menjitak kepalanya.


"Rasain " ucap Dafa lalu berjalan duluan meninggalkan Reina yang masih memegang kepalanya.


"Dasar kak Dafa sialan " ucap Reina kesal lalu menyusul Dafa.


"Kok cuma begini belanjaannya ?" ucap Reina heran melihat belanjaan mereka hanya sedikit.


"Memangnya kamu sudah pintar masak?" tanya Dafa.


"Belum sih " ucap Reina lalu terkekeh.


"Terus kenapa mau belanja banyak-banyak,kan mubasir kalau nggak dimakan " ucap Dafa mengikuti kata-kata Reina tadi.


"Oke deh,ini aja udah cukup kok " ucap Reina.


"Dasar es balok,gengsi amat sih tinggal bilang aja kalau mau irit belanja,nggak usah ngikutin kata-kata aku segala kali " batin Reina.


Sesudah membayar semua yang dibeli,mereka langsung pulang ke Apartemen.


Reina sangat kesal kepada suaminya itu sebab ia harus membawa semua belanjaan sendiri karena Dafa beralasan ingin langsung istirahat.


"Dasar kak Dafa nyebelin,masa cewek disuruh bawa belanjaan semua sih,kan ini berat" batin Reina.


setelah sampai di Apartemen,Reina langsung memasukkan semua belanjaannya tadi ke dalam kulkas dan sebagiannya lagi ke lemari yang berada di dapur.

__ADS_1


"Semoga kak Dafa pergi ke Jogjanya lama,jadi gue bisa ngundang mereka dan ngadain party disini " ucap Reina bahagia sambil sesekali memasukkan belanjaannya tadi di lemari.


Reina sudah membersihkan dan merapikan semua yang ada di dapur.Sekarang ia ingin beristirahat.


__ADS_2