
Hari berganti begitu cepat kicauan burung di atas sana menyambut pagi dengan indah membuat sang empuhnya terbangun.....
"Aummmm " ucap Reina sambil merenggangkan otot-ototnya.
Tak lama kemudian ponsel Reina bergetar.
Dret.....dret......dret...
Reina lalu mengambil ponselnya di atas nakas samping ranjangnya kemudian melihat nama tertera yang memanggilnya dipagi ini ternyata mamanya.
"Hallo ma"
"Hallo Rei,kamu baru bangun ya sayang"
"Iya ma,tumben mama nelpon pagi-pagi gini emangnya ada apa"
"Itu rei anaknya mbok meninggal tadi subuh,rencananya mama mau kesana tapi papa ada acara diluar kota hari ini dan mama harus ikut "
"innalillahi wainailaihi rajiun,mama ikut papa aja kepertemuan itu nanti aku aja yang ke kampung mbok "
"Iya rei kasihan mbok kalau kita nggak kesana untu melayat,kamu ajak Dafa juga ya sayang nemenin kamu"
"Iya ma kalau kak Dafa nggak sibuk"
"Iya sayang,kamu jangan nyetir sendiri hah jakarta ke cianjur jauh kamu make supir aja jangan nyetir sendiri"
"nggak usah make supir ma kalau kak Dafa nggak ikut nanti aku sama jojo aja perginya"
"Oh iya sayang lebih baik begitu,oke sayang kamu jangan lupa ya mama tutup dulu mau siap-siap"
"oke ma " kemudian telpon pun dimatikan Reina.
Reina lalu keluar kamarnya kemudian mengetuk pintu kamar suaminya itu.
"Kak...kak Dafaaaaa" panggil Reina sambil mengetuk pintu.
"Emmm kanapa" ucap Dafa setelah membuka pintu kamarnya.
"Kak,hari ini kakak kerja ya?" tanya Reina.
"Enggak,memangnya kenapa?" tanya balik.
"Kak Dafa mau nemenin aku nggak ke cianjur mau ke rumah mbok" ucap Reina.
"Memangnya mbok kenapa?" tanya Dafa lagi.
__ADS_1
"Anaknya mbok meninggal aku mau ngelayat kesana soalnya mama dan papa nggak bisa pergi karena ada kerjaan diluar kota" ucap Reina.
"Innalillahi wainailaihi rajiun kasihan mbok.Ya udah kita siap-siap sekarang terus kesana" ucap Dafa.
"Baik kak" ucap Reina dengan gembira.
Beberapa menit kemudian Reina dan Dafa sudah siap dan langsung saja mereka berangkat menuju cianjur tak lupa di perjalanan membeli beberapa roti dan makanan untuk mereka pake sarapan karena jarak tempuh jakarta - cianjur memerlukan sekitar 3 jam perjalanan darat jika tak macet.
Beberapa jam kemudian....
Reina dan Dafa telah sampai di cianjur tepatnya dirumah mbok,mereka sengaja berangkat jam 7 pagi supaya bisa sampai lebih cepat sebelum penguburan.Reina yang melihat mbok kemudian menghambur dipelukan mbok yang sedang menangis.Reina mencoba menangkannya beberapa saat lalu duduk disampingnya.Dafa yang juga ada disitu ikut sedih melihat tangisan seorang ibu pada anaknya yang telah pergi.
Tak berangsung lama saat Reina sampai.pemakaman akan di adakan sebelum masuk dzuhur karena permintaan dari keluarga.Hati mbok sangat teriris menyaksikan anak semata wayangnya telah dikubur di dekat kuburan suaminya yang juga sudah menghadap ilahi lebih dulu.Reina tak kuasa menitikan air matanya melihat mbok yang sangat terpukul atas kepergian anaknya,Dafa melihat Reina yang masih terisak kemudian merangkulnya mencoba untuk menenangkannya.
"Kak,aku nggak kuat lihat mbok seperti itu" ucap Reina yang masih terisak.
"Iya,kakak juga nggak kuat lihatnya tapi kita harus mengikhlaskan kepergiannya jangan di tangisi terus,kasihan dia dialam sana" ucap Dafa mencoba menguatkan Reina.
"Iya,kakak benar" ucap Reina lalu mengusap air matanya lalu berhenti menangis.
Setelah pemakaman selesai mereka kembali ke rumah mbok.
"Mbok yang sabar yah,kita harus mengikhlaskan kepergian anak mbok" ucap Reina sambil memeluk mboknya itu.
"Iya non,mbok akan mengikhlaskannya.Terima kasih ya non dan den udah jauh-jauh kesini " jawab mbok.
"Ada non dan den Dafa aja mbok udah senang, malahan mbok merasa tak enak karena jauh-jauh kesini pasti aden tinggalin kerjaan dan non nggak ke kampus" ucap mbok merasa tak enak.
"Enggak kok mbok,hari ini kebetulan aku dan kak Dafa nggak ada kerjaan jadi kita kesini" ucap Reina.
"Oh begitu,ya udah kan perjalanan dari jakarta jauh lebih baik kalian nginep aja ya non" ucap mbok menawarkan.
"Iya mbok sekalian kita yasinan buat anaknya mbok" ucap Reina dan dianggukan juga oleh Dafa bertanda setuju.
Malam pun tiba,suasana di rumah mbok cukup ramai karena orang berdatangan untuk yasinan anaknya mbok.Malam pertama yasinan semua di tanggung oleh Dafa mulai dari makanan dan yang lainnya.Mbok sangat berterima kasih pada anak majikannya itu karena mereka berhati mulia untuk menanggung semua biaya penguburan anaknya sampai selesai nanti.
"Nggak usah non biar yang lainnya aja urusin ini" ucap Mbok menghentikan Reina yang sedang beres-beres setelah acara selesai tadi.
"Nggak apa-apa kok mbok,hitung-hitung Reina belajar juga kan selama ini mbok selalu ngelarang aku bersih-bersih jadi gini deh aku besarnya nggak tahu apa-apa" ucap Reina tersenyum.
Mbok merasa sangat terharu melihat anak majikannya yang ia rawat mulai dari kecil sampai sebesar ini dan sudah menikah ternyata sudah berubah bukan seperti Reina yang dulu yang sangat manja.Mbok kemudian melihat ke arah Dafa yang sedang duduk dan bercengkrama dengan yang lainnya seperti tak ada batasan padahal ia orang terpandang.Mbok semakin yakin dialah seseorang yang merubah Reina seperti ini.
"Non Reina beruntung sekali mendapatkan den Dafa,coba lihat kesana den Dafa seperti orang dikampung sini saja yah " ucap mbok sambil menunjuk ke arah Dafa.
Reina lalu melihat ke arah Dafa dan benar saja yang dikatakan mbok barusan.Seorang Dafa Mahendra yang terkenal dingin nan cuek itu memang berbeda dari biasanya.Malam ini Reina melihat sisi lain dari seorang Dafa yang tak membeda-bedakan seseorang mau dia dari kampung atau kota tetap disamakan dan anehnya lagi Dafa berbaur cepat sekali padahal mereka baru beberapa jam saja disini.
__ADS_1
"Iya mbok,padahal aku kira kak Dafa akan bosan disini dan ingin cepat-cepat pulang saja.Hmmm taunya dia udah keasikan disini mbok" ucap Reina lalu tersenyum bersama mboknya.
"Non sangat beruntung mendapatkan lelaki seperti den Dafa itu.jarang-jarang lo ada anak kota yang mau duduk lesehan bersama bapak-bapak lainnya.Mbok doakan semoga pernikahan kalian awet sampai maut memisahkan" ucap Mbok.
"Amin,doa orangtua pasti cepat dijaba tuhan" ucap Reina tersenyum bahagia.
Malam sudah mulai larut dan sanak keluarga mbok juga sudah pulang ke rumah masing-masing karena rumah mereka hanya bertetangga saja dan tinggalah mbok,reina,dafa dan satu saudara mbok yang tinggal dirumah mbok.
Setelah berganti pakaian dari mbok,Reina lalu duduk di ruang tengah dan disana ada Dafa juga.
"Non tidur dikamar mbok aja yang agak luas nanti mbok tidurnya dikamar sebelah" ucap Mbok.
"Nggak usah mbok,biar kami saja yang tidur dikamar sebelah.ngak apa-apa kok mbok" ucap Dafa.
"Mbok nggak tega,non dan aden tidurnya dikamar sempit dan ranjangnya juga kecil buat muat berdua" ucap Mbok.
"Nggak apa-apa kok mbok " ucap Reina.
"Baiklah,kalau perlu apa-apa tinggal manggil mbok ya non" ucap mbok.
"Iya mbok" ucap Reina.
Kemudian mbok mengambil dua selimut untuk dipakai Reina dan Dafa lalu menunjukan kamar yang mereka pakai untuk tidur malam ini.
"Maaf rumah mbok ukurannya kecil dan sederhana saja non" ucap mbok.
"Mbok jangan gitu ah,Reina udah anggap mbok seperti keluarga sendiri jadi Reina nggak mau ada rasa nggak enakkan.selamat malam mbok" ucap Reina lalu menarik tangan Dafa agar cepat masuk ke kamar supaya mbok nggak cerewet lagi.
"Hmmm....pantesan mbok kekeh nolak kita tidur disini ternyata sempit juga yah" ucap Reina melihat-lihat isi kamar itu dan melihat ranjang yang ukuran satu orang mau ditempati berdua.
"Kamu keberatan tidur disini?" ucap Dafa.
"Enggak kok" ucap Reina.
"Ya udah sekarang tidur,besok kita mau balik ke jakarta" ucap Dafa lalu naik ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya seharian ini sangat melelahkan.
"I...i..ya" ucap Reina lalu naik diranjang itu juga tapi posisinya Reina masih duduk sedangkan Dafa sudah tiduran.
"Astaga....jantungku kenapa aku gugup gini sih.Aduhhhh ini pertama kalinya aku tidur berdua dengan kak Dafa" batin Reina.
Dafa yang belum tidur kemudian membuka matanya lalu melihat Reina belum tidur dan hanya bersandar diranjang dengan posisi duduk.
"Cepat tidur " ucap Dafa.
Reina kemudian membaringkan kepalanya dan memaksa matanya untuk tidur.namun belum beberapa menit saja Reina merasa ada yang berat menindih di atas perutnya dan itu adalah tangan Dafa yang memeluknya.Reina mencoba mengangkat tangan kekar Dafa dari atas perutnya namun berhenti saat mendengar perkataan Dafa.
__ADS_1
"Aku mohon Rei,biarin kita begini sebentar saja " ucap Dafa sambil mengeratkan pelukannya.
Reina tak bisa bergerak dan berkata-kata lagi.Reina lemah jika Dafa sudah memohon padanya seperti ini.Reina kemudian memejamkan matanya untuk tidur karena dia juga seharian ini sangat lelah dan dia percaya kalau Dafa tak akan macam-macam padanya apalagi di situasi seperti ini.