
Di taman belakang tersebut sudah ada Alexa dan ketiga temannya yang sedang asik ngobrol bersama kedua orangtua Alexa yang baru saja datang dari Jepang.Tanpa mereka sadari Reina datang bersama suaminya yang tak lain adalah Dafa.
"Selamat siang semuanya" sapa Reina kepada kedua orangtua Alexa dan temannya dengan sopan.
Alexa dan ketiga temannya lalu melihat ke arah Reina betapa kagetnya mereka saat tahu Reina tak datang sendirian namun membawa Dafa suaminya.
"Astaga akan ada perang dunia ketiga sebentar lagi" batin Jojo frustasi lalu melihat ke arah Alexa.
"Ini yang gue inginkan Reina lo akhirnya bawa Dafa kesini" batin Alexa.
Posisi duduk mereka yang membelakangi Reina akhirnya mereka berbalik untuk menyapa.
"Siang " ucap Handoko beserta istrinya sambil tersenyum melihat ke arah Reina kemudian mereka arahkan pandangannya pada seseorang yang berada disamping teman anaknya itu.
"Dafa" batin Handoko.
Handoko dan istrinya itu sangat terkejut melihat mantan anaknya itu datang bersama sahabat anaknya itu namun mereka sengaja mengabaikannya sebab tak ingin merusak suasana hari ini.
Melihat raut wajah kedua orangtua Alexa yang melihat ke arah mereka dengan tatapan terkejut Reina merasa ada yang janggal entah apa itu.
"Wahhhh...ini kali pertama loh Reina bertemu om dan tante secara langsung,dulu aku lihat tante cuma di videocall aja itupun sudah lama banget " ucap Reina mencairkan suasana.
Dafa sedari tadi hanya tertunduk saat di tatap kedua orangtua Alexa dan menggenggam sangat erat tangan istrinya itu.
"Iya yah,sini sayang kalian ikut gabung juga " ucap mama Alexa menyuruh Reina dan Dafa duduk bersama mereka.
Perasaannya mengatakan ingin mengusir mereka namun ia urungkan dan hanya memaksakan senyum supaya mereka tak curiga.
Jangan tanya bagaimana perasaan mereka melihat mantan anak mereka yang sudah berpacaran bertahun tahun lamanya putus hanya karena lebih memilih pilihan orangtuanya ketimbang memperjuangkan kesetiannya.Hati seorang ibu sangat sakit mendengar anaknya sakit hati karena lelaki.
saat Reina dan Dafa berjalan kearah mereka,ponsel Reina tiba-tiba berbunyi dan terbaca panggilan dari papa Reina.
"Halo Pa ada apa"
"Saya Miranda sekretaris Pak Dimas"
"Oh iya ada apa ya"
"Saya mau mengabarkan kalau Bapak masuk Rumah Sakit dia pingsan saat meeting tadi "
"Apaaaa...Papa saya pingsan.Papa saya di bawa di Rumah Sakit mana"
"Rumah Sakit Dr cipto Mangunkusumo mba Reina"
"Oke saya akan kesana".
__ADS_1
"Rei papa lo kenapa?" tanya Jeni.
"Maaf semuanya saya harus ke Rumah Sakit sekarang juga Papa saya pingsan" ucap Reina berpamitan lalu buru-buru keluar dari rumah itu bersama Dafa.
Mendengar jika Papa Reina yang juga sudah di anggapnya seperti Papanya sendiri sedang sakit Jojo dengan cepat melesat pergi juga tanpa berpamitan.
"Rei,Papa dirawat di Rumah Sakit mana?" teriak Jojo yang juga ikutan keluar tadi bersama mereka.
"RSCM"Jawab Reina.lalu Dafa melajukan mobilnya dengan cepat disusul Jojo dibelakangnya.
. . .
_Rumah Sakit Cipto Mangukusumo.
"Sus,pasien atas nama Bapak Dimas dirawat diruangan mana?" tanya Reina.
"Pak Dimas di rawat di ruangan melati nomor 12 mba" jawab suster itu.
"Oh iya terima kasih sus" ucap Reina lalu melangkah pergi.
Sesampainya di depan ruangan tersebut Reina melihat supir Papanya yang sedang menunggu.
"Pak,bagaimana keadaan papa?" tanya Reina kepada pak udin supir papanya itu saking kawatirnya
"Syukurlah papa nggak kenapa-kenapa" ucap Reina yang sudah lega.
"Oh iy pak,Mami belum di kasih tahu ya?" tanya Reina lagi.
"Sudah non saya sudah beritahu tadi,ibu ada di dalam " jawab pak Udin sambil menunjuk pitu ruangan.
"Oh gitu yah" ucap Reina.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu non ada yang mau saya ambil" ucap pak udin kemudian berlalu pergi.
"Bagaimana perasaan kamu udah mendingan?" ucap Dafa sebab sedari tadi melihat Reina yang sangat panik dan kawatir.
"Sudah lumayan Kak,Terima kasih yah kak Dafa udah nemanin aku" ucap Reina.
"Iya sama-sama.Ini udah tugas aku jagain dan temani kamu" ucap Dafa.
"Hmmm iya sekali lagi terima kasih ya kak" ucap Reina yang hanya di angguki Dafa sambil membelai rambut Reina.
"Nih orang nggak ada romantis-romantisnya apa."ini udah tugas aku jagain dan nemenin kamu " gitu doang.Security kompleks juga bilang gitu juga kali kak Dafaaaaaa kak Dafa" batin Reina.
"Ekhmm.....Oh iya Rei,gue cari minum dulu haus banget nih" ucap Jojo sengaja meninggalkan pasutri itu berdua saja.
__ADS_1
"Memang benar yah kalau udah bucin serasa dunia hanya milik berdua aja" batin Jojo.
Kini hanya mereka berdua saja menunggu dikursi tunggu depan ruangan itu.
"Kak Dafa ada yang ingin aku tanyakan sama kakak" tanya Reina.
"Tanya aja" jawab Dafa singkat sebab sibuk memainkan ponselnya.
"Waktu di rumah Alexa tadi aku lihat kak Dafa aneh terus pas ketemu orangtua Alexa Kakak kayak tegang gitu,memangnya kakak kenal mereka?" tanya Reina.
Dafa yang tadinya sedang sibuk mengutak-atik ponselnya tiba-tiba berhenti karena pertanyaan Reina.
"Mungkin cuma perasaan kamu aja Rei" jawab Dafa menghilangkan kegugupannya.
"Maaf Reina aku belum bisa jawab sekarang karena situasinya belum tepat tapi aku janji akan jawab pertanyaan kamu ini nanti dan sejujur-jujurnya tak ada yang aku sembunyikan lagi dari kamu" batin Dafa.
"Hmmm...kayaknya gitu" ucap Reina lesu karena tak mendapatkan jawaban yang ingin ia dengar.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan tersebut terbuka dan memperlihatkan Mama Reina yang hendak keluar dari ruangan itu.
"Ehh anak-anak Mama,udah lama nunggunya yah?" ucap Tias kepada anak-anaknya.
"Lumayan sih Mi,gimana keadaan Papa?" ucap Reina.
"Udah baikan kok entar juga pulang kata Dokter" jawab Tias.
"Syukurlah,Reina tadi panik banget pas di telepon Sekretaris Papa bilang kalau papa tadi pingsan saat meeting " ucap Reina.
"Begitulah Papamu Rei kalau udah terlanjur gila kerja ya gitu lupa kesehatannya akhirnya jadi gini deh,tapi kamu nggak usah kawatir Mami udah marahin." ucap Tias.
"Ihhh Mami orang lagi sakit kok dimarahin,harusnya tuh disayang-sayang Mi iyakan kak Dafa" ucap Reina lalu melirik ke Dafa.
"Iya Ma,yang Papa butuhin sekarang itu perhatian dari isrtinya" ucap Dafa.
"Hmmm kalian ini tumben-tumbennya kompak di depan Mami,sepertinya sudah ada yang ekhmmm...ekhmmm" ucap Tias merayu anaknya tersebut.
"Ihhhh...Mami apaan sih" ucap Reina yang tak mengerti maksud Maminya itu.
"Kalian pulang saja,biar Mami yang nemenin Papa disini" ucap Tias.
"Nggak apa-apa kok Mi kita nemenin Mami,hari ini aku dan kak Dafa lagi libur jadi nggak masalah mau nungguin Papa keluar " ucap Reina.
"Oh gitu,ya udah Mami tinggal dulu mau ke ruangan Dokter titip Papa ya Rei" ucap Tias lalu melangkah pergi.
"Siap Mi" ucap Reina.
__ADS_1