
Pagi menjelang dan Reina masih terlelap tidur dengan posisi duduk.Hari ini ia sengaja tidak membuat alarm karena ia mendapat kuliah di sore hari.Tapi suara nada dering di ponselnya berbunyi dan membangunkan sang empuhnya dari tidur nyenyaknya itu.
"Aduhhhhh....Siapa sih pagi-pagi udah nelpon,ganggu aja deh" ucap Reina kesal karena merasa tidurnya terganggu kemudian mencari keberadaan ponselnya yang sedari tadi berbunyi.
"Hallo....Siapa ini"
"Halo sayang,ini mama nak "
"Oh...Kenapa mama nelpon Reina pagi-pagi gini "
"Aduh Reinaaaaa,ini sudah jam 9 pagi sayang kamu bangunnya kesiangan "
"Ma,kan jam 9 itu masih pagi "
"Iya mama tahu itu,tapi anak cewek kalau bangunnya kesiangan nanti rejekinya di patuk ayam baru tahu rasa kamu"
"Iya..iya Reina udah bangun ini "
" Begitu dong,ini baru anak mama "
"Iya mamaku sayang "
"Oh iya Rei,hari ini temani mama belanja ya,udah lamakan kita nggak belanja bareng"
"Iya,entar Reina ke rumah deh"
"Oke sayang,hati-hati ya kamu bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut lagi"
"Di usahain ma "
"Pokoknya jangan ngebut-ngebut "
"Iya deh mamaku sayang"
"Anak pintarnya mama,ya udah mama tunggu kamu ya"
"Iya ma " ucap Reina lalu mengakhiri telponnya.
"Mama ganggu aja deh.Orang lagi enak-enaknya tidur malah di bangunin " ucap Reina lalu berdiri dari tempat duduknya kemudian meregangkan tubuhnya karena sedari malam ia tidur dengan posisi duduk membuat badannya terasa sakit.
"Astaga badan gue terasa remuk semua "ucap Reina lagi dan masih merenggangkan tubuhnya dengan sedikit berolahraga.
Setelah dirasa badannya sudah mendingan,Reina kemudian mandi lalu bersiap-siap untuk ke rumah orangtuanya.Ia tak ingin membuat mamanya menunggu karena jika hal itu terjadi,ia bersiap-siap menutup telinganya sebab tak ingin mendengarkan ocehan dari mamanya itu.
Hari ini perjalanan cukup sepi dan tak semacet seperti biasanya,jadi Reina sampi ke rumah mamanya dengan cepat.
"Selamat pagi mamaku sayang " teriak Reina lalu mencari keberadaan mamanya.
__ADS_1
"Tumben kamu cepat sampainya.Kamu ngebut lagi ya Rei?" ucap mama Reina menghampiri anaknya.
"Enggak kok ma,jalanan sepi jadi cepat sampainya deh" jawab Reina lalu duduk di sebelah mamanya.
"Masa sih,kamu nggak sedang bohongin mama kan?" tanya mamanya lagi.
"Ihhhh...Mama,anaknya udah jujur juga malah dibilang masih bohong " ucap Reina cemberut.
"Iya deh mama percaya kok sekarang.Oh iya Rei,kata mba Siska Dafa sedang pergi ke Jogja ya ngurusin cabang Perusahaannya disana?" ucap mama Reina sambil memakan buah apelnya.
"Iya ma" ucap Reina lalu mengambil buah anggur yang berada di atas meja kemudian memakannya.
"Kata mertua kamu,katanya kamu nggak mau pulang kerumah mama dan papa dan kekeh mau tinggal di Apartemen saja.Memangnya kenapa Rei ?" ucap mama Reina.
"Oh itu,bukannya Reina nggak pulang ke rumah ma.Tapi jarak Kampus dan Apartemen Reina nggak terlalu jauh,kalau disini Reina pasti kena macet mulu ke Kampusnya.Jadi Reina mutusin tetap tinggal disana saja " jawab Reina.
"Oh gitu,kirain mama kamu sudah betah disana dan nggak mau lagi kesini " ucap mama reina.
"Enggak gitu kok ma,Reina akan sering kesini kok kalau ada waktu.Hanya saja seminggu ini Kuliah Reina nggak menentu masuknya jam berapa,jadi Reina malas kemana-mana sekarang dan stay disana aja" ucap Reina sambil memeluk mamanya.
"Iya deh mama ngerti keputusan kamu.Tapi Rei,apa kamu nggak takut tinggal sendiri disana dan Dafa juga nggak tentu mau pulang cepat atau enggak?" ucap mama Reina.
"Enggak kok ma,lagian ada Lisa,Jeni dan Alexa yang nemenin aku "ucap Reina.
"Baguslah,kirain mama kamu akan sendirian disana " ucap mama Reina sambil mengelus kepala putri semata wayangnya itu.
"Iya...Iya mama tahu itu.Oh iya hampir aja mama lupa mau pergi shopping,kamu sih ngajak mama cerita mulu " ucap mama Reina lalu berdiri dan bergegas masuk ke kamarnya untuk mengambil tasnya.
"Ihhhh mama,orang dia yang ngajak cerita malah aku yang disalahin " ucap Reina lalu menghela nafasnya.
"Ayo Rei,kita jalan sekarang aja mumpung belum macet jalannya" ucap mama Reina yang sudah siap .
"Siap ma" jawab Reina memberi hormat pada mamanya kemudian mereka berlalu pergi menuju tempat tujuan.
Seperti kata Reina tadi,jalanan sepi tak seperti biasanya.Padahal kompleks rumah orangtua Reina ini berada di pusat kota dan pasti macet setiap harinya jika keluar kemana-mana,namun hari ini ada yang beda.
"Tumben ya jalanan nggak semacet seperti biasanya " ucap mama Reina.
"Itukan Reina nggak bohong,memang hari ini nggak semacet seperti biasanya " ucap Reina sambil mengemudi.
"Kita ke Mall aja Rei,ada yang mau mama beli disana " ucap mama reina.
"oke " jawab Reina yang masih fokus menyetir.
**
Sesampainya mereka di Mall,Reina mengikuti mamanya untuk shopping di salah satu toko langganan mamanya itu.
__ADS_1
"Rei,kamu pilih aja sayang yang mau kamu beli" ucap mama Reina.
"Tanpa mama kasih beritahu juga,Reina akan milih-milih sendiri kok" ucap Reina sambil melihat-lihat pakaian yang ingin ia beli.
Saat mereka sedang asik memilih pakaian yang ingin dibelinya,tiba-tiba ada yang memanggil nama mama Reina.
"jeng Tias kan?" tanya seseorang itu.Kemudian mama Reina berbalik ke arah suara tersebut.
"Ehhhh mba Tiara,udah lama kita nggak ketemu ya mba" ucap mama Reina tersenyum menegur temannya itu.
"Iya mba,soalnya saya jarang di indonesia sekarang " jawab mba Tiara.
"Memangnya sekarang mba menetap diluar negri ya?"tanya mama Reina.
"Nggak juga sih,tapi saya sering kesana.Soalnya anak gadis saya lagi kuliah disana jadi sering ditemani deh " ucap mba Tiara.
"Oh gitu,kirain mba dan suami udah pindah kesana karena udah jarang ketemu kita"ucap mama Reina.
"Maunya anak-anak sih begitu,tapi ya gimana pekerjaan papa mereka ada disini,jadi kalau kesananya sesekali saja " ucap mba Tiara.
"Memangnya anaknya mba tinggal diluar negri semua ya?" ucap mama Reina.
"dua yang disana lagi nyelesaiin kuliah mereka,yang satunya disini lagi kerja " ucap mba Tiara.
"Wahhhh nggak kerasa ya mba anak-anak udah pada besar sekarang.Kalau saja anak saya belum nikah mau saya jodohkan sama anak pertamanya mba" ucap mama Reina.
"Memangnya Reina sudah menikah?" tanya mba Siska kaget mendengar cerita dari temannya.
"Iya mba,maaf nggak sempat ngundang ke rumah waktu itu " ucap mama Reina merasa bersalah tak mengundang temannya itu.
"Iya nggak apa-apa kok,akunya juga jarang di indonesia.Jadi kalau kamu ke rumah juga,akunya nggak ada" ucap mba Siska lalu tersenyum
"Oh gitu ya mba.Oh iya sampai lupa,mba kesini sama siapa?" ucap mama Reina.
"sama si andra,nggak tahu dia kemana sekarang"ucap mba Tiara menunjuk ke arah belakang namun tak melihat anaknya.
"Andra anak pertamanya mba?" tanya mama Reina penasaran.
"Iya,memangnya siapa lagi anak cowok aku" ucap mba Tiara lalu terkekeh.
"Aku penasaran deh gimana mukanya sekarang.Terakhir aku lihat dia kayaknya waktu masih awal kuliah deh,mukanya masih unyu-unyu gitu mba " ucap mama Reina lalu tersenyum.
"Hmmmm....Dia udah jadi dokter sekarang dan bekerja di salah satu Rumah Sakit di Jakarta" jawab mba Tiara.
"Wahhhh nggak kerasa ya mba udah pada besar aja,aku penasaran deh " ucap mama Reina sambil melihat kesana kemari.
"Tunggu aja,entar dia muncul juga kok " ucap mba Tiara tersenyum melihat kelakuan temannya itu yang sangat penasaran pada anak cowoknya.
__ADS_1