
Kampus.
Setelah sampai di Kampus,Reina langsung mencari keberadaan sahabat-sahabatnya tapi tak kunjung bertemu,ia kemudian pergi ke kantin Kampus berharap orang-orang yang ia cari berada disana.
"Gaissssss.....Gue cariin kalian di kelas nggak ada ternyata kalian disini "ucap Reina menyapa sahabat-sahabatnya yang sudah ia temukan.
"Tumben lo cariin kita,pasti ada maunya deh " ucap Jeni sedikit curiga kepada Reina
"Dasar lo Jen curiga mulu deh sama gue " ucap Reina menjitak kepala sahabatnya itu.
"Oh iya Rei,lo nggak bareng Jojo datang ke kampus ?" tanya Lisa.
"Enggak,memangnya kenapa denban tuh anak?" ucap Reina bertanya balik ke Lisa.
"Hmmm...Kemarin gue kenalin dia dengan teman lama gue,tapi anehnya setelah Jojo lihat foto teman gue dia kayak marah gitu,gue langsung tanya dong kenapa dia begitu tapi dia nggak jawab dan langsung pergi aja " ucap Lisa.
"Kayaknya ada sesuatu yang pernah terjadi diantara mereka deh atau cewek itu pernah nolak Jojo makanya Jojo marah saat lihat fotonya " ucap Jeni.
"Bisa jadi sih,si Jojo itu sering main rahasiaan sama kayak Alexa....Ehhh "ucap Reina Kecoplosan lalu menutup mulutnya.
"Maaf Lex gue kecoplosan ngomongnya " ucap Reina lagi karena merasa bersalah.
"Enggak apa-apa Rei,seharusnya gue yang minta maaf sama kalian karena kepribadian gue yang tertutup jadi gue banyak nyimpan rahasia dari kalian semua " ucap Alexa kemudian tersenyum.
"Reina...Reina kalau gue bongkar rahasia gue dengan kak dafa sama kalian,apa yang akan terjadi " batin Alexa.
"Alexa,lo jangan main rahasia-rahasiaan lagi dari kita.Kita semua peduli banget sama lo Lex,kapan pun lo mau cerita kita pasti nyempetin waktu buat lo " ucap Jeni.
"Iya gue tahu itu,tapi ada hal-hal yang nggak bisa gue ceritain ke kalian.Gue harap kalian bisa ngerti " ucap Alexa.
"Iya Lex,kita ngerti kok " ucap Reina merangkul pundak sahabatnya itu.
"Oh iya Lex,lo pernah cerita kalau pacar lo udah balik kesini,kenalin ke kita dong gue penasaran banget gimana sih orangnya" ucap Lisa mengalihkan pembicaraan.
"Gue udah putus dengan dia " ucap Alexa.
"Apaaaaaa....Putus,kenapa bisa ?" ucap Jeni terkaget mendengar perkataan Alexa.
"Panjang ceritanya,saat ini gue nggak bisa cerita " jawab Alexa.
"Nggak apa-apa,kita ngerti kok Lex.Gue harap kapan-kapan lo bisa cerita dan terbuka ke kita " ucap Lisa.
"Emmm " ucap Alexa singkat.
***
Dafa sudah tiba di Perusahaan dan langsung menuju ke ruangannya.Namun sebelum masuk ke ruangannya,Edo tiba-tiba memanggilnya dan Dafa pun menoleh ke belakang.
"Emmm,ada apa ?" ucap Dafa.
"Ini gue udah bawah sekretaris baru lo,namanya Nadin " ucap Edo lalu memperkenalkan Nadin kepada bosnya barunya.
"Wahhhh....Ganteng benget bos gue ini,gue pasti betah deh kerja disini " batin Nadin.
__ADS_1
"Selamat pagi pak " Sapa Nadin kepada Dafa.
"Iya pagi,hari ini kamu mulai kerja " ucap Dafa.
"Baik pak " ucap Nadin sopan.
Setelah itu mereka berpisah,Dafa langsung masuk ke ruangannya dan Nadin ke tempatnya juga sedangkan Edo balik ke ruangannya yang hanya bersebelahan dengan Dafa.
Seperti biasanya,Dafa mendapatkan banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan secepat mungkin dan beruntungnya ada Nadin yang baru pertama kerja tapi sudah banyak membantu.
"Nadin,apa jadwal saya selanjutnya " ucap Dafa pada sekretarisnya.
"Hari ini pak Dafa tak ada jadwal di luar,namun tadi pak Hendra menelpon dan mengatakan ingin bertemu bapak di Restoran X jam makan siang sebentar " ucap Nadin.
"Oke,kalau begitu kamu bisa keluar sekarang " ucap Dafa.
"Baik pak " ucap Nadin lalu keluar dari ruangan Dafa.
"Hmmmm...Pak Dafa kalau bicara ketus banget deh,untung aja dia ganteng " ucap Nadin sambil merapikan berkas-berkas yang ada di atas mejanya.
Seperti perkataan sekretarisnya tadi,Dafa kemudian pergi menuju Restoran yang disebutkan untuk bertemu dengan Papanya.
"Maaf pa,Dafa sedikit telat " ucap Dafa yang baru sampai dan langsung duduk berdepanan dengan papanya.
"Tidak apa-apa Daf,papa juga baru aja datang " ucap Hendra kepada anaknya.
"Oh iya pa,kenapa ngajak Dafa ketemuan disini?" tanya Dafa.
"Memangnya apa yang mau di omongin pa,apa sangat penting?" ucap Dafa lagi.
"Begini Dafa,cabang Perusahaan papa yang ada dijogja kembali bermasalah.Papa kira waktu itu sudah diselesaikan dengan orang kepercayaan papa,tapi ternyata dia berhianat dan membawa separuh uang Perusahaan " ucap Hendra.
"Apa....Terus keadaan Perusahaan papa sekarang gimana ?" tanya Dafa terkaget.
"Maka dari itu kita sekarang betemu untuk membicarakan masalah Perusahaan dijojga " ucap Hendra.
"Maksud papa apa yah,Dafa nggak mengerti" ucap Dafa bingung.
"Papa ingin kamu ke jogja dan tangani langsung masalah Perusahaan disana,bagaimana apa kamu setuju? " ucap Hendra.
"Baik pa,kapan Dafa kesana ?" tanya Dafa.
"Kalau bisa secepatnya nak " ucap Hendra.
"Oke,besok Dafa akan kesana " ucap Dafa.
"Lebih cepat lebih baik.Oh iya Dafa,kalau kamu kesana bagaimana dengan istri kamu? " tanya Hendra yang tiba-tiba mengingat menantunya itu.
"Untuk sementara waktu,Dafa akan membawa Reina kerumah orangtuanya " ucap Dafa.
"Apa kamu tidak ingin membawanya ke jogja,sekalian kalian liburan " ucap Hendra.
"Nggak usah pa,Dafa kesana untuk ngurus Perusahaan bukan untuk liburan.Kalau Reina ikut takutnya akan merepotkan aku disana nantinya " ucap Dafa.
__ADS_1
"Iya juga sih,terserah kamu saja nak bagaimana baiknya " ucap Hendra tersenyum bangga kepada sikap anaknya yang dewasa itu.
"Iya pa " ucap Dafa.
Cukup lama mereka bertemu dan berbincang-bincang membahas masalah Perusahaan lalu sampai akhirnya Dafa pamit duluan ingin balik ke Kantor karena masih banyak yang dia urus sebelum berangkat besok ke Jogja.
Sekembalinya Dafa ke Perusahaan,ia tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal berada di loby.
"Mama " ucap Dafa.
"Sayangnya mama,akhirnya ketemu juga " ucap Siska memeluk anaknya dan ia sengaja menunggu anaknya di loby.
"Mama kok kesini nggak bilang-bilang sih,kan bisa langsung masuk ke ruangannya Dafa " ucap Dafa.
"Mama sengaja sayang mau kasih kamu surprise "ucap Siska tersenyum.
"Oke,surprise mama berhasil,yuk ma kita langsung ke ruangan Dafa aja " ucap Dafa lalu mengajak mamanya.
"Nggak usah sayang,mama cuma cepat kok.Tadi nggak sengaja lewat sini jadi sekalian aja mampir dan ingin lihat kamu,tapi kata diresepsionis tadi pak Dafanya lagi keluar jadi mama nunggu sebentar,eh nggak lama kamu muncul " ucap Siska.
"Oh begitu ya,mama mau kemana sih ?" tanya Dafa pada mamanya.
"Tadi mama ada arisan di dekat sini,ini mau jalan pulang tapi sekalian mampir dulu.Adik kamu juga ikut,tapi dia tunggu di mobil aja katanya "ucap Siska sambil menunjuk tempat perkiran mobilnya.
"Tumben anak itu ngikut mama arisan,biasanya aja nggak peduli masalah gituan " ucap Dafa.
"Hmmm tadinya dia memang nggak mau ikut,tapi mama bilang mau mampir ke Apartemen kamu sekalian lihat menantu mama makanya dia mau ikut " ucap Siska.
"Mama tadi ke Apartemen Dafa? " tanya Dafa kaget.
"Gawat...Apa mama tahu kalau aku dan Reina nggak sekamar " batin Dafa.
"Iya,untung aja Reina belum ke Kampus,jadi sempat berbincang-bincang sedikit" ucap Siska.
"Oh begitu ya ma "ucap Dafa tersenyum.
"Sepertinya mama kayaknya belum tahu tentang aku dan Reina,syukurlah "batin Dafa merasa lega.
"Ternyata mama nggak salah pilih menantu sayang,Reina selain cantik,baik hati dia juga rajin.Mama sangat beruntung deh punya menantu kayak dia " ucap Siska memuji menantunya itu.
"Belum tahu aja Reina nggak tahu masak,anaknya ini setiap hari selalu makan makanan siap saji " batin Dafa.
"Iya ma,Dafa juga sangat bangga pada Reina " ucap Dafa sengaja memuji Istrinya itu supaya mamanya senang.
"Sayangnya mama,mama akan doakan kalian semoga kalian selalu bahagia dan cepat memberikan mama cucu" ucap Siska menggoda anaknya.
"Iya ma " ucap Dafa singkat.
"Oke sayang,kalau begitu mama pamit dulu ya " ucap Siska lalu memeluk dan mencium pipi anaknya dan kemudian pergi.
"Aduh mama apaan sih pake nyium pipi segala,malu tahu di lihatin orang-orang " batin Dafa.
Setelah mamanya berlalu pergi,Dafa kemudian berjalan masuk menuju ruangannya dengan langkah cepat karena merasa malu pada karyawan-karyawan yang melihat ia tadi dicium oleh mamanya seperti anak kecil.
__ADS_1