
Siang ini mereka akan berangkat ke Bali dengan menggunakan jet pribadi milik Hendra ayahnya Dafa.
"Ma,cepat dong nanti kita telat ini" ucap Dimas kepada istrinya.
"Iya pa ini juga mama lagi jalan kok" ucap Tias sambil berjalan lalu masuk kedalam mobil.
"Mbok,titip rumah ya" ucap Tias kepada pembantunya itu.
"Iya nyonya" ucap mbok.
Mereka kemudian berlalu pergi menuju Apartemen milik Dafa dan Reina untuk menjemput mereka pergi bersama saja.
Ting....tong...ting...tong.
"Kak Dafa,kayaknya itu mama sama papa deh" ucap Reina yang berada di meja makan sedang minum.
Lalu Dafa berjalan membukakan pintu untu mertuanya.
"Masuk ma,pa" ucap Dafa dengan ramah setelah membuka pintu.
"Iya nak" jawab mereka berdua bersamaan kemudian mereka duduk disofa ruang tengah.
"Reina kemana Daf?" tanya Tias mencari anaknya.
"Reina disini ma" teriak Reina dari ruang dapur.
"Loh kok kamu belum siap-siap sih.kita kan sebentar lagi mau berangkat" ucap Tias melihat anaknya masih memakai pakaian santainya sedangkan Dafa sudah rapi.
"Aku gini aja ma perginya,malas aku ganti baju lagi" jawab Reina.
"Loh kenapa?" tanya Tias.
"Tadi pagi aku keseleo dikamar mandi,jadi kaki dan sebelah badan aku sakit banget ma "jawab Reina.
"Manja banget sih kamu cuma keseleo doang,terus kamu sudah diurut?" ucap Tias.
"Sudah ma,tadi Dafa udah ngurut kakinya Reina " jawab Dafa.
"Hmmm mama memang nggak salah milih menantu yah pa,selain pekerja keras dia juga bisa jagain anak kita" ucap Tias pada suaminya.
"Siapa dulu yang jodohin,papa" ucap Dimas membanggakan diri.Semenit kemudian mereka tertawa kecuali Reina.
"Hmmm udah besar kepala dia dimuji-muji mulu,padahal yang buat gue begini kan dia.Dasar kak Dafa nyebelin" batin Reina.
"Ayo kita berangkat saja,nanti kita telat lagi sampainya" ucap Dimas.
"Rei,kamu bisa jalan sendirikan?" tanya Tias.
"Bisa kok ma" jawab Reina.
Kemudian mereka meranjak pergi,Dafa dan bapak mertuanya bertugas membawa koper sampai ke mobil sedangakan Reina berjalan sambil di pegang oleh mamanya karena kaki yang terkilirnya tadi masih terasa sakit jika digerakkan.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai juga di Bandara dan tak butuh waktu lama mereka langsung berangkat ke Bali karena sudah jam terbang mereka.
***
Welcome to Bali......
Kurang lebih tiga jam mereka menempuh perjalanan ke Bali dan saat ini mereka telah sampai disana.
__ADS_1
"Hmmmm akhirnyaaaaa gue ke Bali juga" ucap Reina semangat sekali karena sudah lama rasanya ia tak pernah lagi kesini.
"Hustt...malu-maluin saja kamu Rei,nanti dikiranya kamu belum pernah ke Bali" ucap Tias.
"Biarin,habisnya aku kangen banget suasana disini " ucap Reina.
Beberapa menit kemudian mobil jemputan mereka telah sampai di Bandara untuk menjemput mereka dan membawa mereka ke vila pribadi milik keluarga Reina.
"Ma,kenapa kita nggak nginap dirumahnya oma aja sih?" tanya Reina setelah sampai di villa.
"Kan besok mereka semua akan kesini juga Rei.Mama sengaja ngadain ulangtahun perkawainan oma dan opa disini sekalian nikmatin pemandangan pantai juga" ucap Tias.
"Oh gitu " ucap Reina menganggukan kepalanya tanda mengerti
"Rei,kalian istirahat dulu setelah itu ajak suamimu jalan-jalan ya" ucap Tias.
"Tapikan kakinya Rei...." ucap Reina terpotong.
"Nggak ada tapi-tapian oke sayang" ucap Tias lalu berjalan mendahului Dafa dan Reina.
"Nggak usah dipaksa kalau kaki kamu masih sakit,saya bisa sendiri kok perginya" ucap Dafa.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar milik Reina yang ada di villa itu.
"Kak Dafa bisa minta tolong nggak ambilin tas aku yang itu" ucap Reina kemudian menunjuk tak kecil yang ada diatas kopernya.
"Ini" ucap Dafa menyerahkan tas itu kepada pemiliknya.
"Hmmm gue lupa kabari mereka kalau gue udah sampai di Bali" ucap Reina sambil mencari kontak temannya itu kemudian ia melakukan panggilan via telpon.
[Halo Lis,kalian udah sampai diBali ya]
[Iya,ini gue baru nyampe Bali mau istirahat dulu]
[Oh gitu,kirain lo nggak jadi liburannya]
[Ya jadi dong,sekarang kalian nginep dimana]
[Kita nginep di hotel X dekat dari pantai kuta,lo dimana?]
[Wahhh bagus dong,gue nginep di villa papa gue ]
[Wihhhh anak sultan,Lo kesini dong setelah itu kita jalan-jalan putarin Bali]
[Hmmm sebenarnya gue pengen banget kesitu sama kalian,tapi kaki gue masih sakit nih nanti aja ya]
[Oke deh,see you]
[see you too].Telponan mereka dimatikan.
"Kak Dafa nggak keluar jalan- jalan ?" tanya Reina yang melihat suaminya itu masih duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Malas" jawab Dafa singkat.
"Mau aku temenin nggak?" ucap Reina menawarkan diri.
Kemudian Dafa melirik ke arah Reina yang sedang duduk diatas ranjang.
"Nggak usah,kaki kamukan masih sakit" ucap Dafa lalu menyibukkan kembali dirinya pada ponselnya.
__ADS_1
"Kok kak Dafa aneh,perasaan tadi pagi gue lihat dia happy tapi sekarang kok dia murung gini" batin Reina.
"Kak Dafa" panggil Reina.
"Emm" jawab Dafa.
"Kak Dafa kok aku lihat nggak senang gitu.Apa kakak nggak suka disini?" tanya Reina.
"Itu perasaan kamu saja.Oh iya saya maubkeluar dulu mau ke Restorannya Aldo" ucap Dafa lalu pamit pergi dari sana.
"Hmmm apa benar ya ini cuma perasaan aku aja" batin Reina.
10 menit yang lalu......
Isi pesan dari Aldo.
"Bro,lo jadi ke Bali ?"
"Iya jadi,ini gue udah di villanya mertua gue"
"Oke,gue udah mau berangkat ke Bali sekarang"
"Oke gue tunggu lo"
"Lo ke Restoran gue aja,disana ada si Miko"
"Tumben lo udah akrab sama dia?"
"Kalau gue nggak akrab sama dia,mana mau bokap gue izinin gue buka Restoran disana "
"Waaa parah lo,ada maunya aja lo akrab sama tuh anak.Diakan adik lo bego"
"Hmmm tapi kita nggak sejalan bro"
"Ya udah gue sekarang mau jalan ke Restoran lo,kirimin gue alamatnya sekarang"
"Beres itu bro".
Setelah Aldo mengirimkan alamat Restorannya yang berada di Bali,Dafa lalu bergegas pergi dan tak lupa meminta supir mertuanya tadi untuk mengantarkannya ke tempat tujuan.
***
"Gaisssss kita jalan-jalan yuk mumpung kita lagi liburan " ajak Jeni.
"Malas gue Jen,nggak ada si Reina rasanya nggak asik deh" jawab Lisa.
"Kalau lo Lex?" tanya Jeni kepada Alexa.
"Hmmm oke,kita ke pantai aja gimana?" ucap alexa bertanya balik.
"Oke" jawab Jeni
"Lis,lo baik-baik ya disini sendiri.Kita berdua mau jalan-jalan dulu lihat kecantikannya pantai kuta" sambung Jeni lagi.
"Emmm" jawab Lisa singkat.
Mereka berdua pun keluar dari hotel kemudian berjalan mengisiri sudut pantai.
Mereka bertiga sengaja memesan Hotel yang dekat dari pantai kuta supaya mereka bisa melihat lebih dekat dan jelas kecantikan di Bali ini.Sebenarnya rencana awal mereka itu perginya berlima Lisa,Jeni,Alexa,Reina dan Jojo.Tetapi karena Reina ada acara keluarga disana jadi mereka terpisah dan Jojo awalnya ia menolak pergi namun bukan Jojo namanya jika ia tidak menyusul mereka nantinya kesana apalagi Alexa juga ikut.
__ADS_1