MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 45


__ADS_3

Sepulang dari acara Andra,Alexa sangat kesal pasalnya disana tadi ada Reina juga dan membuat Dafa harus cepat pulang.Alexa sebenarnya ingin ngobrol lebih lama sama Dafa namun adanya Reina membuat semuanya berantakan.


"Kenapa sih Rei lo harus ada disana juga.Baru aja gue mau ngobrol sama kak Dafa tapi lo rusak semuanya." ucap alexa kesal sambil membuang-buang bantalnya.


Entah sudah berapa lama Alexa tak pernah lagi melihat Dafa dan sekalinya ia bertemu Dafa,itu hanya sebentar karena ada Reina juga disana.


***


Entah mengapa kini Dafa sedang memikirkan Alexa.Pertemuan yang tak disangka-sangka tadi membuatnya kembali memikirkan Alexa yang sudah susah payah ingin ia lupakan.


"Ini semua pasti sudah direncanakan Andra" batin Dafa.


Rasa kesal Dafa kembali datang pada Andra.Pasalnya Dafa tahu Andra sudah sedari dulu tak ingin melihatnya bahagia bersama Alexa karena Andra juga menyukai Alexa waktu itu,tapi Alexa lebih memilih Dafa di timbang Andra yang sudah mengenalnya lebih dulu.


"Gue tahu disini gue yang salah karena merebut wanita yang disukai Andra,tapi gue juga nggak bisa bohongi perasaan gue kalau gue juga suka sama Alexa " ucap Dafa berbicara sendiri.


Dafa kemudian melangkah keluar dari kamarnya untuk menonton tv namun disana ada Reina yang sedang menonton serial drama korea.


"Hmmm ada dia " batin Dafa.


Karena ada Reina di ruang tengah sedang nonton,Dafa lalu berbalik ke kamarnya ingin pergi tidur saja namun mendengar suara Reina menangis ia kemudian mengurungkan kembali ke kamarnya lalu menghampiri Reina.


"Woi,jangan kencang-kencang nangisnya,gue nggak bisa tidur ini" ucap Dafa lalu duduk di sebelah Reina kemudian memakan cemilan yang ada diatas meja.


"Aku nggak salah dengar kak Dafa tadi bilang 'gue'.Biasanykan aku kamu" ucap Reina heran mendengar perkataan Dafa barusan.


"Ekhmm itu tadi nggak sengaja keluar " ucap Dafa canggung.


"Lebih bagus kayak tadi aja kak pake lo gue,kalau aku kamu kak Dafa kayak ketuaan banget "ucap Reina lalu menertawai suami es baloknya itu.


"Apa yang barusan kamu bilang,saya ketuaan?.Ehh anak kecil kamu aja yang lama dewasanya bukan saya yang ketuaan kali" ucap Dafa sambil mencubit pipi Reina.


"Aduhhhh kak Dafa sakit tahu" ucap Reina melepaskam tangan Dafa dari pipinya.


"Makanya jangan bilangin saya ketuaan,kesannya orang saya menikahi anak dibawah umur lagi" ucap Dafa.


"Emang" ucap Reina singkat lalu mengunyak kembali cemilannya.


"Hahahaha Reina...Reina kita itu cuma beda lima tahun,kamunya saja yang belum dewasa dan fikirannya masih kekanak-kanakan" ucap Dafa menertawai Reina.


"Ihhhhh kak Dafa,aku itu udah dewasa kali.Umur aku aja udah 23 tahun " ucap Reina sambil mencubit lengan Dafa.


"Terus kalau umur udah tua jadi fikirannya juga sudah dewasa gitu?" tanya Dafa.


"Ya iyalah" ucap Reina sombong.


"Masa sih.Kok saya nggak percaya" ucap Dafa ragu.


"Itu terserah kak Dafa aja mau percaya atau enggak" ucap Reina lalu membuang muka.


"Dasar kak Dafa ini,sok dewasa gitu deh" batin Reina.


"Oh gitu,tapi kenapa kamu masih jomblo sampai setua ini?" sindir Dafa.

__ADS_1


"Itu karena belum memuin yang cocok aja " jawab Reina spontan.


"Kak Dafa tahu dari mana aku jomblo?" tanya Reina.


"Dari mama" jawab Dafa.


"Ihhhhh mama deh,kenapa sih dia harus bilang sama kak Dafa kalau aku itu belum pernah pacaran.Gue malukan jadinya" batin Reina.


"Oh" ucap Reina berpura-pura cuek.


"Sini remotnya,saya mau nonton bola" ucap dafa sambil merampas remot yang dipegang oleh Reina.


"Ehh ehh ehhh nggak boleh.Lagi seru nih filmnya" ucap Reina ingin mengambil remot yaang sudah berada ditangan Dafa.


Mereka pun saling berebut remot dan tak ada yang mau mengalah sampai akhirnya Dafa menarik remot itu dengan kencangnya dan membuat Reina juga ikut tertarik mendekat ke arahnya kemudian Reina tak sengaja mencium pipi Dafa.


"oh my good" batin Reina.


"Maaf kak,tadi aku nggak sengaja" ucap Reina canggung kemudian sedikit menjauh duduknya dari Dafa.


"Ekhmm iya" ucap Dafa canggung juga lalu melihat ke arah lain.


Reina merasa jantungnya berdebar begitu cepat dari biasanya dan juga mukanya sudah bersemu merah sekarang karena saking gugupnya.


"Aduh kenapa sih dengan jantung gue berdebar gini,kan gue nggak ada riwayat jantung " batin Reina.


"Kaaa..ka...kalau gitu a..aku masuk kamar duluan kak" ucap Reina gagap setelah itu masuk ke kamarnya.


Setelah Reina masuk ke kamarnya,Dafa kini tinggal sendiri diruang tengah itu dan hanya menatap televisi namun fikirannya entah kemana.


"Kenapa dengan jantungku ini" batin Dafa.


Dafa kemudian menepis semua prasangka-prasangka jika ia mulai menyukai istrinya itu.


"Enggak enggak kejadian tadi itu hanya kecelakaan saja.Besok lo juga udah lupa" ucap Dafa berbicara sendiri kemudian mematikan tvnya lalu melangkah masuk ke kamarnya berniat ingin tidur saja untuk melupakan kejadian barusan terjadi.


Disisi lain,Reina masih saja bergelut dengan fikirannya sambil mondar-mandir sedari tadi.


"Aduhhhhhh kenapa sih gue kok kayak gini sih.Gue jadi gila nih lama-lama" ucap Reina sambil mengacak-acak rambutnya.


Reina kemudian naik ke tempat tidur lalu ingin memejamkan matanya namun tak bisa juga karena fikirannya masih terngiang-ngiang kejadian tadi.


"Reina sadar woi,lupain kejadian tadi oke.Kak Dafa itu nggak akan suka sama lo.Ingat dia masih punya pacar yang sangat dia cintai,sadar Reina sadar" uca Reina sambil memukul-mukul pipinya.


***


Pagi menjelang.


Pagi ini Reina sengaja berangkat kuliah lebih cepat karena ingin menghindari bertemu dengan Dafa suami es baloknya itu.Reina sebenarnya hari ini jadwalnya masuk siang,hanya saja ia berangkat lebih cepat karena tak mau bertemu Dafa.


"Gue kemana yah,mau ke kampus tapi kuliahnya kan entar siang" ucap Reina sambil fokus mengemudikan mobilnya tak tentu arah.


Setelah berfikir cukup lama kemana bagusnya ia akan pergi,Reina kemudian memilih akan pergi ke toko kue milik mertuanya saja untuk belajar membuat kue lagi.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Reina sangat senang karena baru kali ini ia merasa punya hobi baru yaitu membuat kue.Sesampainya disana ia langsung menyapa Lia si pegawai di toko kue itu.


"Good morning Lia" sapa Reina.


"Good morning too mba Reina,tumben pagi-pagi udah kesini mba?" ucap Lia.


"Iya nih,soalnya aku bosan dirumah sendiri" jawab Reina.


"Memangnya mba hari ini tidak kuliah yah?" tanya Lia.


"Kuliah sih,tapi masuknya entar siang.Jadi mumpung pagi ini aku nggak punya kerjaan aku kesini aja sekalian mau bikin kue lagi" ucap Reina.


"Wahhh kebetulan mba,aku punya resep kue baru.Bagaimana kalau kita bikin yang itu saja?" ucap Lia meminta pendapat Reina.


"Wah ide bagis itu,yuk kita bikin sekarang saja" ajak Reina.


"Mba Reina duluan saja ke dapurnya,saya mau tutup sebentar dulu toko ini " ucap Lia.


"Oke" ucap Reina lalu ia pergi ke dapur sesuai perintah Lia.


Beberapa menit kemudian Lia muncul dan membawa bahan-bahan yang akan digunakan mereka untuk membuat kue.


"Lia kamu siapkan semua bahannya karena aku mau catat " ucap Reina.


"Baik mba" jawab Lia.


Setelah mencatat semua bahan-bahan kue di ponselnya,Reina dan Lia kemudian mulai membuat kue dengan semangat sambil mereka sesekali mengobrol.


"Hmmmm selesai juga" ucap Reina merasa senang.


"Wahhh cantik banget mba kuenya" puji Lia melihat kue bikinan Reina.


"Masa sih?" ucap Reina merasa tak percaya.


"Iya mbak.Oh iya kok kuenya ada dua model?" ucap Lia.


"Oh ini yang satu untuk teman-teman aku dan satunya lagi untuk kak Dafa" jawab Reina.


"Cieeeee untuk suami too" ucap Lia menggoda Reina lalu cengengesan.


"Kok gue langsung kefikiran nama kak Dafa sih,Reina....Reina" batin Reina.


"Mmmm bukan gitu maksudnya,akuuuu ini cuma mau kak Dafa cobain siapa tahu enak atau enggak gitu loh" ucap Reina gerogi dan jawab asal saja.


"Oh kirain aku udah sengaja mba Reina siapin kue itu untuk suaminya" ucap Lia.


"Ya enggaklah " ucap Reina kemudian melangkah menjauh dari Lia karena mukanya sudah bersemu merah.


"Mba Reina kok gerogi gitu saat nyebut namanya mas Dafa.Hmmm sepertinya ada yang mulai suka nih" batin Lia sambil senyum-senyum sendiri.


Setelah mengemas kue bikinannya di kotak kue,Reina kemudian berpamitan pergi karena sebentar lagi jam kuliahnya masuk.


"Lia,saya pamit pulang dulu ya.Kapan-kapan lagi saya kesini dan nunggu resep kue baru dari kamu" ucap Reina tersenyum.

__ADS_1


"Iya mba" jawab Lia kemudian mereka berpelukan.


"Dada Lia" ucap Reina sambil melambaikan tangannya kemudian melangkah masuk ke mobilnya dan berlalu pergi.


__ADS_2